Respons Prabowo soal Kepala BGN Kembalikan Anggaran Rp70 Triliun ke Negara: Patriot Bangsa!
Sabtu, 18 Oktober 2025 - 14:28 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi kepada Kepala BGN Dadan Hindayana yang telah mengembalikan Rp70 triliun anggaran negara ke pemerintah pusat. Foto/Tangkapan Layar
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana yang telah mengembalikan Rp70 triliun anggaran negara ke pemerintah pusat. Hal itu diungkap Prabowo saat menghadiri sidang senat pengukuhan mahasiswa baru sekaligus wisuda sarjana di Universitas Kebangsaan RI (UKRI), Bandung, Jawa Barat Sabtu (18/10/2025).
Presiden mulanya menjelaskan bahwa pada awal 2025 pemerintah mengalokasikan anggaran besar untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan dapur masyarakat yang tersebar di seluruh Indonesia.
Baca juga: Jelang Setahun Pemerintahan Prabowo, Menhan Sjafrie: Beliau Tidak Punya Tanggal Merah
“Beliau saya beri anggaran Rp100 triliun. Awalnya direncanakan Rp71 triliun, tapi kita tambah Rp100 triliun dari hasil efisiensi dan penghematan,” kata Prabowo.
Presiden menjelaskan, penghematan tersebut diperoleh dari pemangkasan berbagai kegiatan yang dinilai tidak esensial di sejumlah kementerian, seperti perjalanan dinas ke luar negeri hingga perayaan seremonial yang berlebihan.
Menurutnya, langkah efisiensi itu mampu menghemat sekitar Rp300 triliun, sebagian di antaranya kemudian dialokasikan untuk memperkuat program gizi nasional.
Namun, di tengah pelaksanaan, Dadan melaporkan bahwa sebagian besar dana tersebut belum diperlukan sepenuhnya untuk pembangunan 30.000 dapur rakyat hingga akhir tahun 2025.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Hadiri Wisuda 521 Lulusan UKRI di Bandung
“Beliau kembalikan Rp70 triliun. Dalam sejarah Republik Indonesia, hampir nggak pernah terjadi pejabat mengembalikan uang. Biasanya kalau sudah November, pejabat justru cari-cari kegiatan agar menghabiskan uang,” ujar dia.
Prabowo menyebut tindakan tersebut sebagai tanggung jawab seorang pejabat negara sejati. Prabowo kemudian menyebut Dadan sebagai patriot bangsa yang menunjukkan bahwa pengelolaan anggaran bisa dilakukan dengan jujur dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
“Rp70 triliun itu USD4 miliar. Jarang terjadi, menurut saya. Karena itu anak-anak muda harus optimistis kalau ada pemimpin seperti Prof. Dadan, Indonesia pasti bisa,” ungkapnya.
Prabowo melanjutkan pidato dengan nada humor, menyebutkan pengembalian dana sebesar itu membuatnya makin gagah di hadapan publik.
“Makanya presiden sekarang ini agak gagah. Kadang menteri saya bilang butuh Rp5 triliun, saya kasih Rp10 triliun. Kapan ada presiden kayak begitu?” jelas Prabowo yang disambut tawa.
Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan dana sebesar Rp70 triliun ke Presiden Prabowo Subianto. Dana tersebut sisa anggaran yang tak terserap dari total alokasi yang diterima lembaga.
Menurut Kepala BGN Dadan Hindayana, pihaknya menerima total anggaran Rp171 triliun di tahun ini. Namun, dari jumlah tersebut pihaknya mengembalikkan Rp70 triliun.
“Tahun ini, BGN menerima alokasi anggaran sebesar Rp71 triliun, ditambah dana standby Rp100 triliun. Dari total tersebut, Rp99 triliun berhasil terserap, sementara Rp70 triliun dikembalikan kepada Presiden Republik Indonesia karena kemungkinan tidak terserap di tahun ini.” ucap Dadan di laman resminya dikutip Selasa (14/10/2025).
Lebih lanjut, Dadan mengungkapkan untuk tahun depan, dukungan pemerintah meningkat signifikan. BGN akan menerima Rp268 triliun dan menjadikan BGN satu-satunya lembaga dengan anggaran terbesar di kabinet. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan dana cadangan sebesar Rp67 triliun, sehingga total dukungan dalam APBN mencapai Rp335 triliun guna mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis 2026.
Presiden mulanya menjelaskan bahwa pada awal 2025 pemerintah mengalokasikan anggaran besar untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan dapur masyarakat yang tersebar di seluruh Indonesia.
Baca juga: Jelang Setahun Pemerintahan Prabowo, Menhan Sjafrie: Beliau Tidak Punya Tanggal Merah
“Beliau saya beri anggaran Rp100 triliun. Awalnya direncanakan Rp71 triliun, tapi kita tambah Rp100 triliun dari hasil efisiensi dan penghematan,” kata Prabowo.
Presiden menjelaskan, penghematan tersebut diperoleh dari pemangkasan berbagai kegiatan yang dinilai tidak esensial di sejumlah kementerian, seperti perjalanan dinas ke luar negeri hingga perayaan seremonial yang berlebihan.
Menurutnya, langkah efisiensi itu mampu menghemat sekitar Rp300 triliun, sebagian di antaranya kemudian dialokasikan untuk memperkuat program gizi nasional.
Namun, di tengah pelaksanaan, Dadan melaporkan bahwa sebagian besar dana tersebut belum diperlukan sepenuhnya untuk pembangunan 30.000 dapur rakyat hingga akhir tahun 2025.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Hadiri Wisuda 521 Lulusan UKRI di Bandung
“Beliau kembalikan Rp70 triliun. Dalam sejarah Republik Indonesia, hampir nggak pernah terjadi pejabat mengembalikan uang. Biasanya kalau sudah November, pejabat justru cari-cari kegiatan agar menghabiskan uang,” ujar dia.
Prabowo menyebut tindakan tersebut sebagai tanggung jawab seorang pejabat negara sejati. Prabowo kemudian menyebut Dadan sebagai patriot bangsa yang menunjukkan bahwa pengelolaan anggaran bisa dilakukan dengan jujur dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
“Rp70 triliun itu USD4 miliar. Jarang terjadi, menurut saya. Karena itu anak-anak muda harus optimistis kalau ada pemimpin seperti Prof. Dadan, Indonesia pasti bisa,” ungkapnya.
Prabowo melanjutkan pidato dengan nada humor, menyebutkan pengembalian dana sebesar itu membuatnya makin gagah di hadapan publik.
“Makanya presiden sekarang ini agak gagah. Kadang menteri saya bilang butuh Rp5 triliun, saya kasih Rp10 triliun. Kapan ada presiden kayak begitu?” jelas Prabowo yang disambut tawa.
Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan dana sebesar Rp70 triliun ke Presiden Prabowo Subianto. Dana tersebut sisa anggaran yang tak terserap dari total alokasi yang diterima lembaga.
Menurut Kepala BGN Dadan Hindayana, pihaknya menerima total anggaran Rp171 triliun di tahun ini. Namun, dari jumlah tersebut pihaknya mengembalikkan Rp70 triliun.
“Tahun ini, BGN menerima alokasi anggaran sebesar Rp71 triliun, ditambah dana standby Rp100 triliun. Dari total tersebut, Rp99 triliun berhasil terserap, sementara Rp70 triliun dikembalikan kepada Presiden Republik Indonesia karena kemungkinan tidak terserap di tahun ini.” ucap Dadan di laman resminya dikutip Selasa (14/10/2025).
Lebih lanjut, Dadan mengungkapkan untuk tahun depan, dukungan pemerintah meningkat signifikan. BGN akan menerima Rp268 triliun dan menjadikan BGN satu-satunya lembaga dengan anggaran terbesar di kabinet. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan dana cadangan sebesar Rp67 triliun, sehingga total dukungan dalam APBN mencapai Rp335 triliun guna mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis 2026.
(shf)
Lihat Juga :