GREAT Institute: Presiden Brasil Lula Sukses Wujudkan Sosialisme
Jum'at, 24 Oktober 2025 - 11:13 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva di Istana Merdeka. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva telah mengadakan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada Kamis, 23 Oktober 2025. Ia disambut oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka dalam upacara kenegaraan dan dilanjutkan dengan agenda pertemuan bilateral bersama delegasi kedua negara.
Terkait hal tersebut, Ketua Dewan Direktur GREAT Institute Syahganda Nainggolan mengapresiasi kunjungan Lula da Silva ke Jakarta. "Lula adalah pemimpin yang sukses mewujudkan sosialisme sebagai ideologi yang memakmurkan rakyat di Brazil," ujar aktivis pro demokrasi tersebut, Jumat (24/10/2025).
Syahganda menambahkan, Brasil sebagai negara yang sudah lama menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak 1955, menambahkan program-program kebijakan sosial lainnya seperti jaminan kesehatan, pendidikan gratis.
Baca juga: Presiden Lula Beri Hadiah Jersey dengan Nomor 8 ke Prabowo: Nomor Keberuntungan
"Di bawah Lula da Silva, Brasil berhasil mewujudkan Program MBG untuk 40 juta anak usia sekolah setiap hari, dan Indonesia perlu mencontoh keberhasilan Brasil dalam menjalankan program ini di tengah banyaknya masalah seperti keracunan," tegas Syahganda.
Sementara itu, Ketua Dewan Penasihat GREAT Institute Mohammad Jumhur Hidayat menambahkan, Lula da Silva adalah tipe pemimpin yang lahir dari gerakan buruh sehingga memiliki keberpihakan yang sangat tegas terhadap pemberdayaan kaum buruh.
Baca juga: Indonesia-Brasil Sepakati 8 Kerja Sama di Sektor Energi hingga Sains dan Teknologi
"Program-program sosialis Lula menyasar paling utama ke kaum buruh, seperti jaminan kesehatan, pendidikan gratis hingga MBG untuk anak-anak kaum buruh," tegas Ketua Umum Serikat Pekerja Seluruh Indonesia tersebut.
Lula dalam pidatonya mengapresiasi peranan Indonesia dalam perdamaian dunia, ia menyebut dunia berutang jasa pada Indonesia. "Dunia berkembang memiliki utang sejarah kepada Indonesia, karena 70 tahun lalu, Konferensi Asia-Afrika di Bandung telah menjadi fondasi gerakan solidaritas negara-negara berkembang,” kata Presiden Lula.
Terkait hal tersebut, Ketua Dewan Direktur GREAT Institute Syahganda Nainggolan mengapresiasi kunjungan Lula da Silva ke Jakarta. "Lula adalah pemimpin yang sukses mewujudkan sosialisme sebagai ideologi yang memakmurkan rakyat di Brazil," ujar aktivis pro demokrasi tersebut, Jumat (24/10/2025).
Syahganda menambahkan, Brasil sebagai negara yang sudah lama menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak 1955, menambahkan program-program kebijakan sosial lainnya seperti jaminan kesehatan, pendidikan gratis.
Baca juga: Presiden Lula Beri Hadiah Jersey dengan Nomor 8 ke Prabowo: Nomor Keberuntungan
"Di bawah Lula da Silva, Brasil berhasil mewujudkan Program MBG untuk 40 juta anak usia sekolah setiap hari, dan Indonesia perlu mencontoh keberhasilan Brasil dalam menjalankan program ini di tengah banyaknya masalah seperti keracunan," tegas Syahganda.
Sementara itu, Ketua Dewan Penasihat GREAT Institute Mohammad Jumhur Hidayat menambahkan, Lula da Silva adalah tipe pemimpin yang lahir dari gerakan buruh sehingga memiliki keberpihakan yang sangat tegas terhadap pemberdayaan kaum buruh.
Baca juga: Indonesia-Brasil Sepakati 8 Kerja Sama di Sektor Energi hingga Sains dan Teknologi
"Program-program sosialis Lula menyasar paling utama ke kaum buruh, seperti jaminan kesehatan, pendidikan gratis hingga MBG untuk anak-anak kaum buruh," tegas Ketua Umum Serikat Pekerja Seluruh Indonesia tersebut.
Lula dalam pidatonya mengapresiasi peranan Indonesia dalam perdamaian dunia, ia menyebut dunia berutang jasa pada Indonesia. "Dunia berkembang memiliki utang sejarah kepada Indonesia, karena 70 tahun lalu, Konferensi Asia-Afrika di Bandung telah menjadi fondasi gerakan solidaritas negara-negara berkembang,” kata Presiden Lula.
(cip)
Lihat Juga :