Pengacara Keluarga Arya Daru: Polda Metro Enggak Bisa Bantu Kita ke Kosan
Kamis, 23 Oktober 2025 - 13:32 WIB
loading...
Kompolnas saat mendatangi kos almarhum Arya Daru Pangayunan (ADP), diplomat Kemlu di Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/7/2025). Foto/Nur Khabibi
A
A
A
JAKARTA - Pengacara keluarga Arya Daru Pangayunan (ADP) mengaku sampai saat ini tak bisa ke kosan atau Tempat Kejadian Perkara (TKP) kematian diplomat muda tersebut. Pasalnya, pemilik tempat tak memberikan izin.
Pengacara keluarga ADP Dwi Librianto mengungkapkan, pihaknya ingin ke lokasi kejadian untuk mencari petunjuk terbaru dan melakukan pendalaman agar kasus ini kembali berjalan secara transparan. Namun sayangnya, kata Dwi, Polda Metro Jaya tidak bisa membantu hal tersebut.
"Yang terutama kita minta untuk ke TKP, tapi sampai sekarang Polda karena pihak pemilik keberatan, jadi Polda nggak bisa bantu kita untuk bisa ke TKP. Padahal kalau ini bisa ditingkatkan ke penyidikan nggak ada masalah sebenarnya. Untuk meningkatkan ke penyidikan sangatlah mudah sebenarnya," kata Dwi di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (23/10/2025).
Baca juga: Pengacara Keluarga Arya Daru Minta Vara dan Dion Diperiksa
Menurut Dwi, banyak saksi fakta yang bisa kembali diperiksa polisi untuk dasar perkara ini kembali ditingkatkan menjadi penyidikan. "Nah itu yang akan kita dorong di sini. Yang paling penting adalah kita minta gelar perkara khusus supaya bisa terbuka. Jadi perkara sudah cukup lama ya. sejak ekspose tanggal 28 sampai sekarang belum ada kemajuan. Padahal kita benar-benar mengikuti apa yang Polda inginkan," ujar Dwi.
Dwi pun menyatakan, pihaknya telah mengantongi beberapa bukti yang bisa ditunjukkan ke penyidik terkait dengan lokasi TKP. "Ada hal-hal apa, kami juga ada bukti yang bisa kami tunjukkan. Karena banyak hal di lapangan. Sebenarnya ini perkara kecil, ini hanya tempat kos. Itu kalau diselidiki benar, rasanya bisa terang-benderang kok ini. Kami justru ingin sama-sama membantu mengungkap kasus ini. Jangan berhenti sampai di sini," papar Dwi.
Jenazah Arya ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kamar kosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa, 8 Juli 2025 lalu. Ia ditemukan dengan wajah terbungkus plastik dan lakban kuning, yang sempat menimbulkan spekulasi publik soal dugaan pembunuhan.
Pengacara keluarga ADP Dwi Librianto mengungkapkan, pihaknya ingin ke lokasi kejadian untuk mencari petunjuk terbaru dan melakukan pendalaman agar kasus ini kembali berjalan secara transparan. Namun sayangnya, kata Dwi, Polda Metro Jaya tidak bisa membantu hal tersebut.
"Yang terutama kita minta untuk ke TKP, tapi sampai sekarang Polda karena pihak pemilik keberatan, jadi Polda nggak bisa bantu kita untuk bisa ke TKP. Padahal kalau ini bisa ditingkatkan ke penyidikan nggak ada masalah sebenarnya. Untuk meningkatkan ke penyidikan sangatlah mudah sebenarnya," kata Dwi di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (23/10/2025).
Baca juga: Pengacara Keluarga Arya Daru Minta Vara dan Dion Diperiksa
Menurut Dwi, banyak saksi fakta yang bisa kembali diperiksa polisi untuk dasar perkara ini kembali ditingkatkan menjadi penyidikan. "Nah itu yang akan kita dorong di sini. Yang paling penting adalah kita minta gelar perkara khusus supaya bisa terbuka. Jadi perkara sudah cukup lama ya. sejak ekspose tanggal 28 sampai sekarang belum ada kemajuan. Padahal kita benar-benar mengikuti apa yang Polda inginkan," ujar Dwi.
Dwi pun menyatakan, pihaknya telah mengantongi beberapa bukti yang bisa ditunjukkan ke penyidik terkait dengan lokasi TKP. "Ada hal-hal apa, kami juga ada bukti yang bisa kami tunjukkan. Karena banyak hal di lapangan. Sebenarnya ini perkara kecil, ini hanya tempat kos. Itu kalau diselidiki benar, rasanya bisa terang-benderang kok ini. Kami justru ingin sama-sama membantu mengungkap kasus ini. Jangan berhenti sampai di sini," papar Dwi.
Jenazah Arya ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kamar kosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa, 8 Juli 2025 lalu. Ia ditemukan dengan wajah terbungkus plastik dan lakban kuning, yang sempat menimbulkan spekulasi publik soal dugaan pembunuhan.
(rca)
Lihat Juga :