Said Didu Ungkap Siapa Saja Bisa Diperiksa KPK jika Berniat Selidiki Dugaan Korupsi Whoosh
Selasa, 21 Oktober 2025 - 22:54 WIB
loading...
A
A
A
"Siapa yang menyetujui anggaran awal studi kelayakan China yang menyatakan Rp5,1 miliar sampai Rp5,5 miliar? Ya 5,5. Siapa yang menentukan itu? Itu harus ada dokumen yang semua tertulis bahwa saya yang memutuskan timnya," ucap dia.
"Nah, biasanya yang bernegosiasi ini sepertinya sekarang ini di Kementerian BUMN yang bernegosiasi itu. Artinya Rini Soemarno," tuturnya.
Desain awal proyek kereta cepat ini direncakan berhenti di Meikarta namun batal, lalu dipindahkan ke Walini, meskipun ujungnya dibatalkan. Dia menyoroti pemberhentian Whoosh yang terintegrasi ke Kota Baru Parahyangan.
"Siapa yang memindahkan sehingga Walini tutup dan pindah ke Kota Parahyangan? Siapa pemilik Kota Parahyangan?" ucap Said.
Dengan kemudahan akses tersebut, membuat harga tanah di Kota Baru Parahyangan naik tajam. "Nah, itu harus diperiksa semua. Nah, ini mungkin Budi Karya harus diperiksa kenapa bisa pindah ke situ? Nah, supaya KPK lebih gampanglah," jelas dia.
"Nah, biasanya yang bernegosiasi ini sepertinya sekarang ini di Kementerian BUMN yang bernegosiasi itu. Artinya Rini Soemarno," tuturnya.
Desain awal proyek kereta cepat ini direncakan berhenti di Meikarta namun batal, lalu dipindahkan ke Walini, meskipun ujungnya dibatalkan. Dia menyoroti pemberhentian Whoosh yang terintegrasi ke Kota Baru Parahyangan.
"Siapa yang memindahkan sehingga Walini tutup dan pindah ke Kota Parahyangan? Siapa pemilik Kota Parahyangan?" ucap Said.
Dengan kemudahan akses tersebut, membuat harga tanah di Kota Baru Parahyangan naik tajam. "Nah, itu harus diperiksa semua. Nah, ini mungkin Budi Karya harus diperiksa kenapa bisa pindah ke situ? Nah, supaya KPK lebih gampanglah," jelas dia.
(rca)
Lihat Juga :