Perkuat Ekosistem JKN, BPJS Kesehatan Gandeng Mahasiswa Jadi Agen Penggerak
Jum'at, 10 Oktober 2025 - 22:02 WIB
loading...
A
A
A
Mewakili Wali Kota Surakarta, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta Retno Erawati Wulandari, menilai kehadiran program JKN sejalan dengan semangat Kota Surakarta sebagai kota yang berpendidikan dan sehat.
“Mahasiswa adalah agen sosial yang bisa menjadi jembatan perubahan perilaku masyarakat. Peran aktif mahasiswa dalam mengedukasi masyarakat bahwa kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara," kata Retno.
Pemerintah Kota Surakarta juga terus berupaya menghadirkan kemudahan layanan agar setiap warga dapat mengakses kesehatan dengan layak. Retno menambahkan, melalui kolaborasi lintas sektor seperti ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
“Kita ingin mencetak generasi muda yang bukan hanya cerdas, tetapi juga peduli terhadap sesama. Karena masyarakat yang sehat adalah fondasi utama bagi kota yang maju,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum (IIM) Surakarta Edy Muslimin mengatakan mahasiswa memiliki peran penting dalam memperluas pemahaman masyarakat terhadap manfaat program JKN. Menurutnya, mahasiswa bukan hanya pelajar, tetapi agen sosial yang punya kemampuan menyampaikan informasi dan menggerakkan masyarakat.
"Mereka bisa menjadi penggerak bagi sistem kesehatan yang berpihak kepada masyarakat kecil. Dengan demikian harapannya tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan,” tutur Edy.
Dia menegaskan, jika mahasiswa terlibat aktif, maka program JKN akan berkembang menjadi gerakan sosial yang lebih besar. Selain itu juga menjadi agen sosial memperjuangkan hak kesehatan bagi seluruh rakyat, menuju masyarakat yang sehat, adil, dan beradab.
“Mahasiswa adalah agen sosial yang bisa menjadi jembatan perubahan perilaku masyarakat. Peran aktif mahasiswa dalam mengedukasi masyarakat bahwa kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara," kata Retno.
Pemerintah Kota Surakarta juga terus berupaya menghadirkan kemudahan layanan agar setiap warga dapat mengakses kesehatan dengan layak. Retno menambahkan, melalui kolaborasi lintas sektor seperti ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
“Kita ingin mencetak generasi muda yang bukan hanya cerdas, tetapi juga peduli terhadap sesama. Karena masyarakat yang sehat adalah fondasi utama bagi kota yang maju,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum (IIM) Surakarta Edy Muslimin mengatakan mahasiswa memiliki peran penting dalam memperluas pemahaman masyarakat terhadap manfaat program JKN. Menurutnya, mahasiswa bukan hanya pelajar, tetapi agen sosial yang punya kemampuan menyampaikan informasi dan menggerakkan masyarakat.
"Mereka bisa menjadi penggerak bagi sistem kesehatan yang berpihak kepada masyarakat kecil. Dengan demikian harapannya tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan,” tutur Edy.
Dia menegaskan, jika mahasiswa terlibat aktif, maka program JKN akan berkembang menjadi gerakan sosial yang lebih besar. Selain itu juga menjadi agen sosial memperjuangkan hak kesehatan bagi seluruh rakyat, menuju masyarakat yang sehat, adil, dan beradab.
(unt)
Lihat Juga :