Setahun Pemerintahan Prabowo–Gibran, ISNU Serukan Revolusi Pengetahuan

Selasa, 21 Oktober 2025 - 14:31 WIB
loading...
Setahun Pemerintahan...
ISNU mengusulkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan revolusi pengetahuan. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) menilai sudah saatnya Indonesia memulai revolusi pengetahuan. Hal itu sebagai fondasi menuju cita-cita Indonesia Emas 2045.

Wakil Ketua Umum PP ISNU Muhammad Munir mengatakan, capaian pembangunan fisik dan ekonomi dalam setahun terakhir memang patut diapresiasi, tetapi arus besar ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi nasional masih belum menjadi motor utama kebijakan publik.

“Bangsa yang besar bukan hanya dibangun dengan jalan tol dan gedung tinggi, tapi dengan kekuatan berpikir dan budaya ilmu yang memerdekakan,” katanya, Selasa (21/10/2025).

ISNU menilai arah pembangunan nasional masih berorientasi pada hasil atau output-oriented, bukan berbasis pengetahuan atau knowledge-driven. Akibatnya, kebijakan publik kerap bersifat reaktif dan populis, tidak berakar pada data dan riset ilmiah.

Baca juga: Prabowo: Gaji Naik 280%, Hakim Tak Bisa Dibeli oleh Siapa pun

Untuk itu, ISNU mendorong pemerintah agar menempatkan ilmu sebagai dasar setiap kebijakan, melalui kebijakan berbasis data (evidence-based policy). Kemudian, sistem pengetahuan nasional yang menghubungkan lembaga negara, kampus, dan organisasi intelektual.

Selain itu, penguatan riset dan inovasi lokal agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar teknologi asing. Serta arah baru pendidikan tinggi dan vokasi untuk melahirkan problem solver bangsa, bukan sekadar pencari kerja.

“ISNU mengapresiasi program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis dan peningkatan ketahanan pangan, namun menekankan bahwa subsidi tanpa sistem pengetahuan yang kuat hanya menghasilkan kemajuan semu,” paparnya.

Baca juga: Satu Tahun Pemerintahan Jadi Momentum Tepat Prabowo Evaluasi Kabinet Merah Putih

Konsep revolusi pengetahuan yang diusung ISNU bukan slogan, melainkan gerakan nasional untuk menempatkan ilmu, akhlak, dan amal dalam satu garis perjuangan. “Bangsa yang cerdas tidak hanya pandai membuat teknologi, tetapi juga tahu bagaimana menjadikannya beradab,” ujar Munir.

Dalam kerangka ini, ISNU mengusulkan langkah-langkah konkret seperti, membangun pusat data kebijakan nasional lintas kementerian. Mengembangkan ekosistem riset open-source di bidang siber, pangan, energi, dan lingkungan. Memberdayakan sarjana daerah sebagai simpul produksi pengetahuan lokal. Termasuk mendorong pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang beretika dan berakar pada nilai-nilai keislaman-humanistik.

“Pemerintah harus berani menjadikan data, riset, dan inovasi sebagai sumber daya strategis bangsa, bukan pelengkap administratif,” kata Bendahara Umum PP ISNU Mubasyier Fatah.

Di sisi lain, ISNU juga menyoroti krisis moralitas digital dan pengetahuan instan yang marak di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Organisasi ini menilai, tantangan terbesar Indonesia ke depan bukan hanya ekonomi atau geopolitik, melainkan krisis etika dan kebijaksanaan digital.

“Pemerintah diimbau memperkuat data sovereignty (kedaulatan data), ketahanan siber, dan literasi digital nasional agar kemajuan teknologi tidak justru menimbulkan beban sosial,” katanya.



Sekretaris Umum PP ISNU Wardi Taufik menambahkan, sebagai organisasi intelektual di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU), ISNU berkomitmen membangun sistem pengetahuan nasional berlandaskan empat nilai utama yakni, keilmuan (scientific integrity), kebangsaan (national solidarity), kemanusiaan (human dignity), keislaman (spiritual wisdom), kolaborasi untuk masa depan Indonesia Emas.

ISNU menegaskan, masa depan Indonesia tidak bisa ditentukan oleh pemerintah semata, tetapi oleh kolaborasi antara ilmu, moralitas, dan kebijakan. “Revolusi pengetahuan bukan soal kecanggihan, tetapi tentang keberpihakan: kepada rakyat, kemanusiaan, dan masa depan,” tegasnya.

ISNU pun siap menjadi mitra strategis pemerintah melalui: Penguatan tata kelola digital dan etika data nasional, Pengembangan riset kebijakan sosial-keagamaan, Gerakan literasi dan inklusi digital di akar rumput.

ISNU menilai satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran memang terlalu singkat untuk menilai hasil konkret, namun cukup untuk menilai arah kebijakan. ISNU berharap pembangunan nasional ke depan tidak lagi terjebak pada angka pertumbuhan semata, tetapi berpijak pada nilai pengetahuan, kebijaksanaan, dan keadilan sosial.

“Pemerintah perlu menempatkan ilmu sebagai jantung pembangunan, dan moral sebagai nadinya. Hanya dengan itu, cita-cita Indonesia Emas 2045 akan menjadi kenyataan,” ucapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jokowi Minta PSI Dukung...
Jokowi Minta PSI Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, AHY: Pemilu 2029 Masih Lama
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Mahasiswa Tetap Turun...
Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan meski Banyak Aktivis Masuk Pemerintahan, Ini Analisis Ubedilah Badrun
Kritisi Parpol Koalisi,...
Kritisi Parpol Koalisi, Deddy PDIP: Jika Tidak Nyaman dengan Situasi Politik, Silakan Keluar dari Pemerintahan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Kuliah Umum di IPDN,...
Kuliah Umum di IPDN, Menko AHY Ajak Praja Taklukkan Tantangan Geografis Indonesia
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
Gelar Unjuk Rasa di...
Gelar Unjuk Rasa di Monas, Ini Pernyataan Sikap BEM Persatuan Indonesia
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
Rekomendasi
Messi Menyala! Argentina...
Messi Menyala! Argentina Tundukkan Austria 2-0
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Berita Terkini
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Ade Darmawan Minta Jaksa...
Ade Darmawan Minta Jaksa Tolak Segala Intervensi di Kasus Ijazah Jokowi
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Infografis
6 Fakta Garda Revolusi...
6 Fakta Garda Revolusi Iran, Pasukan Elite Pendukung Ali Khamenei
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved