Gelar Rakernas 2025 di Banda Aceh, SPS Perkuat Kedaulatan Informasi dan Literasi Publik
Rabu, 22 Oktober 2025 - 14:12 WIB
loading...
A
A
A
“Pers yang sehat dan berdaulat adalah syarat mutlak bagi demokrasi yang beradab, dan SPS telah menjadi salah satu benteng moral bagi kehidupan bangsa,” katanya.
Menurut Ferry, ekonomi gotong royong dan kedaulatan informasi, bila keduanya bersinergi, disitulah kedaulatan bangsa menemukan wujud nyatanya. Kooperasi memperjuangkan pemerataan kesejahteraan ekonomi, sementara pers memperjuangkan pemerataan pengetahuan dan kesadaran publik. Keduanya berakar dari semangat bersamaan, keadilan, dan kepercayaan.
“Pers yang kuat akan melahirkan masyarakat yang cerdas dan kritis, sementara masyarakat yang berdaya ekonomi akan menopang keberlanjutan pers. Keduanya saling membutuhkan, saling memperkuat,” katanya.
Sinergi antara dunia kooperasi dan dunia pers kini menjadi kebutuhan strategis. Kooperasi bisa menjadi penopang ekonomi media lokal, menciptakan model bisnis yang lebih adil dan berkelajutan. Sebaliknya, pers bisa menjadi jembatan pengetahuan untuk mengedukasi publik tentang nilai-nilai gotong royong dan ekonomi rakyat.
“Selamat ulang tahun yang ke-79 untuk Serikat Perusahaan Pers teruslah menjadi pelita bagi publik, menjaga integritas profesi dan berjalan seiring dengan gerakan kooperasi dalam membangun kedaulatan ekonomi dan informasi bangsa. Terima kasih,” lanjut Ferry.
Rapat kerja yang dihadiri oleh Dewan Pengurus Pusat SPS, utusan SPS provinsi dari seluruh Indonesia, serta sejumlah undangan, menghasilkan arah kebijakan baru untuk memperkuat ekosistem industri pers nasional di tengah disrupsi digital dan perubahan model bisnis media.
Dalam Surat Keputusan No. 01/K.LXXVIX-SPS/X/2025, melalui pimpinan sidang Suhendro Boroma, SPS menegaskan dua agenda strategis utama hasil Rakernas, yaitu:
Rekomendasi Utama: Keadilan Ekonomi Media
Hasil Rakernas SPS 2025 menetapkan dua pilar utama dalam rekomendasinya: eksternal dan internal. Secara eksternal, SPS fokus pada penguatan ekosistem ekonomi industri media:
Menurut Ferry, ekonomi gotong royong dan kedaulatan informasi, bila keduanya bersinergi, disitulah kedaulatan bangsa menemukan wujud nyatanya. Kooperasi memperjuangkan pemerataan kesejahteraan ekonomi, sementara pers memperjuangkan pemerataan pengetahuan dan kesadaran publik. Keduanya berakar dari semangat bersamaan, keadilan, dan kepercayaan.
“Pers yang kuat akan melahirkan masyarakat yang cerdas dan kritis, sementara masyarakat yang berdaya ekonomi akan menopang keberlanjutan pers. Keduanya saling membutuhkan, saling memperkuat,” katanya.
Sinergi antara dunia kooperasi dan dunia pers kini menjadi kebutuhan strategis. Kooperasi bisa menjadi penopang ekonomi media lokal, menciptakan model bisnis yang lebih adil dan berkelajutan. Sebaliknya, pers bisa menjadi jembatan pengetahuan untuk mengedukasi publik tentang nilai-nilai gotong royong dan ekonomi rakyat.
“Selamat ulang tahun yang ke-79 untuk Serikat Perusahaan Pers teruslah menjadi pelita bagi publik, menjaga integritas profesi dan berjalan seiring dengan gerakan kooperasi dalam membangun kedaulatan ekonomi dan informasi bangsa. Terima kasih,” lanjut Ferry.
Rapat kerja yang dihadiri oleh Dewan Pengurus Pusat SPS, utusan SPS provinsi dari seluruh Indonesia, serta sejumlah undangan, menghasilkan arah kebijakan baru untuk memperkuat ekosistem industri pers nasional di tengah disrupsi digital dan perubahan model bisnis media.
Dalam Surat Keputusan No. 01/K.LXXVIX-SPS/X/2025, melalui pimpinan sidang Suhendro Boroma, SPS menegaskan dua agenda strategis utama hasil Rakernas, yaitu:
Rekomendasi Utama: Keadilan Ekonomi Media
Hasil Rakernas SPS 2025 menetapkan dua pilar utama dalam rekomendasinya: eksternal dan internal. Secara eksternal, SPS fokus pada penguatan ekosistem ekonomi industri media:
Lihat Juga :