IMEDIC 2025 Tegaskan Penguatan Biosecurity Indonesia
Rabu, 29 Oktober 2025 - 19:16 WIB
loading...
2nd International Military Medicine (IMEDIC) Symposium and Workshop di Aston Kartika Grogol, Jakarta, belum lama ini menegaskan peran forum lintas sektor dalam memperkuat biosecurity dan biosafety di layanan kesehatan. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - 2nd International Military Medicine (IMEDIC) Symposium and Workshop di Aston Kartika Grogol, Jakarta, belum lama ini menegaskan peran forum lintas sektor dalam memperkuat biosecurity dan biosafety di layanan kesehatan. Kemudian, mendorong kolaborasi untuk pengembangan obat inovatif.
Agenda bertema Biosecurity and Biosafety in Healthcare Services ini menghadirkan pemangku kepentingan dari kementerian, komunitas medis militer , dan pakar kesehatan untuk berbagi pengetahuan, memamerkan teknologi, dan menyusun strategi kolaboratif.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti pentingnya sinergi Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertahanan agar laboratorium serta sistem kewaspadaan nasional siap merespons ancaman secara cepat dan terukur.
“Teknologi rapid test dan biologi molekuler harus dikuasai, infrastrukturnya dipenuhi, dan tersebar merata agar deteksi dini berjalan cepat,” ujarnya.
Menurut dia, perlunya penguatan jaringan laboratorium di seluruh Indonesia beserta mekanisme dukungan eksternal untuk mengantisipasi ancaman lintas batas.
Kesiapsiagaan menyeluruh dari hulu ke hilir perlu menjadi fokus utama, mulai dari peningkatan kapasitas SDM, penjaminan mutu, hingga tata kelola data yang terintegrasi.
“Kalau perlu kita siapkan proxy di luar negeri agar pencegahan ancaman biosecurity dan biosafety dapat dilakukan lebih dini,” katanya.
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menegaskan biosecurity dan biosafety adalah unsur integral dari sistem pertahanan kesehatan nasional yang harus diperkuat lewat kolaborasi multidisiplin baik tingkat nasional maupun internasional.
“Melalui forum IMEDIC, kami berharap lahir gagasan, kemitraan, dan solusi nyata yang memperkuat sistem biosecurity dan biosafety Indonesia serta meningkatkan kesiapan tenaga kesehatan militer menghadapi ancaman biologis di masa depan,” ujarnya.
Forum ini diharapkan dapat merumuskan rencana aksi konkret antara lain peningkatan kompetensi dan kapasitas tenaga medis militer melalui pelatihan berstandar internasional, pembaruan kurikulum berbasis kebutuhan operasi, serta pertukaran pengetahuan dengan mitra global.
Ketua Perkumpulan Kedokteran Militer (Perdokmil) Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito menilai IMEDIC sebagai wahana penguatan jejaring militer–sipil dan ketahanan kesehatan nasional melalui standardisasi kompetensi, riset terapan, serta latihan bersama.
“Perdokmil berkomitmen menjembatani kolaborasi agar respons terhadap ancaman biologis makin terkoordinasi dari peningkatan kapasitas SDM hingga tata kelola yang memperkuat ketahanan,” ujarnya.
Pujo menambahkan keberlanjutan forum ini penting agar rekomendasi teknis segera diterjemahkan menjadi protokol operasional dan skema rujukan yang jelas. “Fokus kami adalah mendorong praktik yang langsung dapat diterapkan di lapangan, dari peningkatan kapasitas SDM hingga tata kelola yang memperkuat ketahanan kesehatan nasional,” katanya.
Agenda bertema Biosecurity and Biosafety in Healthcare Services ini menghadirkan pemangku kepentingan dari kementerian, komunitas medis militer , dan pakar kesehatan untuk berbagi pengetahuan, memamerkan teknologi, dan menyusun strategi kolaboratif.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti pentingnya sinergi Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertahanan agar laboratorium serta sistem kewaspadaan nasional siap merespons ancaman secara cepat dan terukur.
“Teknologi rapid test dan biologi molekuler harus dikuasai, infrastrukturnya dipenuhi, dan tersebar merata agar deteksi dini berjalan cepat,” ujarnya.
Menurut dia, perlunya penguatan jaringan laboratorium di seluruh Indonesia beserta mekanisme dukungan eksternal untuk mengantisipasi ancaman lintas batas.
Kesiapsiagaan menyeluruh dari hulu ke hilir perlu menjadi fokus utama, mulai dari peningkatan kapasitas SDM, penjaminan mutu, hingga tata kelola data yang terintegrasi.
“Kalau perlu kita siapkan proxy di luar negeri agar pencegahan ancaman biosecurity dan biosafety dapat dilakukan lebih dini,” katanya.
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menegaskan biosecurity dan biosafety adalah unsur integral dari sistem pertahanan kesehatan nasional yang harus diperkuat lewat kolaborasi multidisiplin baik tingkat nasional maupun internasional.
“Melalui forum IMEDIC, kami berharap lahir gagasan, kemitraan, dan solusi nyata yang memperkuat sistem biosecurity dan biosafety Indonesia serta meningkatkan kesiapan tenaga kesehatan militer menghadapi ancaman biologis di masa depan,” ujarnya.
Forum ini diharapkan dapat merumuskan rencana aksi konkret antara lain peningkatan kompetensi dan kapasitas tenaga medis militer melalui pelatihan berstandar internasional, pembaruan kurikulum berbasis kebutuhan operasi, serta pertukaran pengetahuan dengan mitra global.
Ketua Perkumpulan Kedokteran Militer (Perdokmil) Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito menilai IMEDIC sebagai wahana penguatan jejaring militer–sipil dan ketahanan kesehatan nasional melalui standardisasi kompetensi, riset terapan, serta latihan bersama.
“Perdokmil berkomitmen menjembatani kolaborasi agar respons terhadap ancaman biologis makin terkoordinasi dari peningkatan kapasitas SDM hingga tata kelola yang memperkuat ketahanan,” ujarnya.
Pujo menambahkan keberlanjutan forum ini penting agar rekomendasi teknis segera diterjemahkan menjadi protokol operasional dan skema rujukan yang jelas. “Fokus kami adalah mendorong praktik yang langsung dapat diterapkan di lapangan, dari peningkatan kapasitas SDM hingga tata kelola yang memperkuat ketahanan kesehatan nasional,” katanya.
(jon)
Lihat Juga :