Prabowo Ultah 17 Oktober, Dapat Ucapan dari Steve Forbes
Rabu, 15 Oktober 2025 - 22:21 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto mendapat ucapan ultah lebih awal dari Chairman and Editor in Chief Forbes, Malcolm Stevenson Jr. (Steve Forbes). Hal itu terjadi saat keduanya berdialog dalam sesi puncak Forbes Global CEO Conference 2025. Foto/Binti Mufarida
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mendapat ucapan ulang tahun lebih awal dari Chairman and Editor in Chief Forbes, Malcolm Stevenson Jr. ( Steve Forbes ). Hal itu terjadi saat keduanya berdialog dalam sesi puncak Forbes Global CEO Conference 2025 di Hotel St. Regis, Jakarta, Rabu (15/10/2025) malam.
Dalam pembukaan dialog, Steve Forbes lebih dulu menyinggung soal satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo, yang akan diperingati pada 20 Oktober 2025. Tak lama kemudian, dia juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Kepala Negara yang jatuh pada Jumat, 17 Oktober 2025.
"Dan pada hari Jumat, Jumat ini, kita merayakan ulang tahun (Anda). Dan karena saya lebih tua dari Anda, saya bisa menyebutkan, karena Anda terlihat muda bagi saya," kata Steve Forbes.
Baca Juga: Prabowo dan Steve Forbes Makan Malam Bareng, Kompak Pakai Batik
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto lahir pada 17 Oktober 1951. Pada tahun 2025 ini, Presiden genap berusia 74 tahun.
Steve Forbes juga menyinggung latar belakang pendidikan Prabowo yang menempuh studi di berbagai negara seperti Inggris, Swiss, dan Amerika Serikat.
Menanggapi hal tersebut, Prabowo menjelaskan bahwa perpindahan sekolahnya disebabkan oleh kondisi politik saat itu, ketika sang ayah, Prof. Soemitro Djojohadikusumo, tengah menjalani masa pengasingan politik.
"Saya rasa, saya mengikuti ayah saya, tentu saja, keluarga saya saat itu. Intinya, ayah saya sedang diasingkan. Jadi, beliau adalah penentang Presiden Soekarno," ungkap Prabowo.
Prabowo menambahkan, "Jadi, ketika Presiden Soekarno berkuasa, ayah saya, karena alasan politik, meninggalkan negara ini dan kami pun mengikutinya. Jadi, ke mana pun ayah saya harus pergi, kami selalu bertemu."
Prabowo pun mengatakan hampir setiap dua tahun keluarganya saat itu berpindah ke negara baru. Dia juga mengatakan bahwa Inggris menjadi negara terakhir yang disinggahi keluarganya sebelum akhirnya kembali ke Indonesia.
"Pada tahun 1968, saya kembali ke Indonesia. Pada saat itu, tentu saja, terjadi perubahan politik. Presiden Soekarno digantikan oleh Presiden Soeharto. Ayah saya dipanggil kembali oleh Presiden Soeharto untuk bertugas di pemerintahan Presiden Soeharto," kata Prabowo.
Dalam pembukaan dialog, Steve Forbes lebih dulu menyinggung soal satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo, yang akan diperingati pada 20 Oktober 2025. Tak lama kemudian, dia juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Kepala Negara yang jatuh pada Jumat, 17 Oktober 2025.
"Dan pada hari Jumat, Jumat ini, kita merayakan ulang tahun (Anda). Dan karena saya lebih tua dari Anda, saya bisa menyebutkan, karena Anda terlihat muda bagi saya," kata Steve Forbes.
Baca Juga: Prabowo dan Steve Forbes Makan Malam Bareng, Kompak Pakai Batik
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto lahir pada 17 Oktober 1951. Pada tahun 2025 ini, Presiden genap berusia 74 tahun.
Steve Forbes juga menyinggung latar belakang pendidikan Prabowo yang menempuh studi di berbagai negara seperti Inggris, Swiss, dan Amerika Serikat.
Menanggapi hal tersebut, Prabowo menjelaskan bahwa perpindahan sekolahnya disebabkan oleh kondisi politik saat itu, ketika sang ayah, Prof. Soemitro Djojohadikusumo, tengah menjalani masa pengasingan politik.
"Saya rasa, saya mengikuti ayah saya, tentu saja, keluarga saya saat itu. Intinya, ayah saya sedang diasingkan. Jadi, beliau adalah penentang Presiden Soekarno," ungkap Prabowo.
Prabowo menambahkan, "Jadi, ketika Presiden Soekarno berkuasa, ayah saya, karena alasan politik, meninggalkan negara ini dan kami pun mengikutinya. Jadi, ke mana pun ayah saya harus pergi, kami selalu bertemu."
Prabowo pun mengatakan hampir setiap dua tahun keluarganya saat itu berpindah ke negara baru. Dia juga mengatakan bahwa Inggris menjadi negara terakhir yang disinggahi keluarganya sebelum akhirnya kembali ke Indonesia.
"Pada tahun 1968, saya kembali ke Indonesia. Pada saat itu, tentu saja, terjadi perubahan politik. Presiden Soekarno digantikan oleh Presiden Soeharto. Ayah saya dipanggil kembali oleh Presiden Soeharto untuk bertugas di pemerintahan Presiden Soeharto," kata Prabowo.
(zik)
Lihat Juga :