Terjun Langsung ke Lapangan, BPJS Kesehatan Jaring Aspirasi Masyarakat di Ambon
Kamis, 09 Oktober 2025 - 19:23 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, lanjutnya, jaringan komunikasi dan data (jarkomdat) juga jadi tantangan dalam penggunaan layanan berbasis digital.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Deputi Direksi Bidang Komunikasi Organisasi BPJS Kesehatan, M. Iqbal Anas Ma’ruf menjelaskan, pihaknya memahami bahwa tidak semua wilayah di Indonesia dapat mengadopsi layanan digital karena berbagai kondisi, seperti keterbatasan jarkomdat, kondisi geografis, dan tidak semua lapisan masyarakat familier dengan teknologi informasi digital.
Karena itu, lanjutnya, selain menggalakkan inovasi digital, BPJS Kesehatan juga menghadirkan layanan ‘jemput bola’ ke tengah masyarakat bernama BPJS Kesehatan Keliling.
Layanan BPJS Kesehatan Keliling ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mencari informasi, mengurus administrasi, hingga menyampaikan kendala yang dialami saat mengakses layanan JKN.
Hal ini dikarenakan kebutuhan masyarakat berbeda-beda, tidak bisa disamaratakan harus semuanya memakai layanan digital. Di daerah perkotaan, masyarakatnya lebih perlu layanan digital karena dianggap lebih praktis dan hemat waktu.
“Sementara di sisi lain, ada masyarakat yang perlu layanan tatap muka karena di tempat tinggalnya susah sinyal. Ini yang jadi concern kami, bahwa dalam melayani masyarakat, kita harus melihat dari kacamata mereka supaya bisa mengakomodir hal-hal yang benar-benar mereka butuhkan,” tutur Iqbal.
Iqbal menambahkan, dari hasil dialog langsung dengan masyarakat, ia menangkap bahwa ketersediaan dan distribusi dokter masih menjadi isu di daerah kepulauan seperti Kota Ambon dan sekitarnya.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Deputi Direksi Bidang Komunikasi Organisasi BPJS Kesehatan, M. Iqbal Anas Ma’ruf menjelaskan, pihaknya memahami bahwa tidak semua wilayah di Indonesia dapat mengadopsi layanan digital karena berbagai kondisi, seperti keterbatasan jarkomdat, kondisi geografis, dan tidak semua lapisan masyarakat familier dengan teknologi informasi digital.
Karena itu, lanjutnya, selain menggalakkan inovasi digital, BPJS Kesehatan juga menghadirkan layanan ‘jemput bola’ ke tengah masyarakat bernama BPJS Kesehatan Keliling.
Layanan BPJS Kesehatan Keliling ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mencari informasi, mengurus administrasi, hingga menyampaikan kendala yang dialami saat mengakses layanan JKN.
Hal ini dikarenakan kebutuhan masyarakat berbeda-beda, tidak bisa disamaratakan harus semuanya memakai layanan digital. Di daerah perkotaan, masyarakatnya lebih perlu layanan digital karena dianggap lebih praktis dan hemat waktu.
“Sementara di sisi lain, ada masyarakat yang perlu layanan tatap muka karena di tempat tinggalnya susah sinyal. Ini yang jadi concern kami, bahwa dalam melayani masyarakat, kita harus melihat dari kacamata mereka supaya bisa mengakomodir hal-hal yang benar-benar mereka butuhkan,” tutur Iqbal.
Iqbal menambahkan, dari hasil dialog langsung dengan masyarakat, ia menangkap bahwa ketersediaan dan distribusi dokter masih menjadi isu di daerah kepulauan seperti Kota Ambon dan sekitarnya.
Lihat Juga :