Menaker: Pemerintah Anggarkan Rp8 Triliun untuk Cetak 500.000 Tenaga Kerja Terampil
Jum'at, 24 Oktober 2025 - 20:20 WIB
loading...
Menaker Yassierli mengatakan, pemerintah berkomitmen mencetak tenaga kerja terampil. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp8 triliun untuk tenaga kerja terampil agar bisa diserap lapangan kerja di luar negeri. Total ada melatih 500.000 tenaga kerja yang akan diberikan pelatihan.
Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Yassierli mengatakan, sebenarnya pelatihan-pelatihan tenaga kerja sudah dilakukan. Hanya saja Presiden Prabowo Subianto ingin lebih massif.
“Kalau kita lihat peluang kerja di luar negeri memang sangat besar. Jadi memang ada beberapa negara yang selama ini kita sudah kerja sama mengirim tenaga kerja apakah temproray atau kontak seperti Jepang, Korea, ini memang hal yang harus kita optimalkan,” ujarnya dalam Program Ekslusif Sindo Sore, Jumat (24/10/2025).
Baca juga: Menaker Berharap Peserta Program Magang Diserap Maksimal oleh Perusahaan
Selama ini, kata Yassierli, biaya pelatihannya ada yang disupport pemerintah, namun ada juga yang menyiapkan sendiri. Menurut Yassierli, pelatihan tersebut ada yang di instansi pemerintah dan swasta. “Dengan kebijakan pemerintah yang baru, pemerintah akan memfasilitasi pelatihan untuk 500.000,” ucapnya.
Adapun pelatihan yang diberikan yakni keterampilan mengelas mengingat kebutuhan di luar negeri sangat besar. Selain itu, pelatihan hospitality untuk di perhotelan serta nurse atau perawat di mana kerja sama sudah terjalin dengan Jepang.
Baca juga: Ancaman PHK Masih Menghantui RI, Menaker Sebut PR Kita Semua
“Kami juga sudah bekerja sama dengan kawasan industri. Balai-balai kita juga sudah memiliki network. Kalau sekarang Pa Presiden minta 500.000 orang dengan didanai oleh pemerintah,” katanya.
Menurut Yassierli, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) untuk kemudian membuat perjanjian dengan negara-negara mana yang akan ditempatkan.
“Kita ada balai-balai dan juga pihak swasta. Kalau angkanya 500.000 ini harus ada upaya kerja bersama semua. Saat ini, kami menyiapkan seberapa banyak kapasitasnya,” ujarnya.
Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Yassierli mengatakan, sebenarnya pelatihan-pelatihan tenaga kerja sudah dilakukan. Hanya saja Presiden Prabowo Subianto ingin lebih massif.
“Kalau kita lihat peluang kerja di luar negeri memang sangat besar. Jadi memang ada beberapa negara yang selama ini kita sudah kerja sama mengirim tenaga kerja apakah temproray atau kontak seperti Jepang, Korea, ini memang hal yang harus kita optimalkan,” ujarnya dalam Program Ekslusif Sindo Sore, Jumat (24/10/2025).
Baca juga: Menaker Berharap Peserta Program Magang Diserap Maksimal oleh Perusahaan
Selama ini, kata Yassierli, biaya pelatihannya ada yang disupport pemerintah, namun ada juga yang menyiapkan sendiri. Menurut Yassierli, pelatihan tersebut ada yang di instansi pemerintah dan swasta. “Dengan kebijakan pemerintah yang baru, pemerintah akan memfasilitasi pelatihan untuk 500.000,” ucapnya.
Adapun pelatihan yang diberikan yakni keterampilan mengelas mengingat kebutuhan di luar negeri sangat besar. Selain itu, pelatihan hospitality untuk di perhotelan serta nurse atau perawat di mana kerja sama sudah terjalin dengan Jepang.
Baca juga: Ancaman PHK Masih Menghantui RI, Menaker Sebut PR Kita Semua
“Kami juga sudah bekerja sama dengan kawasan industri. Balai-balai kita juga sudah memiliki network. Kalau sekarang Pa Presiden minta 500.000 orang dengan didanai oleh pemerintah,” katanya.
Menurut Yassierli, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) untuk kemudian membuat perjanjian dengan negara-negara mana yang akan ditempatkan.
“Kita ada balai-balai dan juga pihak swasta. Kalau angkanya 500.000 ini harus ada upaya kerja bersama semua. Saat ini, kami menyiapkan seberapa banyak kapasitasnya,” ujarnya.
(cip)
Lihat Juga :