AHY Ngaku Tak Mudah Sandang Nama Besar Yudhoyono: Kadang Ingin Protes
Senin, 03 November 2025 - 23:59 WIB
loading...
A
A
A
"Tentu getir dan kadang ingin protes. Tetapi, setelah saya menyadari mungkin ini adalah jawaban Allah Swt, Tuhan yang Maha Kuasa atas doa yang telah dipanjatkan oleh kedua orang tua kami, khususnya ayah kami, Bapak SBY," tutur dia.
Pada akhirnya, kata Ketua Umum Partai Demokrat itu, dirinya pun mampu menerima. AHY menganggap bahwa dirinya memang ditakdirkan untuk meneruskan nama besar itu.
"Jadi, itu adalah doa seorang ayah yang kemudian dikabulkan. Oleh karena itu kami akhirnya tersenyum dan menerima, itulah takdir kami," tandasnya.
Merry Riana dalam buku ini menggambarkan sembilan bulan lamanya berada di sisi SBY yang disebutnya sebagai The Mentor alias guru untuk menyelami batin dan pikiran Presiden ke-6 Indonesia itu. Bukan hanya sekadar biografi politik, Merry Riana juga mengambil sisi kemanusiaan untuk menggambarkan SBY.
"Perjalanan ini saya sungguh-sungguh belajar, pemimpin itu artinya melayani, bekerja itu artinya berkorban, bahwa warisan yang sesungguhnya adalah bukan sebuah kekuasaan atau jabatan, tapi adalah sebuah keteladanan," kata Merry Riana dalam sambutannya.
Karya istimewa ini juga dilengkapi dengan sampul buku yang merupakan lukisan asli Susilo Bambang Yudhoyono yang berjudul 'The Light of Hope'. Selain lukisan tangan, karya seni puisi dari SBY juga mengisi di setiap chapter-chapter buku tersebut.
Pada akhirnya, kata Ketua Umum Partai Demokrat itu, dirinya pun mampu menerima. AHY menganggap bahwa dirinya memang ditakdirkan untuk meneruskan nama besar itu.
"Jadi, itu adalah doa seorang ayah yang kemudian dikabulkan. Oleh karena itu kami akhirnya tersenyum dan menerima, itulah takdir kami," tandasnya.
Buku The Mentor: 9 Purnama di Sisi SBY
Merry Riana meluncurkan buku terbaru bertajuk The Mentor: 9 Purnama di Sisi SBY di Hotel Ayana MidPlaza, Senin (3/11/2025). Acara ini juga dihadiri SBY. Presiden ke-6 RI itu terlihat hadir bersama keluarganya yaitu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Edhie Baskoro Yudhoyono, hingga Annisa Pohan.Merry Riana dalam buku ini menggambarkan sembilan bulan lamanya berada di sisi SBY yang disebutnya sebagai The Mentor alias guru untuk menyelami batin dan pikiran Presiden ke-6 Indonesia itu. Bukan hanya sekadar biografi politik, Merry Riana juga mengambil sisi kemanusiaan untuk menggambarkan SBY.
"Perjalanan ini saya sungguh-sungguh belajar, pemimpin itu artinya melayani, bekerja itu artinya berkorban, bahwa warisan yang sesungguhnya adalah bukan sebuah kekuasaan atau jabatan, tapi adalah sebuah keteladanan," kata Merry Riana dalam sambutannya.
Karya istimewa ini juga dilengkapi dengan sampul buku yang merupakan lukisan asli Susilo Bambang Yudhoyono yang berjudul 'The Light of Hope'. Selain lukisan tangan, karya seni puisi dari SBY juga mengisi di setiap chapter-chapter buku tersebut.
Lihat Juga :