Polri Ungkap 38.934 Kasus Narkoba Sepanjang 2025, KPAI: Lindungi Anak dan Selamatkan Bangsa
Jum'at, 24 Oktober 2025 - 09:17 WIB
loading...
A
A
A
Kawiyan mendukung apa yang dilakukan Polri dalam mengungkap ribuan kasus narkoba terutama yang menjerat anak baik sebagai pelaku maupun korban. "Melindungi anak dari penyalahgunaan narkotika berarti menyelamatkan bangsa. Karena anak-anak merupakan generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa," ujarnya.
Terkait dengan kasus yang diungkap Bareskrim Polri, Kawiyan meminta aparat penegak hukum harus berani menjatuhkan hukuman maksimal tehadap para pelaku dewasa. Sementara anak-anak yang terlibat baik itu sebagai pengguna maupun pengedar harus direhabilitasi. "Anak-anak tersebut harus dipulihkan dan tetap mendapatkan hak-haknya sebagai anak," ucapnya.
Baca juga: Pengungkapan 197 Ton Narkoba Implementasi Keseriusan Polri Berantas Narkoba
Selain itu juga perlu dilakukan sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan anak-anak, baik di sekolah atau pesantren secara langsung maupun lewat media sosial.
Kawiyan menuturkan, perlu dibuat materi kampanye pencegahan narkotika yang mampu menyasar anak dari berbagai lapisan dan latarbelakang. "Saat ini sepertinya sosialisasi atau kampanye pencegahan narkotika sedang kendor. Perlu digencarkan lagi," katanya.
Terkait dengan kasus yang diungkap Bareskrim Polri, Kawiyan meminta aparat penegak hukum harus berani menjatuhkan hukuman maksimal tehadap para pelaku dewasa. Sementara anak-anak yang terlibat baik itu sebagai pengguna maupun pengedar harus direhabilitasi. "Anak-anak tersebut harus dipulihkan dan tetap mendapatkan hak-haknya sebagai anak," ucapnya.
Baca juga: Pengungkapan 197 Ton Narkoba Implementasi Keseriusan Polri Berantas Narkoba
Selain itu juga perlu dilakukan sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan anak-anak, baik di sekolah atau pesantren secara langsung maupun lewat media sosial.
Kawiyan menuturkan, perlu dibuat materi kampanye pencegahan narkotika yang mampu menyasar anak dari berbagai lapisan dan latarbelakang. "Saat ini sepertinya sosialisasi atau kampanye pencegahan narkotika sedang kendor. Perlu digencarkan lagi," katanya.
Lihat Juga :