KMI 2025 Ditutup, Hasilkan Rekomendasi Strategis untuk Ekosistem Musik Nasional
Minggu, 12 Oktober 2025 - 17:29 WIB
loading...
Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2025 resmi ditutup setelah tiga hari penuh dilaksanakan diskusi, kolaborasi, dan pematangan gagasan. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2025 resmi ditutup setelah tiga hari penuh dilaksanakan diskusi, kolaborasi, dan pematangan gagasan. Penutupan yang dihelat di The Dome Senayan Park, Jakarta ini menjadi penanda komitmen kolektif seluruh elemen ekosistem musik nasional untuk melangkah bersama membangun industri musik yang lebih adil, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Penutupan ini menandai babak baru bagi dunia musik Indonesia dengan menghasilkan rekomendasi strategis dan Deklarasi KMI 2025 yang menjadi dasar pembentukan Tim Kerja Bersama Pemajuan Ekosistem Musik Indonesia. Wamenbud Giring menuturkan Konferensi Musik Indonesia telah bermuara pada lahirnya deklarasi yang memuat tiga keputusan penting. Baca juga: Panas! Ahmad Dhani Sebut Ariel NOAH Manja Gegara Tolak Penyanyi Bayar Royalti
Pertama, pembentukan Tim Kerja Bersama Pemajuan Ekosistem Musik di Indonesia, yang akan menjadi wadah koordinasi lintas sektor. Kedua, Tim Kerja tersebut akan menyusun Analisis dan Strategi Tindak Lanjut atas seluruh rekomendasi hasil konferensi ini. Ketiga, dukungan penuh terhadap inisiatif Kementerian Hukum untuk membuat Instrumen Hukum yang Mengikat tentang Tata Kelola Royalti Hak Cipta di Lingkungan Digital (The Indonesian Proposal for a Legally Binding Instrument on the Governance of Copyright Royaltyin Digital Environment).
Tim kerja tersebut akan mulai bekerja untuk menyusun strategi dan peta jalan implementasi dari hasil KMI 2025. Selain itu, seluruh peserta menyatakan dukungan penuh terhadap proposal Indonesia di WIPO yang mendorong pembentukan instrumen hukum internasional mengenai tata kelola royalti hak cipta di lingkungan digital, langkah penting dalam menciptakan keadilan global bagi negara-negara berkembang.
“Apa yang kita lakukan dan hasilkan selama tiga hari di Konferensi Musik ini bukanlah akhir. Tapi, adalah awal babak baru perjalanan industri musik kita. Kita berharap akan ada Peta Jalan Musik Nasional, sebagai arah kebijakan jangka panjang pemajuan musik Indonesia,” kata Wamenbud Giring Ganesha , Minggu (12/10/2025).
Penutupan KMI 2025 memasuki momen puncaknya saat Wamenbud Giring membacakan Minutes of Conference, sebuah rangkuman hasil diskusi intensif selama tiga hari pelaksanaan konferensi. Dalam dokumen ini, tercantum rekomendasi strategis yang dirumuskan secara kolektif oleh para pelaku ekosistem musik, mulai dari musisi, pelaku industri, akademisi, komunitas, hingga regulator.
Rekomendasi tersebut meliputi pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan, mulai dari musisi, pemerintah, pelaku industri, akademisi, media, hingga platform digital, untuk membangun sistem yang lebih adil dan berkelanjutan. Sorotan juga diberikan pada perlunya reformasi kurikulum pendidikan musik di semua jenjang, yang menempatkan musik tradisi sebagai bagian utama, serta pengembangan infrastruktur digital seperti database musik nasional. Selain itu, musik religi didorong untuk tumbuh sebagai kekuatan budaya yang inklusif, melalui dukungan ekosistem yang lintas iman dan berkelanjutan.
Rekomendasi lainnya mencakup reformasi tata kelola royalti yang lebih partisipatif, penyederhanaan regulasi perizinan pertunjukan, serta perlindungan sosial dan insentif fiskal bagi pekerja musik. Pemerintah juga didorong membangun venue pertunjukan berstandar internasional, mengoptimalkan ruang publik untuk aktivitas musik, serta mendukung riset industri event guna memperkuat kebijakan berbasis data.
Penerapan regulasi seperti PP No. 24/2022, pengembangan sinergi antara musik dan pariwisata, kebijakan visa mobilitas kebudayaan, serta penyesuaian terhadap tantangan era digital termasuk penggunaan AI dan pembiayaan berbasis kekayaan intelektual, juga menjadi bagian dari agenda. Konferensi juga menekankan pentingnya standar nasional profesi musik yang lebih adil bagi seluruh pelaku, termasuk pekerja belakang panggung, sebagai fondasi ekosistem musik yang sehat dan berdaya saing.
Pada momen ini, Wamenbud Giring turut menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas partisipasi seluruh peserta selama tiga hari penyelenggaraan konferensi. Dirinya menegaskan pentingnya melanjutkan perjuangan bersama untuk mewujudkan ekosistem musik yang sehat, adil, dan berkelanjutan.
Dalam momen penuh refleksi tersebut, Wamenbud Giring juga menyebut nama almarhum Glenn Fredly sebagai sosok yang semangatnya terus hidup dalam perjuangan mewujudkan musik Indonesia yang bermartabat di rumahnya sendiri. Baca juga: Musik Indonesia Siap Mendunia, KMI 2025 Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Industri Kreatif
Dengan berakhirnya KMI 2025, tonggak baru telah dinyatakan untuk masa depan ekosistem musik nasional. Lebih dari sekadar forum diskusi, KMI 2025 menjadi wadah konsolidasi kekuatan lintas sektor untuk merumuskan arah, strategi, dan langkah nyata dalam memajukan industri musik Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan.
Melalui rekomendasi dan deklarasi bersama, para pemangku kepentingan menyatakan tekad untuk terus bergerak, berkolaborasi, dan menghadirkan kebijakan yang berpihak pada pelaku musik dari seluruh penjuru negeri. Dengan semangat satu nada dasar, KMI 2025 tidak hanya ditutup sebagai acara tahunan, tetapi dibuka sebagai gerakan bersama menuju ekosistem musik nasional yang lebih kuat dan bermartabat.
Penutupan ini menandai babak baru bagi dunia musik Indonesia dengan menghasilkan rekomendasi strategis dan Deklarasi KMI 2025 yang menjadi dasar pembentukan Tim Kerja Bersama Pemajuan Ekosistem Musik Indonesia. Wamenbud Giring menuturkan Konferensi Musik Indonesia telah bermuara pada lahirnya deklarasi yang memuat tiga keputusan penting. Baca juga: Panas! Ahmad Dhani Sebut Ariel NOAH Manja Gegara Tolak Penyanyi Bayar Royalti
Pertama, pembentukan Tim Kerja Bersama Pemajuan Ekosistem Musik di Indonesia, yang akan menjadi wadah koordinasi lintas sektor. Kedua, Tim Kerja tersebut akan menyusun Analisis dan Strategi Tindak Lanjut atas seluruh rekomendasi hasil konferensi ini. Ketiga, dukungan penuh terhadap inisiatif Kementerian Hukum untuk membuat Instrumen Hukum yang Mengikat tentang Tata Kelola Royalti Hak Cipta di Lingkungan Digital (The Indonesian Proposal for a Legally Binding Instrument on the Governance of Copyright Royaltyin Digital Environment).
Tim kerja tersebut akan mulai bekerja untuk menyusun strategi dan peta jalan implementasi dari hasil KMI 2025. Selain itu, seluruh peserta menyatakan dukungan penuh terhadap proposal Indonesia di WIPO yang mendorong pembentukan instrumen hukum internasional mengenai tata kelola royalti hak cipta di lingkungan digital, langkah penting dalam menciptakan keadilan global bagi negara-negara berkembang.
“Apa yang kita lakukan dan hasilkan selama tiga hari di Konferensi Musik ini bukanlah akhir. Tapi, adalah awal babak baru perjalanan industri musik kita. Kita berharap akan ada Peta Jalan Musik Nasional, sebagai arah kebijakan jangka panjang pemajuan musik Indonesia,” kata Wamenbud Giring Ganesha , Minggu (12/10/2025).
Penutupan KMI 2025 memasuki momen puncaknya saat Wamenbud Giring membacakan Minutes of Conference, sebuah rangkuman hasil diskusi intensif selama tiga hari pelaksanaan konferensi. Dalam dokumen ini, tercantum rekomendasi strategis yang dirumuskan secara kolektif oleh para pelaku ekosistem musik, mulai dari musisi, pelaku industri, akademisi, komunitas, hingga regulator.
Rekomendasi tersebut meliputi pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan, mulai dari musisi, pemerintah, pelaku industri, akademisi, media, hingga platform digital, untuk membangun sistem yang lebih adil dan berkelanjutan. Sorotan juga diberikan pada perlunya reformasi kurikulum pendidikan musik di semua jenjang, yang menempatkan musik tradisi sebagai bagian utama, serta pengembangan infrastruktur digital seperti database musik nasional. Selain itu, musik religi didorong untuk tumbuh sebagai kekuatan budaya yang inklusif, melalui dukungan ekosistem yang lintas iman dan berkelanjutan.
Rekomendasi lainnya mencakup reformasi tata kelola royalti yang lebih partisipatif, penyederhanaan regulasi perizinan pertunjukan, serta perlindungan sosial dan insentif fiskal bagi pekerja musik. Pemerintah juga didorong membangun venue pertunjukan berstandar internasional, mengoptimalkan ruang publik untuk aktivitas musik, serta mendukung riset industri event guna memperkuat kebijakan berbasis data.
Penerapan regulasi seperti PP No. 24/2022, pengembangan sinergi antara musik dan pariwisata, kebijakan visa mobilitas kebudayaan, serta penyesuaian terhadap tantangan era digital termasuk penggunaan AI dan pembiayaan berbasis kekayaan intelektual, juga menjadi bagian dari agenda. Konferensi juga menekankan pentingnya standar nasional profesi musik yang lebih adil bagi seluruh pelaku, termasuk pekerja belakang panggung, sebagai fondasi ekosistem musik yang sehat dan berdaya saing.
Pada momen ini, Wamenbud Giring turut menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas partisipasi seluruh peserta selama tiga hari penyelenggaraan konferensi. Dirinya menegaskan pentingnya melanjutkan perjuangan bersama untuk mewujudkan ekosistem musik yang sehat, adil, dan berkelanjutan.
Dalam momen penuh refleksi tersebut, Wamenbud Giring juga menyebut nama almarhum Glenn Fredly sebagai sosok yang semangatnya terus hidup dalam perjuangan mewujudkan musik Indonesia yang bermartabat di rumahnya sendiri. Baca juga: Musik Indonesia Siap Mendunia, KMI 2025 Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Industri Kreatif
Dengan berakhirnya KMI 2025, tonggak baru telah dinyatakan untuk masa depan ekosistem musik nasional. Lebih dari sekadar forum diskusi, KMI 2025 menjadi wadah konsolidasi kekuatan lintas sektor untuk merumuskan arah, strategi, dan langkah nyata dalam memajukan industri musik Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan.
Melalui rekomendasi dan deklarasi bersama, para pemangku kepentingan menyatakan tekad untuk terus bergerak, berkolaborasi, dan menghadirkan kebijakan yang berpihak pada pelaku musik dari seluruh penjuru negeri. Dengan semangat satu nada dasar, KMI 2025 tidak hanya ditutup sebagai acara tahunan, tetapi dibuka sebagai gerakan bersama menuju ekosistem musik nasional yang lebih kuat dan bermartabat.
(poe)
Lihat Juga :