Ucapkan Selamat Hari Santri Nasional, Prabowo: Kita Tidak Boleh Lupa Resolusi Jihad
Sabtu, 25 Oktober 2025 - 09:51 WIB
loading...
A
A
A
“Kita tidak boleh lupa Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 atau 1367 Hijiriah yang digelorakan KH Hasyim Asy’ari adalah tonggak penting dalam sejarah bangsa — sebuah perjalanan menuju Indonesia merdeka yang berdaulat dan bermartabat,” ungkap Kepala Negara.
Tema Hari Santri Nasional tahun ini, “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”, disebut Presiden Prabowo sebagai cerminan tekad santri masa kini untuk berkontribusi pada kemajuan bangsa. Meski demikian, Presiden Prabowo menekankan bahwa santri harus siap menjadi bagian dari kemajuan global tanpa melepaskan akar nilai keislaman dan keindonesiaan.
“Saya percaya, santri hari ini bukan hanya penjaga moral bangsa, tetapi juga pelopor kemajuan yang menguasai ilmu agama dan ilmu dunia, yang berakhlak dan berdaya saing,” ucap Presiden.
Baca juga: Hari Santri 2025, Sorotan Publik Harus Jadi Momentum Perbaikan
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut menyampaikan langkah konkret pemerintah untuk memperkuat ekosistem pendidikan keagamaan berbasis pesantren. Dia menyatakan telah merestui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di bawah Kementerian Agama.
Tema Hari Santri Nasional tahun ini, “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”, disebut Presiden Prabowo sebagai cerminan tekad santri masa kini untuk berkontribusi pada kemajuan bangsa. Meski demikian, Presiden Prabowo menekankan bahwa santri harus siap menjadi bagian dari kemajuan global tanpa melepaskan akar nilai keislaman dan keindonesiaan.
“Saya percaya, santri hari ini bukan hanya penjaga moral bangsa, tetapi juga pelopor kemajuan yang menguasai ilmu agama dan ilmu dunia, yang berakhlak dan berdaya saing,” ucap Presiden.
Baca juga: Hari Santri 2025, Sorotan Publik Harus Jadi Momentum Perbaikan
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut menyampaikan langkah konkret pemerintah untuk memperkuat ekosistem pendidikan keagamaan berbasis pesantren. Dia menyatakan telah merestui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di bawah Kementerian Agama.
Lihat Juga :