Mitigasi Cuaca Ekstrem, Modifikasi Cuaca Digelar di Jakarta, Jabar, dan Jateng hingga 3 November

Sabtu, 01 November 2025 - 19:09 WIB
loading...
Mitigasi Cuaca Ekstrem,...
Sejumlah petugas dalam proses Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Foto/Dok SindoNews/Aldhi Chandra
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) Dwikorita Karnawati mengatakan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memulai operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai upaya mitigasi potensi cuaca ekstrem di wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah hingga Senin (3/11/2025). Hal itu juga upaya mencegah bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan tanah longsor.

"Langkah mitigasi antara lain bukan satu satunya cara, BMKG bekerja sama dengan BNPB saat ini sudah memulai operasi modifikasi cuaca sebagai upaya untuk mengurangi potensi meningkatnya curah hujan dan mencegah terjadinya potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. Terutama yang sudah dilaksanakan di wilayah Jawa Barat, DKI, Jawa Tengah serta DI Yogyakarta," kata Dwikorita dalam konferensi pers virtual, Sabtu (1/11/2025).

Ia menjelaskan OMC di Jawa Tengah dilakukan sejak 25 Oktober dan masih berlanjut hingga awal November dengan pelaksanaan Posko Semarang dan Solo, operasi tersebut telah melaksanakan 41 sorti penerbangan menggunakan dua pesawat Cessna, Grand Caravan dengan hasil efektif menurunkan dan meredistribusi curah hujan di wilayah target.

Mitigasi Cuaca Ekstrem, Modifikasi Cuaca Digelar di Jakarta, Jabar, dan Jateng hingga 3 November


Baca juga: Daftar Wilayah Diguyur Hujan Lebat Akibat Fenomena Atmosfer hingga 6 November 2025



"Artinya awan hujan cenderung mengumpul pada suatu titik pada suatu lokasi diupayakan untuk disebarkan atau didistribusikan agar hujan merata tidak satu titik, tapi sangat lebat," ucapnya.

Dwikorita mengatakan untuk wilayah Jawa Barat dan Jakarta OMC dilakukan sejak 23 Oktober dan masih berlanjut hingga saat ini dengan posko di Jakarta sebanyak 29 sorti penerbangan telah dilakukan menggunakan satu pesawat Cessna Caravan dan menunjukkan hasil pengurangan curah hujan secara signifikan.

Lebih lanjut, Ia berharap kolaborasi antara BMKG dan BNPB serta pemerintah daerah semakin ditingkatkan dalam menghadapi potensi hujan ekstrem. "Kami memohon adanya kolaborasi lebih erat, kolaborasi sudah ada dengan meningkatnya potensi hujan ekstrem atau hujan sangat lebat kita harus meningkatkan level kolaborasi, sinergitas perlu lebih ditingkatkan kesiapsiagaan daerah perlu lebih ditingkatkan,” ujarnya.

“BMKG memperkuat kolaborasi dengan BNPB dan pemerintah daerah dalam memperkuat sistem peringatan dini demi peningkatan mitigasi risiko bencana serta pengelolaan dampak cuaca ekstrem di lapangan," ungkapnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
El Nino Diprediksi Mulai...
El Nino Diprediksi Mulai Pertengahan 2026, BMKG: Waspada Potensi Karhutla
Pantau Badai Monsun...
Pantau Badai Monsun di Teluk Benggala, BMKG Ungkap Dampaknya ke Indonesia
814 Bencana Terjadi...
814 Bencana Terjadi Sepanjang 2026, BNPB: Banjir dan Cuaca Ekstrem Mendominasi
Cegah Karhutla Akibat...
Cegah Karhutla Akibat El Nino, Kemenhut-BMKG Perkuat Modifikasi Cuaca
BMKG: Waspada Gelombang...
BMKG: Waspada Gelombang Mencapai 4 Meter di Beberapa Perairan hingga 22 April 2026
BMKG Prediksi Kemarau...
BMKG Prediksi Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Berlangsung Lebih Panjang
Kekeringan Meluas, BNPB...
Kekeringan Meluas, BNPB Laporkan Ribuan Warga Terdampak
Mbappe Ungkap Momen...
Mbappe Ungkap Momen Terjebak 2 Jam di Ruang Ganti
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Rekomendasi
Satgas PRR Aceh Minta...
Satgas PRR Aceh Minta BPJN-Pemda Bangun Komunikasi dengan Warga Enang-Enang
Manjakan Nasabah Premium,...
Manjakan Nasabah Premium, BRI dan Visa Luncurkan Kartu Kredit Infinite dengan Fasilitas Kelas Dunia
B50 Mulai Berjalan 1...
B50 Mulai Berjalan 1 Juli 2026, Harga Solar Dipastikan Tidak Berubah
Berita Terkini
Mensesneg Sebut Prabowo...
Mensesneg Sebut Prabowo Monitor Kasus 3 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal
Penyidik KPK Limpahkan...
Penyidik KPK Limpahkan Berkas Perkara Budiman Bayu Prasojo Tersangka Bea Cukai ke JPU
Citra Positif Polri...
Citra Positif Polri Meningkat, Pakar: Masyarakat Rasakan Perubahan Kinerja Kepolisian
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
PHK Massal Berisiko...
PHK Massal Berisiko Gerus Kelas Menengah, Sekjen Perindo Ferry Kurnia Dorong Insentif Dunia Usaha
Menkomdigi Meutya Hafid:...
Menkomdigi Meutya Hafid: 4,7 Juta Akun Anak di TikTok dan YouTube Dinonaktifkan
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved