Sharing Session SINDOnews Ajak Gen Z Berani Tentukan Arah dan Berkontribusi Nyata
Selasa, 28 Oktober 2025 - 20:15 WIB
loading...
A
A
A
Irvan mendorong mahasiswa untuk memadukan konten digital dengan aksi nyata. “Padukan dunia media sosial dengan inisiatif sosial. Setelah itu, bangun komunitas dengan tata kelola yang baik agar gerakannya berkelanjutan dan berdampak,” jelasnya.
Irvan menambahkan, Generasi Z memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam visi Indonesia Emas 2045. “Saat 2045 nanti, usia Gen Z akan berada di masa puncak kariernya. Jadi sekaranglah saatnya mereka menyiapkan diri agar bisa memberi kontribusi terbaik bagi bangsa,” katanya.
Sementara itu, Siska Nirmala, Inisiator Gerakan Zero Waste Adventure, menegaskan bahwa perubahan besar berawal dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. “Teman-teman enggak perlu mikir mau mengubah dunia. Cukup lakukan hal sederhana yang bisa dilakukan hari ini,” ucapnya.
Siska mencontohkan kebiasaan kecil seperti membawa kantong kain sendiri untuk mengurangi penggunaan plastik. “Perubahan bukan soal bikin event besar, tapi kerja-kerja kecil yang dilakukan konsisten,” tegasnya.
Siska juga bercerita tentang perjuangannya membangun Toko Nol Sampah sejak 2020 yang kini sudah dikenal luas. “Orang bilang hebat ya toko nol sampah sudah lima tahun. Enggak tahu aja, tiga tahun pertama itu berdarah-darah,” katanya sambil tersenyum.
Menurut Siska, yang terpenting bagi Gen Z adalah terus bergerak tanpa harus menunggu momentum besar. “Kalau semua orang mulai peduli, enggak akan ada lagi tumpukan sampah di sekitar kita,” tambahnya.
Irvan menambahkan, Generasi Z memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam visi Indonesia Emas 2045. “Saat 2045 nanti, usia Gen Z akan berada di masa puncak kariernya. Jadi sekaranglah saatnya mereka menyiapkan diri agar bisa memberi kontribusi terbaik bagi bangsa,” katanya.
Sementara itu, Siska Nirmala, Inisiator Gerakan Zero Waste Adventure, menegaskan bahwa perubahan besar berawal dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. “Teman-teman enggak perlu mikir mau mengubah dunia. Cukup lakukan hal sederhana yang bisa dilakukan hari ini,” ucapnya.
Siska mencontohkan kebiasaan kecil seperti membawa kantong kain sendiri untuk mengurangi penggunaan plastik. “Perubahan bukan soal bikin event besar, tapi kerja-kerja kecil yang dilakukan konsisten,” tegasnya.
Siska juga bercerita tentang perjuangannya membangun Toko Nol Sampah sejak 2020 yang kini sudah dikenal luas. “Orang bilang hebat ya toko nol sampah sudah lima tahun. Enggak tahu aja, tiga tahun pertama itu berdarah-darah,” katanya sambil tersenyum.
Menurut Siska, yang terpenting bagi Gen Z adalah terus bergerak tanpa harus menunggu momentum besar. “Kalau semua orang mulai peduli, enggak akan ada lagi tumpukan sampah di sekitar kita,” tambahnya.
(cip)
Lihat Juga :