Legislator PKB Ajak Maknai Momentum Hari Santri dengan Aksi Nyata
Sabtu, 25 Oktober 2025 - 07:37 WIB
loading...
Wakil Ketua Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh atau akrab disapa Nduk Nik melalui komunitas Nduk Nik Militans (N2M) kembali menggelar khitanan massal gratis bagi masyarakat Bondowoso. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh atau akrab disapa Nduk Nik melalui komunitas Nduk Nik Militans (N2M) kembali menggelar khitanan massal gratis bagi masyarakat Bondowoso, Kamis 23 Oktober 2025. Sedikitnya 30 anak berusia 3–14 tahun ikut serta dalam kegiatan sosial yang digelar di kediaman anggota DPRD Bondowoso Gina Belanza Mulia di Desa Gebang, Kecamatan Tenggarang.
Kegiatan berlangsung penuh keceriaan dan didampingi tenaga medis profesional yang juga anggota N2M. Nduk Nik mengatakan, khitanan massal merupakan agenda rutin tahunan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Kegiatan ini sekaligus untuk memperingati Hari Santri Nasional 2025 dengan peserta masyakarat yang kurang mampu.
"Khitanan ini bukan sekadar kegiatan sosial, tapi juga bagian dari pengabdian kami kepada umat. Momen Hari Santri kami maknai dengan pengabdian nyata, yaitu menghadirkan layanan kesehatan dasar yang layak dan aman untuk anak-anak dari keluarga yang membutuhkan,” ujarnya, Sabtu (25/10/2025).
Baca juga: Presiden Prabowo Setuju Bentuk Ditjen Pesantren, Ketum PKB: Langkah Bersejarah
Legislator asal Dapil Jatim III itu menjelaskan, program khitan massal menargetkan anak-anak dari keluarga kurang mampu di wilayah pedesaan Bondowoso dan sekitarnya. Selain meringankan beban ekonomi masyarakat, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran tentang kesehatan reproduksi dan kebersihan diri sejak dini.
Nduk Nik menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota N2M, yang mayoritas berasal dari kalangan santri sekaligus tenaga kesehatan, atas dedikasi dan konsistensi mereka dalam mengabdi kepada masyarakat.
“Saya bangga kepada teman-teman N2M. Mereka ini ada yang alumni pesantren dan aktif di dunia kesehatan, baik itu perawat, bidan, tenaga medis, dan terus menghidupkan semangat khidmah di tengah masyarakat. Tidak hanya saat khitan massal, tapi juga setiap kali ada kebutuhan layanan kesehatan mendesak, termasuk dalam situasi bencana,” tutur Nduk Nik.
Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa itu menambahkan, semangat gotong royong dan pengabdian sosial seperti yang dilakukan N2M mencerminkan jiwa santri yang peduli, tangguh, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. “Inilah bentuk nyata kehadiran negara melalui wakil rakyat dan komunitas relawan santri yang bekerja langsung di akar rumput,” pungkasnya.
Kegiatan berlangsung penuh keceriaan dan didampingi tenaga medis profesional yang juga anggota N2M. Nduk Nik mengatakan, khitanan massal merupakan agenda rutin tahunan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Kegiatan ini sekaligus untuk memperingati Hari Santri Nasional 2025 dengan peserta masyakarat yang kurang mampu.
"Khitanan ini bukan sekadar kegiatan sosial, tapi juga bagian dari pengabdian kami kepada umat. Momen Hari Santri kami maknai dengan pengabdian nyata, yaitu menghadirkan layanan kesehatan dasar yang layak dan aman untuk anak-anak dari keluarga yang membutuhkan,” ujarnya, Sabtu (25/10/2025).
Baca juga: Presiden Prabowo Setuju Bentuk Ditjen Pesantren, Ketum PKB: Langkah Bersejarah
Legislator asal Dapil Jatim III itu menjelaskan, program khitan massal menargetkan anak-anak dari keluarga kurang mampu di wilayah pedesaan Bondowoso dan sekitarnya. Selain meringankan beban ekonomi masyarakat, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran tentang kesehatan reproduksi dan kebersihan diri sejak dini.
Nduk Nik menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota N2M, yang mayoritas berasal dari kalangan santri sekaligus tenaga kesehatan, atas dedikasi dan konsistensi mereka dalam mengabdi kepada masyarakat.
“Saya bangga kepada teman-teman N2M. Mereka ini ada yang alumni pesantren dan aktif di dunia kesehatan, baik itu perawat, bidan, tenaga medis, dan terus menghidupkan semangat khidmah di tengah masyarakat. Tidak hanya saat khitan massal, tapi juga setiap kali ada kebutuhan layanan kesehatan mendesak, termasuk dalam situasi bencana,” tutur Nduk Nik.
Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa itu menambahkan, semangat gotong royong dan pengabdian sosial seperti yang dilakukan N2M mencerminkan jiwa santri yang peduli, tangguh, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. “Inilah bentuk nyata kehadiran negara melalui wakil rakyat dan komunitas relawan santri yang bekerja langsung di akar rumput,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :