BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Bencana Hidrometeorologi
Sabtu, 01 November 2025 - 23:52 WIB
loading...
BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi. Pasalnya, potensi hujan di atas normal diprediksi bakal terjadi di sejumlah daerah.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati meminta masyarkaat tidak keluar rumah saat muncul peringatan dini hujan ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia.
"Apabila terjadi peringatan dini banjir, longsor itu segera menjauh dari lokasi yang sudah dinyatakan rawan longsor dan banjir," kata Dwikorita dalam konferensi pers virtual, Sabtu (1/11/2025).
Baca juga: Daftar Wilayah Diguyur Hujan Lebat Akibat Fenomena Atmosfer hingga 6 November 2025
"Segera meninggalkan tempat yang diidentifikasi rawan longsor, banjir, segera tinggalkan bantaran sungai, tinggalkan lereng rawan longsor, hindari melintasi jembatan yang rawan banjir, hindari tempat lapang apabila ada angin kencang kilat petir apalagi hindari berteduh di bawah pohon rawan tersambar petir, hindari baliho dan yang rawan roboh. Kalau ada peringatan dini cuaca dengan hujan lebat atau terjadi kilat petir sebaiknya sementara jangan keluar rumah," tambahnya.
Dwikorita juga mengimbau dengan potensi hujan diatas normal, masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Masyarakat diminta terus memonitor informasi peringatan dini dari BMKG.
Baca juga: Laksda TNI Haris Bima Bayuseto Resmi Jabat Pangkoarmada I
"Kepada masyarakat kami mengimbau dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer yang masih aktif dan potensi hujan di atas normal. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan bahkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan longsor terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan terdampak,” ucapnya.
“Terus memonitor, memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG dan segera menyiapkan langkah respon cepat misalnya sudah disiapkan jalur evakuasi, tempat evakuasi, kesiapan bersama aparat setempat dan BPBD sudah disiapkan lokasi aman," sambungnya.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati meminta masyarkaat tidak keluar rumah saat muncul peringatan dini hujan ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia.
"Apabila terjadi peringatan dini banjir, longsor itu segera menjauh dari lokasi yang sudah dinyatakan rawan longsor dan banjir," kata Dwikorita dalam konferensi pers virtual, Sabtu (1/11/2025).
Baca juga: Daftar Wilayah Diguyur Hujan Lebat Akibat Fenomena Atmosfer hingga 6 November 2025
"Segera meninggalkan tempat yang diidentifikasi rawan longsor, banjir, segera tinggalkan bantaran sungai, tinggalkan lereng rawan longsor, hindari melintasi jembatan yang rawan banjir, hindari tempat lapang apabila ada angin kencang kilat petir apalagi hindari berteduh di bawah pohon rawan tersambar petir, hindari baliho dan yang rawan roboh. Kalau ada peringatan dini cuaca dengan hujan lebat atau terjadi kilat petir sebaiknya sementara jangan keluar rumah," tambahnya.
Dwikorita juga mengimbau dengan potensi hujan diatas normal, masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Masyarakat diminta terus memonitor informasi peringatan dini dari BMKG.
Baca juga: Laksda TNI Haris Bima Bayuseto Resmi Jabat Pangkoarmada I
"Kepada masyarakat kami mengimbau dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer yang masih aktif dan potensi hujan di atas normal. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan bahkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan longsor terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan terdampak,” ucapnya.
“Terus memonitor, memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG dan segera menyiapkan langkah respon cepat misalnya sudah disiapkan jalur evakuasi, tempat evakuasi, kesiapan bersama aparat setempat dan BPBD sudah disiapkan lokasi aman," sambungnya.
(cip)
Lihat Juga :