Prabowo Minta TNI Siapkan Diri jika Diminta Jadi Pasukan Perdamaian di Gaza
Senin, 13 Oktober 2025 - 10:20 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto saat HUT ke-80 TNI. Foto/Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta Tentara Nasional Indonesia ( TNI ) mempersiapkan diri jika hasil pertemuan para pemimpin dunia di Mesir menyepakati perdamaian di Gaza dan Indonesia diminta mengirim pasukan perdamaian. Hal itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi .
Sebelum berangkat ke Mesir untuk menghadiri KTT Perdamaian Gaza, Prabowo menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Kertanegara, Jakarta, pada Minggu (12/10/2025) malam. Dalam rapat itu juga hadir Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita.
"Tadi Bapak Presiden juga menyampaikan hal tersebut, bahwa kalau memang kemudian tercapai kesepakatan ke arah yang baik dalam artian terjadi perdamaian dan kemudian salah satu konsekuensinya adalah kita, Indonesia, diminta untuk ikut serta membantu mengirimkan pasukan perdamaian," kata Prasetyo kepada wartawan.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Evakuasi Warga Gaza Palestina Bukan Bentuk Relokasi
Prasetyo menambahkan, "Tadi Alhamdulillah yang hadir adalah Wakil Panglima TNI untuk juga mulai mempersiapkan diri. Manakala dibutuhkan, kita sudah siap."
Diberitakan sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi akan memimpin pertemuan puncak internasional untuk membahas usulan presiden AS untuk mengakhiri perang Israel di Gaza di Sharm el-Sheikh pada hari Senin. Itu sebagai langkah awal untuk mengawal gencatan senjata di Gaza.
Pertemuan tersebut akan melibatkan para pemimpin dari lebih dari 20 negara, demikian pernyataan kepresidenan Mesir pada hari Sabtu. Tujuan pertemuan ini adalah "untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza, meningkatkan upaya untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah, dan mengawali era baru keamanan dan stabilitas regional", demikian pernyataan tersebut.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan mereka akan hadir, bersama dengan Giorgia Meloni dari Italia dan Pedro Sanchez dari Spanyol. Presiden Prancis Emmanuel Macron juga telah mengonfirmasi kehadirannya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan sikap tegas Indonesia untuk mendukung penyelesaian damai konflik Palestina dengan Israel. Prabowo menyerukan pengakuan segera terhadap negara Palestina dan penghentian tragedi kemanusiaan yang masih berlangsung di Gaza.
"Kita harus mengakui Palestina sekarang. Kita harus menghentikan bencana kemanusiaan di Gaza. Mengakhiri perang harus menjadi prioritas utama kita," tegas Prabowo dalam pidatonya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) tentang Palestina di Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, Senin (22/9/2025).
Prabowo menekankan pentingnya mengatasi kebencian, ketakutan, dan kecurigaan yang selama ini memperpanjang konflik. Menurutnya, hanya perdamaian yang dapat menjamin masa depan yang lebih baik bagi seluruh umat manusia.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Prabowo menyatakan kesiapan Indonesia untuk turut serta menjaga perdamaian dengan menyediakan pasukan perdamaian di bawah mandat PBB. "Kami siap mengambil bagian kami dalam perjalanan menuju perdamaian ini. Kami bersedia menyediakan pasukan penjaga perdamaian," ujarnya.
Sebelum berangkat ke Mesir untuk menghadiri KTT Perdamaian Gaza, Prabowo menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Kertanegara, Jakarta, pada Minggu (12/10/2025) malam. Dalam rapat itu juga hadir Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita.
"Tadi Bapak Presiden juga menyampaikan hal tersebut, bahwa kalau memang kemudian tercapai kesepakatan ke arah yang baik dalam artian terjadi perdamaian dan kemudian salah satu konsekuensinya adalah kita, Indonesia, diminta untuk ikut serta membantu mengirimkan pasukan perdamaian," kata Prasetyo kepada wartawan.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Evakuasi Warga Gaza Palestina Bukan Bentuk Relokasi
Prasetyo menambahkan, "Tadi Alhamdulillah yang hadir adalah Wakil Panglima TNI untuk juga mulai mempersiapkan diri. Manakala dibutuhkan, kita sudah siap."
Diberitakan sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi akan memimpin pertemuan puncak internasional untuk membahas usulan presiden AS untuk mengakhiri perang Israel di Gaza di Sharm el-Sheikh pada hari Senin. Itu sebagai langkah awal untuk mengawal gencatan senjata di Gaza.
Pertemuan tersebut akan melibatkan para pemimpin dari lebih dari 20 negara, demikian pernyataan kepresidenan Mesir pada hari Sabtu. Tujuan pertemuan ini adalah "untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza, meningkatkan upaya untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah, dan mengawali era baru keamanan dan stabilitas regional", demikian pernyataan tersebut.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan mereka akan hadir, bersama dengan Giorgia Meloni dari Italia dan Pedro Sanchez dari Spanyol. Presiden Prancis Emmanuel Macron juga telah mengonfirmasi kehadirannya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan sikap tegas Indonesia untuk mendukung penyelesaian damai konflik Palestina dengan Israel. Prabowo menyerukan pengakuan segera terhadap negara Palestina dan penghentian tragedi kemanusiaan yang masih berlangsung di Gaza.
"Kita harus mengakui Palestina sekarang. Kita harus menghentikan bencana kemanusiaan di Gaza. Mengakhiri perang harus menjadi prioritas utama kita," tegas Prabowo dalam pidatonya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) tentang Palestina di Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, Senin (22/9/2025).
Prabowo menekankan pentingnya mengatasi kebencian, ketakutan, dan kecurigaan yang selama ini memperpanjang konflik. Menurutnya, hanya perdamaian yang dapat menjamin masa depan yang lebih baik bagi seluruh umat manusia.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Prabowo menyatakan kesiapan Indonesia untuk turut serta menjaga perdamaian dengan menyediakan pasukan perdamaian di bawah mandat PBB. "Kami siap mengambil bagian kami dalam perjalanan menuju perdamaian ini. Kami bersedia menyediakan pasukan penjaga perdamaian," ujarnya.
(zik)
Lihat Juga :