Terjun Langsung ke Lapangan, BPJS Kesehatan Jaring Aspirasi Masyarakat di Ambon
Kamis, 09 Oktober 2025 - 19:23 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
BPJS Kesehatan terjun langsung berdialog dengan sejumlah raja negeri (sebutan untuk pemimpin adat di desa) di Kota Ambon, Selasa (7/10/2025). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memotret dinamika penyelenggaraan program JKN di lapangan.
Raja Negeri Hitu Messing, Ali Slamat menyampaikan bahwa momen ini telah dinantikan karena banyak hal yang ingin ditanyakan langsung oleh masyarakat kepada BPJS Kesehatan.
“Kami senang sekali BPJS Kesehatan bisa datang kemari. Setelah diskusi langsung dengan BPJS Kesehatan, banyak informasi baru yang ternyata menjawab masalah kami sehari-hari. Misalnya, kami jadi tahu kalau mau berobat pakai BPJS Kesehatan tidak perlu bawa fotokopian. Tidak ada juga aturan rawat inap pakai BPJS Kesehatan dibatasi tiga hari. Kalau ada iuran menunggak, bayarnya bisa dicicil,” katanya.
Hal senada disampaikan oleh Raja Negeri Morela, Fadil Sialana. Ia juga berharap sosialisasi langsung ke masyarakat dapat kian digalakkan meski program JKN sudah lebih dari satu dekade berjalan.
Sementara, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Maluku Hasan Slamat, yang juga merupakan salah satu tokoh masyarakat setempat, mengapresiasi upaya BPJS Kesehatan yang proaktif membuka ruang dialog dengan masyarakat untuk menjaring aspirasi seluruh pihak.
Menurutnya, selama ini sudah banyak warga setempat yang bercerita bahwa mereka sangat terbantu dengan kehadiran BPJS Kesehatan.
“Saat berobat pakai BPJS Kesehatan, mereka bilang dilayani dengan ramah dan cepat. Sarana dan prasarana di fasilitas kesehatan juga sudah bagus. Namun memang tantangannya karena di sini ada banyak pulau, maka distribusi dokternya belum merata, belum ada dokter spesialis yang bisa dijangkau dekat-dekat sini,” ujarnya.
Raja Negeri Hitu Messing, Ali Slamat menyampaikan bahwa momen ini telah dinantikan karena banyak hal yang ingin ditanyakan langsung oleh masyarakat kepada BPJS Kesehatan.
“Kami senang sekali BPJS Kesehatan bisa datang kemari. Setelah diskusi langsung dengan BPJS Kesehatan, banyak informasi baru yang ternyata menjawab masalah kami sehari-hari. Misalnya, kami jadi tahu kalau mau berobat pakai BPJS Kesehatan tidak perlu bawa fotokopian. Tidak ada juga aturan rawat inap pakai BPJS Kesehatan dibatasi tiga hari. Kalau ada iuran menunggak, bayarnya bisa dicicil,” katanya.
Hal senada disampaikan oleh Raja Negeri Morela, Fadil Sialana. Ia juga berharap sosialisasi langsung ke masyarakat dapat kian digalakkan meski program JKN sudah lebih dari satu dekade berjalan.
Sementara, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Maluku Hasan Slamat, yang juga merupakan salah satu tokoh masyarakat setempat, mengapresiasi upaya BPJS Kesehatan yang proaktif membuka ruang dialog dengan masyarakat untuk menjaring aspirasi seluruh pihak.
Menurutnya, selama ini sudah banyak warga setempat yang bercerita bahwa mereka sangat terbantu dengan kehadiran BPJS Kesehatan.
“Saat berobat pakai BPJS Kesehatan, mereka bilang dilayani dengan ramah dan cepat. Sarana dan prasarana di fasilitas kesehatan juga sudah bagus. Namun memang tantangannya karena di sini ada banyak pulau, maka distribusi dokternya belum merata, belum ada dokter spesialis yang bisa dijangkau dekat-dekat sini,” ujarnya.
Lihat Juga :