Pemerintah Diminta Beri Kepastian Soal Rekrutmen CPNS 2026
Senin, 13 Oktober 2025 - 17:11 WIB
loading...
Ketidakpastian rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 berpotensi memicu keresahan di masyarakat. Pemerintah diminta memberikan instruktif dan optimisme kepada publik. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Ketidakpastian rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 berpotensi memicu keresahan di masyarakat. Pemerintah diminta memberikan instruktif dan optimisme kepada publik.
Hal itu menyusul pernyataan Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PAN-RB Averouce R yang menyebut pelaksanaan seleksi CPNS tahun depan belum dapat dipastikan.
Baca juga: Cara Daftar PKN STAN 2025/2026, Sekolah Kedinasan Favorit CPNS
"Keputusan final masih menunggu arahan langsung dari Menpan RB dan BKN meski sejumlah daerah dan instansi telah mulai mengajukan usulan formasi untuk CPNS 2026," katanya.
Pernyataan ini menimbulkan beragam reaksi dari masyarakat, terutama para pejuang ASN yang telah menantikan pembukaan formasi baru.
Ketua Bidang Pembinaan Profesi dan Pelatihan PLPI Toha Abdi Prakoso menyatakan ketidakpastian informasi justru dapat menimbulkan keresahan sosial. “Karena belum ada kepastian, masyarakat akan terus bertanya-tanya. Jika situasi ini dibiarkan potensi luapan emosi bisa muncul karena sedikitnya lapangan kerja yang tercipta,” ujarnya, Senin (13/10/2025).
Meski demikian, Toha mengapresiasi langkah positif pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Dia menyebut Menteri Keuangam (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dinilai mampu menenangkan masyarakat lewat kebijakan tidak menaikkan cukai rokok serta menunda implementasi pajak e-commerce dan platform daring lainnya.
"Purbaya juga sudah menyiapkan alokasi anggaran untuk pelaksanaan CPNS 2026 yang menandakan adanya sinyal positif dari sisi fiskal," ucapnya.
Toha menilai sikap pemerintah sebaiknya lebih instruktif dan memberikan optimisme. “Pernyataan pejabat publik yang terlalu pesimistis seringkali berdampak luas. Masyarakat hari ini butuh kalimat yang membangun semangat, bukan justru membuat ragu,” ujarnya.
Plt Deputi Bidang Penyelenggaraan Layanan Manajemen ASN BKN Aris Windiyanto berharap CPNS 2026 tetap dibuka, bukan hanya sekadar mengisi formasi kosong, tetapi juga untuk kaderisasi aparatur muda agar siap melanjutkan kepemimpinan birokrasi di masa depan.
Dari sisi fiskal, APBN 2026 juga memperlihatkan optimisme pemerintah dalam membuka ruang kerja baru. Menteri Purbaya sebelumnya menargetkan penciptaan 3,4 hingga 4 juta lapangan pekerjaan, yang termasuk di dalamnya formasi CASN dan CPNS.
"Selain itu, proses pengangkatan terakhir PPPK yang dijadwalkan selesai pada Oktober 2025 menjadi indikasi pemerintah memang bersiap melanjutkan rekrutmen baru tahun depan sesuai arahan Presiden untuk memperkuat kinerja ekonomi nasional," ungkapnya.
Dengan berbagai sinyal tersebut, publik kini berharap CPNS 2026 benar-benar direalisasikan sebagai bentuk keberlanjutan reformasi birokrasi sekaligus komitmen pemerintah dalam membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengabdi bagi negeri.
Hal itu menyusul pernyataan Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PAN-RB Averouce R yang menyebut pelaksanaan seleksi CPNS tahun depan belum dapat dipastikan.
Baca juga: Cara Daftar PKN STAN 2025/2026, Sekolah Kedinasan Favorit CPNS
"Keputusan final masih menunggu arahan langsung dari Menpan RB dan BKN meski sejumlah daerah dan instansi telah mulai mengajukan usulan formasi untuk CPNS 2026," katanya.
Pernyataan ini menimbulkan beragam reaksi dari masyarakat, terutama para pejuang ASN yang telah menantikan pembukaan formasi baru.
Ketua Bidang Pembinaan Profesi dan Pelatihan PLPI Toha Abdi Prakoso menyatakan ketidakpastian informasi justru dapat menimbulkan keresahan sosial. “Karena belum ada kepastian, masyarakat akan terus bertanya-tanya. Jika situasi ini dibiarkan potensi luapan emosi bisa muncul karena sedikitnya lapangan kerja yang tercipta,” ujarnya, Senin (13/10/2025).
Meski demikian, Toha mengapresiasi langkah positif pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Dia menyebut Menteri Keuangam (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dinilai mampu menenangkan masyarakat lewat kebijakan tidak menaikkan cukai rokok serta menunda implementasi pajak e-commerce dan platform daring lainnya.
"Purbaya juga sudah menyiapkan alokasi anggaran untuk pelaksanaan CPNS 2026 yang menandakan adanya sinyal positif dari sisi fiskal," ucapnya.
Toha menilai sikap pemerintah sebaiknya lebih instruktif dan memberikan optimisme. “Pernyataan pejabat publik yang terlalu pesimistis seringkali berdampak luas. Masyarakat hari ini butuh kalimat yang membangun semangat, bukan justru membuat ragu,” ujarnya.
Plt Deputi Bidang Penyelenggaraan Layanan Manajemen ASN BKN Aris Windiyanto berharap CPNS 2026 tetap dibuka, bukan hanya sekadar mengisi formasi kosong, tetapi juga untuk kaderisasi aparatur muda agar siap melanjutkan kepemimpinan birokrasi di masa depan.
Dari sisi fiskal, APBN 2026 juga memperlihatkan optimisme pemerintah dalam membuka ruang kerja baru. Menteri Purbaya sebelumnya menargetkan penciptaan 3,4 hingga 4 juta lapangan pekerjaan, yang termasuk di dalamnya formasi CASN dan CPNS.
"Selain itu, proses pengangkatan terakhir PPPK yang dijadwalkan selesai pada Oktober 2025 menjadi indikasi pemerintah memang bersiap melanjutkan rekrutmen baru tahun depan sesuai arahan Presiden untuk memperkuat kinerja ekonomi nasional," ungkapnya.
Dengan berbagai sinyal tersebut, publik kini berharap CPNS 2026 benar-benar direalisasikan sebagai bentuk keberlanjutan reformasi birokrasi sekaligus komitmen pemerintah dalam membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengabdi bagi negeri.
(jon)
Lihat Juga :