Kenapa Gembong Narkoba Fredy Pratama Belum Tertangkap? Bareskrim Ungkap Kendalanya
Kamis, 23 Oktober 2025 - 11:21 WIB
loading...
A
A
A
"Ada, orang lari ke luar negeri. Ada prosedurnya. Kita red notice. Dikirim ke Hubinter. Hubinter bekerja sama dengan Interpol dan lain-lain. Karena orangnya tidak ada di wilayah hukum kita," ujar Eko.
Sebelumnya, nama buronan gembong narkoba internasional Fredy Pratama tiba-tiba tidak lagi tercantum dalam daftar red notice Interpol. Padahal, selama ini identitas Fredy sempat terpampang lengkap di situs resmi lembaga kepolisian dunia itu.
Dalam catatan Interpol, Fredy tercatat lahir di Banjarmasin pada 25 Juni 1985. Ia digambarkan berambut panjang hitam, mengenakan kaus biru, dan sempat masuk dalam daftar bersama tujuh buronan lain, di antaranya Pietruschka Evelina Fadil (64), Kurniawan Edo (40), hingga Daschbach Richard Jude (88).
Namun, kini namanya hilang. Menanggapi hal itu, Sekretaris National Central Bureau (NCB) Interpol Polri Brigadir Jenderal Polisi Untung Widyatmoko memberikan penjelasan. "Dalam red notice memang ada dua tipe,” kata Untung, Rabu, 1 Oktober 2025.
Sebelumnya, nama buronan gembong narkoba internasional Fredy Pratama tiba-tiba tidak lagi tercantum dalam daftar red notice Interpol. Padahal, selama ini identitas Fredy sempat terpampang lengkap di situs resmi lembaga kepolisian dunia itu.
Dalam catatan Interpol, Fredy tercatat lahir di Banjarmasin pada 25 Juni 1985. Ia digambarkan berambut panjang hitam, mengenakan kaus biru, dan sempat masuk dalam daftar bersama tujuh buronan lain, di antaranya Pietruschka Evelina Fadil (64), Kurniawan Edo (40), hingga Daschbach Richard Jude (88).
Namun, kini namanya hilang. Menanggapi hal itu, Sekretaris National Central Bureau (NCB) Interpol Polri Brigadir Jenderal Polisi Untung Widyatmoko memberikan penjelasan. "Dalam red notice memang ada dua tipe,” kata Untung, Rabu, 1 Oktober 2025.
Lihat Juga :