Kemenbud Luncurkan Budaya Go!, Titik Temu Kebudayaan dan Teknologi Digital

Jum'at, 24 Oktober 2025 - 22:36 WIB
loading...
Kemenbud Luncurkan Budaya...
Kemenbud meluncurkan BUDAYA GO! Kompetisi Inovasi Digital Budaya Indonesia, sebuah program yang menghubungkan dunia kebudayaan dan teknologi digital sebagai bagian dari upaya memajukan kebudayaan di era transformasi teknologi. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) resmi meluncurkan BUDAYA GO! Kompetisi Inovasi Digital Budaya Indonesia, sebuah program yang menghubungkan dunia kebudayaan dan teknologi digital sebagai bagian dari upaya memajukan kebudayaan di era transformasi teknologi. Acara peluncuran digelar di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A, Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta.

Acara ini dihadiri oleh jajaran pejabat kementerian, komunitas budaya, akademisi, pengembang teknologi, dan perwakilan mahasiswa dari berbagai daerah. Peluncuran ini sekaligus menjadi pembuka masa pendaftaran kompetisi BUDAYA GO! yang terbuka untuk kategori mahasiswa dan profesional di seluruh Indonesia.

Baca juga: Pegiat dan Komunitas Budaya Diharapkan Bisa Lebih Memanfaatkan Teknologi Digital

Sebagai bagian dari peluncuran, digelar bincang inspiratif bertajuk “Titik Temu Budaya dan Teknologi”, menghadirkan dua sosok dari dua dunia yang berbeda, namun saling terkait yakni Basuki Teguh Yuwono, Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Sejarah dan Perlindungan Warisan Budaya dan Shinta Dhanuwardoyo, Founder Bubu.com dan pelaku ekosistem digital nasional.

Dalam sesi diskusi, Basuki Teguh Yuwono menekankan pentingnya menempatkan teknologi dalam posisi yang strategis dalam pengembangan budaya nasional.

“Teknologi bukan sekadar alat bantu melainkan bagian dari media kebudayaan itu sendiri. Dia harus menjadi jembatan yang menghubungkan warisan budaya dengan masa depan, tanpa menghilangkan makna dan nilai tradisinya,” ujarnya, Jumat (24/10/2025).

Basuki mencontohkan dunia wayang dan keris, dua warisan budaya yang mampu bertahan karena selalu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Wayang tidak pernah mati karena terus menemukan bentuk baru. Begitu juga keris. Saya mencoba mendokumentasikannya lewat film pendek, digitalisasi, dan sertifikat digital agar lebih mudah diakses generasi muda. Itulah wujud bagaimana teknologi memperkuat nilai budaya,” jelasnya.

Pelaku budaya harus mampu menempatkan teknologi secara proporsional baik dalam proses kreatif maupun dalam menjaga autentisitas. “Kebudayaan yang kuat adalah kebudayaan yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan akar nilai dan identitasnya,” katanya.

Basuki juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pelaku budaya, inovator digital, dan akademisi. “Kita tidak bisa berjalan sendiri. Dunia kebudayaan harus menggandeng dunia teknologi, karena sinergi inilah yang akan melahirkan inovasi dan memperluas jangkauan budaya Indonesia di tingkat global,” ujarnya.

Dalam perspektif dunia teknologi, Shinta Dhanuwardoyo menambahkan bahwa kemajuan teknologi justru membuka ruang baru bagi budaya untuk berkembang dan berinteraksi dengan masyarakat luas.

“Teknologi bukan lawan budaya. Justru teknologi menjadi jembatan untuk mendekatkan masyarakat pada kekayaan budayanya,” ungkap Shinta.

Menurut dia, definisi budaya kini semakin luas. Tidak hanya mencakup warisan tradisional seperti batik, tarian, atau musik daerah, tetapi juga mencakup budaya digital seperti fashion, konten kreatif, gaming, hingga gaya hidup digital yang menjadi bagian dari ekspresi budaya masa kini.

“Dengan hadirnya teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), AR/VR, dan platform digital, memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia menjadi jauh lebih mudah. Tantangannya sekarang adalah bagaimana kita mengemasnya dengan cara yang menarik, interaktif, dan relevan dengan bahasa generasi muda,” ungkapnya.

Shinta juga menilai bahwa program BUDAYA GO! merupakan langkah konkret dari pemerintah untuk menjembatani generasi muda dengan kebudayaan nasional melalui pendekatan teknologi.

Sebagai kompetisi inovasi digital, BUDAYA GO! membuka ruang bagi peserta untuk menciptakan solusi digital yang mendorong pemajuan kebudayaan melalui berbagai cakupan bentuk teknologi digital seperti Web App, Mobile App, Artificial Intelligence (AI), Game AR/VR, atau kombinasi dari semuanya.

Peluncuran Budaya GO! juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Kebudayaan 2025, yang menandai langkah baru dalam membawa kebudayaan Indonesia bertransformasi di tengah kemajuan teknologi.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Maarif Institute Ajak...
Maarif Institute Ajak Publik Meneladani Buya Syafii melalui Pentas Budaya
Hadapi Dominasi China...
Hadapi Dominasi China Dalam Ranah Digital, Indonesia Diimbau Waspadai Risiko Ketergantungan
Bahas RUU Polri, Pemerintah...
Bahas RUU Polri, Pemerintah Perkuat Pengawasan Internal dengan Pemanfaatan Teknologi
Hasan Nasbi Dorong Mahasiswa...
Hasan Nasbi Dorong Mahasiswa Fisip Unpas Lebih Kritis Hadapi Disrupsi Digital
Galungan Jadi Momentum...
Galungan Jadi Momentum Jaga Budaya Bali, Partai Perindo Ajak Perkuat Persatuan
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Rekomendasi
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Berita Terkini
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved