Sudah Tarik Diri dari Pilgub Sumbar, PDIP Masih Klarifikasi Pernyataan Puan
Minggu, 13 September 2020 - 20:43 WIB
loading...
A
A
A
Hasto juga menyadari isu ini terus digoreng. Bahkan, sampai ada pihak yang menyebut bahwa politikus PDIP, Arteria Dahlan merupakan cucu dari pendiri PKI. Politikus asal Yogyakarta ini mengingatkan isu itu diembuskan hanya untuk membakar amarah dan membuat gaduh masyarakat Indonesia.
"Kami itu lihat segala sesuatunya dalam perspektif yang positif. Kalau ada yang kurang, ya lakukan tabayyun, klarifikasi, itu kan Pancasila. Kita diajarkan untuk itu, jadi nggak usahlah goreng-menggoreng, tetapi kita gelorakan hal yang positif dan itulah komitmen PDIP," kata Hasto.
(Baca: Kritik Jakarta PSBB Lagi, Hasto Sindir Anies Pemimpin yang Mengerem Mendadak)
Menurut Hasto, niat itu yang paling penting dalam menilai pernyataan seseorang. Hasto mengingatkan pada Pilpres 2019 lalu, Indonesia pernah digegerkan dengan pernyataan Ratna Sarumpaet yang mengaku dipukuli. Para politisi dan tokoh, terutama yang berseberangan dengan Joko Widodo saat itu, langsung memberi kecaman. Ternyata, wajah Ratna mengalami pembengkakan karena operasi plastik. "Nah, kayak gitu kan baru negatif, itu baru manipulasi. Kita kan nggak pernah melakukan manipulasi," tegas Hasto.
Sebelumnya, saat mengumumkan calon kepala daerah dari PDIP, beberapa waktu lalu, Puan melontarkan pernyataan yang akhirnya menjadi polemik. "Semoga Sumbar dukung negara Pancasila," kata Puan usai mengumumkan nama pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung PDIP, Mulyadi-Ali Mukhni. Namun, belakangan pasangan ini mengembalikan rekomendasi pencalonan dari PDIP, menyusul polemik pernyataan Puan Maharani.
"Kami itu lihat segala sesuatunya dalam perspektif yang positif. Kalau ada yang kurang, ya lakukan tabayyun, klarifikasi, itu kan Pancasila. Kita diajarkan untuk itu, jadi nggak usahlah goreng-menggoreng, tetapi kita gelorakan hal yang positif dan itulah komitmen PDIP," kata Hasto.
(Baca: Kritik Jakarta PSBB Lagi, Hasto Sindir Anies Pemimpin yang Mengerem Mendadak)
Menurut Hasto, niat itu yang paling penting dalam menilai pernyataan seseorang. Hasto mengingatkan pada Pilpres 2019 lalu, Indonesia pernah digegerkan dengan pernyataan Ratna Sarumpaet yang mengaku dipukuli. Para politisi dan tokoh, terutama yang berseberangan dengan Joko Widodo saat itu, langsung memberi kecaman. Ternyata, wajah Ratna mengalami pembengkakan karena operasi plastik. "Nah, kayak gitu kan baru negatif, itu baru manipulasi. Kita kan nggak pernah melakukan manipulasi," tegas Hasto.
Sebelumnya, saat mengumumkan calon kepala daerah dari PDIP, beberapa waktu lalu, Puan melontarkan pernyataan yang akhirnya menjadi polemik. "Semoga Sumbar dukung negara Pancasila," kata Puan usai mengumumkan nama pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung PDIP, Mulyadi-Ali Mukhni. Namun, belakangan pasangan ini mengembalikan rekomendasi pencalonan dari PDIP, menyusul polemik pernyataan Puan Maharani.
(muh)
Lihat Juga :