Kasus Kematian Timothy Anugerah, Mendikti Saintek: Tim Investigasi Sudah Dibentuk
Minggu, 19 Oktober 2025 - 19:40 WIB
loading...
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto angkat bicara dan menyampaikan dukacita mendalam terkait meninggalnya mahasiswa Universitas Udayana (Unud) Bali Timothy Anugerah Saputra. Foto/Binti Mufarida
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto angkat bicara dan menyampaikan dukacita mendalam terkait meninggalnya mahasiswa Universitas Udayana (Unud) Bali Timothy Anugerah Saputra. Brian mengaku kaget dengan kejadian yang dialami Timothy.
"Kami tentu sangat kaget dan sangat prihatin ya dengan kejadian atau musibah yang menimpa Timothy Anugrah Saputra, salah satu mahasiswa di Universitas Udayana," kata Brian kepada awak media usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (19/10/2025),
Brian menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan rektor Universitas Udayana mengenai masalah ini. "Tentu kami menegaskan bahwa kami sangat berdukacita dan menaruh simpati terhadap korban maupun keluarga korban," tambahnya.
Baca juga: Kasus Kematian Timothy Anugerah Diduga karena Bullying, Polisi Periksa 3 Orang
Lebih lanjut, Brian juga mengatakan dirinya mendorong pihak kampus terus menjalin komunikasi dengan keluarga korban dan memberikan segala bentuk pendampingan yang diperlukan. Dia pun menegaskan bahwa kampus adalah tempat aman dari tindakan kekerasan maupun pembullyan.
"Selain itu, juga kami menegaskan bahwa kampus itu adalah ruang yang aman, harus aman dari tindakan kekerasan maupun pembullyan," tegasnya.
Brian mengatakan pihak Rektorat Unud telah membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi menyeluruh, memberikan pendampingan kepada keluarga korban, serta memastikan situasi kampus tetap kondusif.
"Kami juga sudah mendapatkan laporan dari Bapak Rektor bahwa pihak Rektor sudah membentuk tim untuk pertama menginvestigasi, mengecek apa yang sebenarnya terjadi, yang kemudian juga melakukan pendampingan baik untuk keluarga maupun pihak-pihak lain yang akan terhubung dengan kasus ini," kata Brian.
"Kemudian juga memastikan bahwa kondisi kampus itu betul-betul kondusif, artinya tidak ada lagi hal-hal seperti ini bisa terjadi," pungkasnya.
"Kami tentu sangat kaget dan sangat prihatin ya dengan kejadian atau musibah yang menimpa Timothy Anugrah Saputra, salah satu mahasiswa di Universitas Udayana," kata Brian kepada awak media usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (19/10/2025),
Brian menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan rektor Universitas Udayana mengenai masalah ini. "Tentu kami menegaskan bahwa kami sangat berdukacita dan menaruh simpati terhadap korban maupun keluarga korban," tambahnya.
Baca juga: Kasus Kematian Timothy Anugerah Diduga karena Bullying, Polisi Periksa 3 Orang
Lebih lanjut, Brian juga mengatakan dirinya mendorong pihak kampus terus menjalin komunikasi dengan keluarga korban dan memberikan segala bentuk pendampingan yang diperlukan. Dia pun menegaskan bahwa kampus adalah tempat aman dari tindakan kekerasan maupun pembullyan.
"Selain itu, juga kami menegaskan bahwa kampus itu adalah ruang yang aman, harus aman dari tindakan kekerasan maupun pembullyan," tegasnya.
Brian mengatakan pihak Rektorat Unud telah membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi menyeluruh, memberikan pendampingan kepada keluarga korban, serta memastikan situasi kampus tetap kondusif.
"Kami juga sudah mendapatkan laporan dari Bapak Rektor bahwa pihak Rektor sudah membentuk tim untuk pertama menginvestigasi, mengecek apa yang sebenarnya terjadi, yang kemudian juga melakukan pendampingan baik untuk keluarga maupun pihak-pihak lain yang akan terhubung dengan kasus ini," kata Brian.
"Kemudian juga memastikan bahwa kondisi kampus itu betul-betul kondusif, artinya tidak ada lagi hal-hal seperti ini bisa terjadi," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :