Akademisi: Identitas Nasional lewat Pendekatan Budaya Makin Kuat di Era Prabowo
Rabu, 22 Oktober 2025 - 10:40 WIB
loading...
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan arah baru dalam pembangunan karakter kebangsaan. Pemerintah tak hanya fokus sektor ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga penguatan identitas nasional melalui budaya. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
MUNA - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan arah baru dalam pembangunan karakter kebangsaan. Kepemimpinan Prabowo-Gibran tidak hanya fokus pada sektor ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga pada penguatan identitas nasional melalui pendekatan budaya .
“Satu tahun ini saya melihat ada upaya serius dari pemerintah untuk merawat nilai-nilai kebangsaan yang sempat memudar. Program yang menyentuh akar budaya seperti revitalisasi seni tradisional dan penguatan identitas lokal adalah bentuk nyata dari politik berbudaya yang membangun bangsa,” ujar Akademisi Universitas Karya Persada Muna Sulawesi Tenggara Sarniati, Rabu (22/10/2025).
Baca juga: Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Melesat
Dia menilai keberpihakan pemerintah terhadap kebudayaan dan nilai-nilai lokal merupakan langkah strategis untuk memperkuat fondasi nasional di tengah derasnya arus globalisasi.
“Pembangunan ekonomi dan infrastruktur harus berjalan seiring dengan penguatan karakter bangsa. Inilah yang saya sebut politik yang berakar pada budaya,” ucapnya.
![Akademisi: Identitas Nasional lewat Pendekatan Budaya Makin Kuat di Era Prabowo]()
Akademisi Universitas Karya Persada Muna Sulawesi Tenggara Sarniati. Foto: Ist
Sarniati juga mengingatkan masih adanya tantangan besar berupa polarisasi politik di masyarakat pasca-pemilu. Hal tersebut dapat menghambat semangat gotong royong dan kerja bersama dalam pembangunan.
“Tantangan terbesar adalah bagaimana merajut kembali persaudaraan kebangsaan. Pemerintah perlu terus mengedepankan pendekatan budaya politik yang inklusif dan merangkul semua kalangan,” katanya.
Dia berharap pemerintahan Prabowo mampu menjadikan budaya sebagai fondasi utama dalam memperkuat persatuan nasional.
“Sebagai akademisi dan organisator, kami kalangan sivitas akademisi siap berkontribusi dengan kajian dan aksi nyata untuk mendukung visi politik berbudaya. Dari Muna, kami ingin ikut menjaga semangat Indonesia yang berkarakter dan berdaulat,” ujar Sarniati.
“Satu tahun ini saya melihat ada upaya serius dari pemerintah untuk merawat nilai-nilai kebangsaan yang sempat memudar. Program yang menyentuh akar budaya seperti revitalisasi seni tradisional dan penguatan identitas lokal adalah bentuk nyata dari politik berbudaya yang membangun bangsa,” ujar Akademisi Universitas Karya Persada Muna Sulawesi Tenggara Sarniati, Rabu (22/10/2025).
Baca juga: Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Melesat
Dia menilai keberpihakan pemerintah terhadap kebudayaan dan nilai-nilai lokal merupakan langkah strategis untuk memperkuat fondasi nasional di tengah derasnya arus globalisasi.
“Pembangunan ekonomi dan infrastruktur harus berjalan seiring dengan penguatan karakter bangsa. Inilah yang saya sebut politik yang berakar pada budaya,” ucapnya.

Akademisi Universitas Karya Persada Muna Sulawesi Tenggara Sarniati. Foto: Ist
Sarniati juga mengingatkan masih adanya tantangan besar berupa polarisasi politik di masyarakat pasca-pemilu. Hal tersebut dapat menghambat semangat gotong royong dan kerja bersama dalam pembangunan.
“Tantangan terbesar adalah bagaimana merajut kembali persaudaraan kebangsaan. Pemerintah perlu terus mengedepankan pendekatan budaya politik yang inklusif dan merangkul semua kalangan,” katanya.
Dia berharap pemerintahan Prabowo mampu menjadikan budaya sebagai fondasi utama dalam memperkuat persatuan nasional.
“Sebagai akademisi dan organisator, kami kalangan sivitas akademisi siap berkontribusi dengan kajian dan aksi nyata untuk mendukung visi politik berbudaya. Dari Muna, kami ingin ikut menjaga semangat Indonesia yang berkarakter dan berdaulat,” ujar Sarniati.
(jon)
Lihat Juga :