Adrianus Meliala Sebut Penjarahan Rumah Sahroni dkk Bukan Aksi Spontan
Senin, 03 November 2025 - 21:25 WIB
loading...
A
A
A
Yang pasti, kata dia, satu hal yang diduga kuat menjadi pemicu penjarahan adalah masyarakat mengalami perasaan ketidakadilan. Adrianus membeberkan, perasaan ini muncul dan dirasakan oleh banyak kalangan, mulai dari masyarakat bawah hingga kelas menengah ke atas.
"Video-video yang beredar memang sengaja dibuat untuk menciptakan dan memperkuat perasaan ketidakadilan ini. Setelah perasaan itu muncul, respons setiap orang berbeda-beda. Ada yang hanya berhenti pada perasaan saja, ada yang melampiaskannya dengan cara lain, tetapi ada juga yang melanjutkannya ke dalam tindakan kerusuhan atau penjarahan," ujarnya.
Adrianus kembali menegaskan aksi penjarahan yang dilakukan pada Agustus 2025 sudah ditargetkan, bukan spontan. "Untuk perbuatan seperti penjarahan dan kerusuhan yang terjadi pada bulan Agustus itu, ia masuk dalam kategori targeted dan selected looting. Dalam hal ini, perbuatan tersebut tidak pernah menjadi suatu hal yang bersifat spontan," pungkasnya.
Diketahui, rumah sejumlah anggota DPR yakni Ahmad Sahroni, Uya Kuya, Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio, hingga Nafa Urbach dijarah massa pada kerusuhan akhir Agustus 2025.
"Video-video yang beredar memang sengaja dibuat untuk menciptakan dan memperkuat perasaan ketidakadilan ini. Setelah perasaan itu muncul, respons setiap orang berbeda-beda. Ada yang hanya berhenti pada perasaan saja, ada yang melampiaskannya dengan cara lain, tetapi ada juga yang melanjutkannya ke dalam tindakan kerusuhan atau penjarahan," ujarnya.
Adrianus kembali menegaskan aksi penjarahan yang dilakukan pada Agustus 2025 sudah ditargetkan, bukan spontan. "Untuk perbuatan seperti penjarahan dan kerusuhan yang terjadi pada bulan Agustus itu, ia masuk dalam kategori targeted dan selected looting. Dalam hal ini, perbuatan tersebut tidak pernah menjadi suatu hal yang bersifat spontan," pungkasnya.
Diketahui, rumah sejumlah anggota DPR yakni Ahmad Sahroni, Uya Kuya, Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio, hingga Nafa Urbach dijarah massa pada kerusuhan akhir Agustus 2025.
(zik)
Lihat Juga :