Idrus: Pemerintahan Prabowo Lakukan Penataan Mendasar, Golkar Siap Terdepan Mendukung
Rabu, 22 Oktober 2025 - 23:45 WIB
loading...
A
A
A
Langkah itu terlihat dalam kebijakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di bawah Menteri Bahlil Lahadalia. Dalam beberapa bulan terakhir, Bahlil mempercepat reformasi tata kelola tambang dan energi dengan memberi akses lebih besar kepada UMKM, koperasi, serta masyarakat daerah.
“Golkar menilai kebijakan Pak Bahlil sangat inovatif dan memihak rakyat. Pengelolaan sumber daya alam tidak boleh hanya dinikmati segelintir elite, tetapi harus melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama,” imbuhnya.
Data Badan Geologi 2025 menunjukkan pemerintah telah memperbarui Neraca Sumber Daya Mineral dan Batubara Indonesia untuk 29 komoditas utama, termasuk nikel, tembaga, emas, dan bauksit. Langkah ini menjadi bentuk transparansi dan efisiensi pengelolaan sumber daya alam nasional.
Sementara itu, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 mencapai 5,12 persen, sebagian besar didorong oleh hilirisasi tambang dan perluasan peran UMKM di sektor energi. Kebijakan pembaruan struktural tersebut sejalan dengan gagasan tiga ekonom yang baru saja memenangkan Hadiah Nobel Ekonomi 2025 — Joel Mokyr, Philippe Aghion, dan Peter Howitt.
Ketiganya dianugerahi penghargaan bergengsi itu atas teori mereka mengenai “pertumbuhan berkelanjutan melalui penghancuran kreatif” (creative destruction). “Pertumbuhan ekonomi sejati datang dari inovasi yang menggantikan sistem lama dengan cara baru yang lebih efisien. Namun, penghancuran kreatif hanya bisa berhasil jika ada kebijakan publik yang adil dan inklusif,” ujar Philippe Aghion dalam konferensi pers di Stockholm.
Sementara Peter Howitt menambahkan bahwa inovasi bukan sekadar teknologi, melainkan perubahan cara berpikir, cara memproduksi, dan cara mendistribusikan hasil kemajuan kepada seluruh lapisan masyarakat.
“Golkar menilai kebijakan Pak Bahlil sangat inovatif dan memihak rakyat. Pengelolaan sumber daya alam tidak boleh hanya dinikmati segelintir elite, tetapi harus melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama,” imbuhnya.
Data Badan Geologi 2025 menunjukkan pemerintah telah memperbarui Neraca Sumber Daya Mineral dan Batubara Indonesia untuk 29 komoditas utama, termasuk nikel, tembaga, emas, dan bauksit. Langkah ini menjadi bentuk transparansi dan efisiensi pengelolaan sumber daya alam nasional.
Sementara itu, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 mencapai 5,12 persen, sebagian besar didorong oleh hilirisasi tambang dan perluasan peran UMKM di sektor energi. Kebijakan pembaruan struktural tersebut sejalan dengan gagasan tiga ekonom yang baru saja memenangkan Hadiah Nobel Ekonomi 2025 — Joel Mokyr, Philippe Aghion, dan Peter Howitt.
Ketiganya dianugerahi penghargaan bergengsi itu atas teori mereka mengenai “pertumbuhan berkelanjutan melalui penghancuran kreatif” (creative destruction). “Pertumbuhan ekonomi sejati datang dari inovasi yang menggantikan sistem lama dengan cara baru yang lebih efisien. Namun, penghancuran kreatif hanya bisa berhasil jika ada kebijakan publik yang adil dan inklusif,” ujar Philippe Aghion dalam konferensi pers di Stockholm.
Sementara Peter Howitt menambahkan bahwa inovasi bukan sekadar teknologi, melainkan perubahan cara berpikir, cara memproduksi, dan cara mendistribusikan hasil kemajuan kepada seluruh lapisan masyarakat.
Lihat Juga :