Gelar Konferensi Musik Indonesia 2025, Fadli Zon: Perkuat Diplomasi Budaya dan Kesejahteraan Musisi
Kamis, 09 Oktober 2025 - 08:17 WIB
loading...
Menteri Budaya Fadli Zon membuka Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2025 di Jakarta. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Kebudayaan menggelar Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2025. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari mulai 8 hingga 11 Oktober 2025 ini diselenggarakan di The Sultan Hotel & Residence, Jakarta.
Sekitar 700 peserta yang terdiri atas musisi, pencipta lagu, promotor, label rekaman, hingga regulator hadir dalam rangkaian KMI 2025 bertajuk “Satu Nada Dasar”. Mereka hadir untuk berdialog dan membangun ekosistem musik sebagai engine of growth yang berkontribusi bagi ekonomi, budaya yang berdaya, dan diplomasi yang bermakna.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon, menegaskan komitmen bersama untuk memetakan arah jangka panjang ekosistem musik Tanah Air sebagai wadah sinergi dan perumusan masa depan. “Musik Indonesia hari ini tidak bisa dipandang sebelah mata, Indonesia memiliki potensi besar,” tegasnya, Kamis (9/10/2025).
Fadli Zon menyebut dalam masa pembangunan, musik hadir sebagai kekuatan pemersatu, pendidikan, bahkan penggerak ekonomi. “Tahun 2025 ini, pendapatan dari pasar musik digital Indonesia diproyeksikan mencapai USD231,64 juta, dan akan tumbuh dengan laju rata-rata 3,57% per tahun hingga 2030, menembus USD276 juta,” jelasnya.
Baca juga: Kementerian Kebudayaan Gelar Festival Serempak 2025, MNC Life Dukung dengan Perlindungan Asuransi
Fadli Zon juga menyebut pertumbuhan industri musik yang dibangun oleh semangat para pelaku kreatif yang membangun ekosistem dari bawah. “Musik Indonesia makin hidup di ruang digital, namun denyut nadi industrinya tetap berdetak di panggung-panggung nyata, di tangan para pekerja musik yang mencipta dan menampilkan karya dengan sepenuh hati,” katanya.
Fadli Zon menegaskan penyelenggaraan Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2025 diarahkan untuk memastikan musik berperan sebagai infrastruktur kebudayaan yang kokoh sekaligus penggerak ekonomi berkelanjutan, momentum penting memperkuat kolaborasi, memperkuat diplomasi budaya, hingga kesejahteraan para musisi.
“Melalui KMI 2025, kita ingin memastikan bahwa musik mampu menjadi salah satu infrastruktur kebudayaan yang kokoh dan penggerak ekonomi berkelanjutan, terbangunnya kolaborasi lintas kementerian dan lembaga agar kebijakan musik berpihak pada pelaku, terciptanya diplomasi budaya Indonesia yang berhasil melalui musik baik dari jalur lokal ke panggung global sebagaimana yang Kementerian Kebudayaan kini upayakan melalui Manajemen Talenta Nasional Bidang Seni Budaya, serta tentunya kesejahteraan musisi dan pekerja musik menjadi prioritas nyata,” ujarnya.
Baca juga: CHANDI 2025 Ditutup, Indonesia Tegaskan Posisi sebagai Pusat Diplomasi Budaya Dunia
Fadli Zon mengajak seluruh pemangku kepentingan musik tanah air untuk terus memperkuat komitmen, memperluas kerja sama, dan memastikan music Indonesia terus hidup.
“Melalui Satu Nada Dasar, mari kita terus memperkuat komitmen, memperluas kerja sama, dan memastikan bahwa musik Indonesia terus hidup di panggung nasional, di ruang digital, dan di hati masyarakat dunia. Semoga dari forum ini menjadi langkah kita bersama dalam membawa kemajuan nyata bagi ekosistem musik dan kebudayaan Indonesia,” ucapnya.
KMI 2025 dibuka secara simbolis oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon; Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha Djumaryo; Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa; Utusan Khusus Presiden RI Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad; Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah; Anggota DPR RI, Kawendra Lukistian; Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra;
Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri, Komjen. Pol. Yuda Gustawan; dan perwakilan Telkomsel yang serempak membunyikan alat musik daerah di antaranya tifa dari Maluku, rebana, serta angklung. Komitmen Kementerian Kebudayaan dalam pemajuan kebudayaan melalui ekosistem music yang berkelanjutan, sejalan dengan arah Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Melalui penguatan kebijakan dan kolaborasi lintas sektor, Kementerian Kebudayaan berupaya membangun ekosistem yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga berakar pada nilai-nilai budaya bangsa. Upaya ini menjadi wujud nyata dari pembangunan kebudayaan yang menempatkan kreativitas sebagai motor penggerak sekaligus sarana memperkuat jati diri nasional di tengah dinamika global.
Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2025 yang dihelat Kementerian Kebudayaan di Jakarta menjadi pelengkap spirit Konferensi Musik Indonesia di Ambon 2018 serta Bandung di 2019. Perhelatan ini juga membawa semangat atas perjuangan Glenn Fredly, penyanyi sekaligus penulis lagu legendaris Tanah Air yang telah memantik upaya penguatan ekosistem musik Indonesia.
Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud) Giring Ganesha Djumaryo menyampaikan apresiasi kepada seluruh komunitas, musisi tradisi, pemangku kepentingan kementerian dan lembaga, dan para pendukung lainnya yang terus menyalakan api semangat dalam mewujudkan narasi Satu Nada Dasar menjadi aksi nyata.
“Kita akan bersama-sama menentukan arah ekosistem musik. Seperti halnya Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Menteri Kebudayaan yang selalu mengatakan bahwa dalam membangun bangsa negara ini kita harus merangkul semua, siap berdialog dengan semua orang, dengan semangat kesatuan demi Indonesia, demi Merah Putih,” jelasnya.
Bagi Giring, momentum KMI 2025 mengingatkan dirinya atas kiprah Glenn Fredly atau yang ia sebut dengan Bung Glenn, yang telah mempelopori upaya nongkrong bareng musisi ini. “Di tahun 2018, Bung Glenn melakukan hal yang sangat bersejarah, membawa semua ekosistem musik ke Ambon, kita berdiskusi banyak, bermusik dengan cinta dan jiwa.” tuainya.
Senada, Utusan Khusus Presiden RI Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, turut mendorong upaya meneruskan perjuangan Bung Glenn. “Musik adalah suara hati rakyat, musik bisa kita ekspresikan, bisa kita perjuangan. Saat ini yang perlu kita lakukan adalah meneruskan perjuangan Bung Glenn,” katanya.
Dalam sekapur sirih yang merefleksikan apresiasi tinggi kepada Bung Glenn tersebut, Wamenbud Giring dan Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad sepakat bahwa musik tak hanya berbicara tentang lagu yang menjadi kenangan, tetapi legacy yang menyatukan. Lagu-lagu ikonik karya Glenn Fredly pun turut dilantunkan sebagai bentuk apresiasi oleh The Bakucakar bersama Barry Likumahuwa dan Mutia Ayu.
Pembukaan Konferensi Musik Indonesia (KMI) turut dihadiri oleh sejumlah pimpinan perwakilan kementerian dan lembaga di antaranya Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Wali Kota Ambon, Direktur Program Jakarta Music Con, Managing Director YouTube, Managing Director Spotify, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, sejumlah pimpinan organisasi dan ketua umum asosiasi musik Indonesia:
PHRI, Aksi, Walhi, PAPPRI, Askomik, sejumlah pimpinan perguruan tinggi seni, para musisi, seniman, serta perwakilan komunitas pegiat budaya. Hadir mendampingi Menbud dan Wamenbud, Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti; Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan, Anindita Kusuma Listya; Staf Khusus Menteri Bidang Hukum dan Kekayaan Intelektual, B.R.A. Putri Woelan Sari Dewi, beserta jajaran Kementerian Kebudayaan.
Sekitar 700 peserta yang terdiri atas musisi, pencipta lagu, promotor, label rekaman, hingga regulator hadir dalam rangkaian KMI 2025 bertajuk “Satu Nada Dasar”. Mereka hadir untuk berdialog dan membangun ekosistem musik sebagai engine of growth yang berkontribusi bagi ekonomi, budaya yang berdaya, dan diplomasi yang bermakna.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon, menegaskan komitmen bersama untuk memetakan arah jangka panjang ekosistem musik Tanah Air sebagai wadah sinergi dan perumusan masa depan. “Musik Indonesia hari ini tidak bisa dipandang sebelah mata, Indonesia memiliki potensi besar,” tegasnya, Kamis (9/10/2025).
Fadli Zon menyebut dalam masa pembangunan, musik hadir sebagai kekuatan pemersatu, pendidikan, bahkan penggerak ekonomi. “Tahun 2025 ini, pendapatan dari pasar musik digital Indonesia diproyeksikan mencapai USD231,64 juta, dan akan tumbuh dengan laju rata-rata 3,57% per tahun hingga 2030, menembus USD276 juta,” jelasnya.
Baca juga: Kementerian Kebudayaan Gelar Festival Serempak 2025, MNC Life Dukung dengan Perlindungan Asuransi
Fadli Zon juga menyebut pertumbuhan industri musik yang dibangun oleh semangat para pelaku kreatif yang membangun ekosistem dari bawah. “Musik Indonesia makin hidup di ruang digital, namun denyut nadi industrinya tetap berdetak di panggung-panggung nyata, di tangan para pekerja musik yang mencipta dan menampilkan karya dengan sepenuh hati,” katanya.
Fadli Zon menegaskan penyelenggaraan Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2025 diarahkan untuk memastikan musik berperan sebagai infrastruktur kebudayaan yang kokoh sekaligus penggerak ekonomi berkelanjutan, momentum penting memperkuat kolaborasi, memperkuat diplomasi budaya, hingga kesejahteraan para musisi.
“Melalui KMI 2025, kita ingin memastikan bahwa musik mampu menjadi salah satu infrastruktur kebudayaan yang kokoh dan penggerak ekonomi berkelanjutan, terbangunnya kolaborasi lintas kementerian dan lembaga agar kebijakan musik berpihak pada pelaku, terciptanya diplomasi budaya Indonesia yang berhasil melalui musik baik dari jalur lokal ke panggung global sebagaimana yang Kementerian Kebudayaan kini upayakan melalui Manajemen Talenta Nasional Bidang Seni Budaya, serta tentunya kesejahteraan musisi dan pekerja musik menjadi prioritas nyata,” ujarnya.
Baca juga: CHANDI 2025 Ditutup, Indonesia Tegaskan Posisi sebagai Pusat Diplomasi Budaya Dunia
Fadli Zon mengajak seluruh pemangku kepentingan musik tanah air untuk terus memperkuat komitmen, memperluas kerja sama, dan memastikan music Indonesia terus hidup.
“Melalui Satu Nada Dasar, mari kita terus memperkuat komitmen, memperluas kerja sama, dan memastikan bahwa musik Indonesia terus hidup di panggung nasional, di ruang digital, dan di hati masyarakat dunia. Semoga dari forum ini menjadi langkah kita bersama dalam membawa kemajuan nyata bagi ekosistem musik dan kebudayaan Indonesia,” ucapnya.
KMI 2025 dibuka secara simbolis oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon; Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha Djumaryo; Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa; Utusan Khusus Presiden RI Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad; Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah; Anggota DPR RI, Kawendra Lukistian; Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra;
Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri, Komjen. Pol. Yuda Gustawan; dan perwakilan Telkomsel yang serempak membunyikan alat musik daerah di antaranya tifa dari Maluku, rebana, serta angklung. Komitmen Kementerian Kebudayaan dalam pemajuan kebudayaan melalui ekosistem music yang berkelanjutan, sejalan dengan arah Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Melalui penguatan kebijakan dan kolaborasi lintas sektor, Kementerian Kebudayaan berupaya membangun ekosistem yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga berakar pada nilai-nilai budaya bangsa. Upaya ini menjadi wujud nyata dari pembangunan kebudayaan yang menempatkan kreativitas sebagai motor penggerak sekaligus sarana memperkuat jati diri nasional di tengah dinamika global.
Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2025 yang dihelat Kementerian Kebudayaan di Jakarta menjadi pelengkap spirit Konferensi Musik Indonesia di Ambon 2018 serta Bandung di 2019. Perhelatan ini juga membawa semangat atas perjuangan Glenn Fredly, penyanyi sekaligus penulis lagu legendaris Tanah Air yang telah memantik upaya penguatan ekosistem musik Indonesia.
Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud) Giring Ganesha Djumaryo menyampaikan apresiasi kepada seluruh komunitas, musisi tradisi, pemangku kepentingan kementerian dan lembaga, dan para pendukung lainnya yang terus menyalakan api semangat dalam mewujudkan narasi Satu Nada Dasar menjadi aksi nyata.
“Kita akan bersama-sama menentukan arah ekosistem musik. Seperti halnya Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Menteri Kebudayaan yang selalu mengatakan bahwa dalam membangun bangsa negara ini kita harus merangkul semua, siap berdialog dengan semua orang, dengan semangat kesatuan demi Indonesia, demi Merah Putih,” jelasnya.
Bagi Giring, momentum KMI 2025 mengingatkan dirinya atas kiprah Glenn Fredly atau yang ia sebut dengan Bung Glenn, yang telah mempelopori upaya nongkrong bareng musisi ini. “Di tahun 2018, Bung Glenn melakukan hal yang sangat bersejarah, membawa semua ekosistem musik ke Ambon, kita berdiskusi banyak, bermusik dengan cinta dan jiwa.” tuainya.
Senada, Utusan Khusus Presiden RI Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, turut mendorong upaya meneruskan perjuangan Bung Glenn. “Musik adalah suara hati rakyat, musik bisa kita ekspresikan, bisa kita perjuangan. Saat ini yang perlu kita lakukan adalah meneruskan perjuangan Bung Glenn,” katanya.
Dalam sekapur sirih yang merefleksikan apresiasi tinggi kepada Bung Glenn tersebut, Wamenbud Giring dan Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad sepakat bahwa musik tak hanya berbicara tentang lagu yang menjadi kenangan, tetapi legacy yang menyatukan. Lagu-lagu ikonik karya Glenn Fredly pun turut dilantunkan sebagai bentuk apresiasi oleh The Bakucakar bersama Barry Likumahuwa dan Mutia Ayu.
Pembukaan Konferensi Musik Indonesia (KMI) turut dihadiri oleh sejumlah pimpinan perwakilan kementerian dan lembaga di antaranya Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Wali Kota Ambon, Direktur Program Jakarta Music Con, Managing Director YouTube, Managing Director Spotify, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, sejumlah pimpinan organisasi dan ketua umum asosiasi musik Indonesia:
PHRI, Aksi, Walhi, PAPPRI, Askomik, sejumlah pimpinan perguruan tinggi seni, para musisi, seniman, serta perwakilan komunitas pegiat budaya. Hadir mendampingi Menbud dan Wamenbud, Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti; Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan, Anindita Kusuma Listya; Staf Khusus Menteri Bidang Hukum dan Kekayaan Intelektual, B.R.A. Putri Woelan Sari Dewi, beserta jajaran Kementerian Kebudayaan.
(cip)
Lihat Juga :