Profil Billy Mambrasar, Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua Jebolan Harvard

Rabu, 08 Oktober 2025 - 19:51 WIB
loading...
Profil Billy Mambrasar,...
Gracia Josaphat Jobel Mambrasar atau yang akrab disapa Billy Mambrasar jadi anggota termuda Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua.Foto/istimewa. 
A A A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto resmi membentuk Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua. Komite tersebut beranggotakan putra putri terbaik kebanggaan Papua seperti Ribka Haluk, Velix Wanggai, dan Billy Mambrasar.

Nama Gracia Josaphat Jobel Mambrasar atau yang akrab disapa Billy Mambrasar menjadi salah satu yang termuda. Pria 37 tahun ini semakin dikenal luas di Indonesia sebagai sosok multidimensi akademisi, profesional, aktivis sosial, dan tokoh pemerintahan muda yang kiprahnya mencakup berbagai bidang, dari ruang kuliah Harvard hingga ruang rapat Istana Negara.

Lahir di Serui, Kepulauan Yapen, Papua, Billy berasal dari keluarga yang sangat sederhana dan penuh keterbatasan. Ayahnya seorang guru honorer dan ibunya berjualan kue di pasar. Melalui pendidikan dan kerja kerasnya kini ia dikenal sebagai figur muda Indonesia yang menginspirasi banyak orang.

Baca juga: Prabowo Bentuk Komite Eksekutif Bantu Badan Percepatan Pembangunan Otsus Papua

Billy merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) di bidang teknik, sekaligus meraih gelar Bachelor of Science di Politics and International Relations dari University of London (London School of Economics International Programme).

Perjalanan akademiknya berlanjut hingga ke luar negeri menempuh Master of Business Administration (MBA) di The Australian National University lulus dengan predikat cumlaude dan penghargaan student of the year, dan Master of Education (Human Development and Psychology) di Harvard University, Amerika Serikat.

Selain karier akademik yang cemerlang, Billy memiliki pengalaman profesional lebih dari 13 tahun di sektor energi dan sumber daya alam, pernah bekerja di BP (British Petroleum) dalam proyek pembangunan LNG Facility senilai USD8 miliar, serta di PT Vale Indonesia dan ExxonMobil Indonesia.

Baca juga: Prabowo Lantik Velix Fernando Wanggai Jadi Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua

Serta aktif menjadi konsultan untuk beberapa perusahaan nasional dan multinasioanal. Kiprah ini menjadikannya salah satu profesional muda Indonesia yang menyeberang lintas sektor dari korporasi global ke ranah kebijakan publik dan sosial.

Pada 2009, Billy mendirikan Yayasan Kitong Bisa atau Kitong Bisa Foundation di Serui, Papua. Lembaga ini bergerak dalam pendidikan non-formal dan pemberdayaan masyarakat, dengan fokus membantu anak-anak dan pemuda di kawasan Indonesia Timur untuk mendapatkan akses pendidikan, pelatihan, dan keterampilan wirausaha. Memberikan akses kepada 600 anak Papua untuk mendapatkan akses pendidikan graris

Selain itu, Billy juga aktif menjadi Duta SDGs Indonesia periode 2019–2024, berkolaborasi dengan Kementerian PPN/Bappenas dalam mendorong penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) di lebih dari 30 provinsi. Billy juga mendirikan containder sebuah perusahaan startup waste management yang memiliki tugas mulia untuk mengurangi sampah dan merawat lingkungan di Indonesia. Melalui perannya, ia mengadvokasi pentingnya pelibatan generasi muda dalam agenda keberlanjutan, terutama di bidang pendidikan, energi bersih, dan pengentasan kemiskinan.


Pada 19 November 2019, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Billy sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Inovasi, Pendidikan, dan Daerah Terluar. Dalam kapasitas tersebut, Billy berperan aktif menyusun dan memberikan 39 rekomendasi kebijakan yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan pendidikan, dan pembangunan ekonomi di daerah tertinggal.

Beberapa di antaranya adalah, Papua Youth Creative Hub (PYCH), pusat inovasi dan pelatihan bagi wirausaha muda di Papua. Program Petani Milenial, yang telah melibatkan lebih dari 200 ribu peserta di seluruh Indonesia.
Selain itu, Manajemen Talenta Papua, kolaborasi lintas kementerian untuk mendata dan mengembangkan potensi generasi muda Papua. Rekomendasi revisi kebijakan UKT perguruan tinggi agar lebih inklusif bagi mahasiswa dari keluarga tidak mampu.

Selain itu, Billy juga aktif menjadi penghubung antara pemerintah pusat dan komunitas masyarakat sipil, khususnya dalam memperkuat peran pemuda sebagai subjek kebijakan. Billy kerap hadir dalam forum-forum seperti G20 Youth Engagement Group, ASEAN Future Leaders Forum, dan World Economic Forum on ASEAN, membawa perspektif Indonesia di tingkat global.

Billy juga ditunjukan menjadi Tenaga Ahli Deputi Investasi dan Pengusahaan di Badan Pengusahaan Batam (BP Batam). Billy bertugas untuk mempromosikan Batam sebagai kawasan yang ramah investasi baik secara nasional dan juga kancah internasional.

Billy bersama dua pemuda berbakat Indonesia lainnya dipilih secara langsung oleg Presiden Amerika Serikat Ke-44 (Barack Obama) untuk menjadi pemimpin global melalui program Obama Foundation Fellowship 2025.

Atas dedikasi dan kontribusinya, Billy Mambrasar menerima berbagai penghargaan, antara lain:

• Satyalancana Wira Karya (2024) dari Presiden Joko Widodo atas kontribusi nyata di bidang inovasi pendidikan dan pemberdayaan daerah.
• Student of the Year (2015) dari The Australian National University.
• Young South East Asian Leader Initiative 2014, oleh USA State Department.

Dengan rekam jejak akademik, sosial, dan pemerintahan yang kuat, Billy Mambrasar menjadi representasi generasi muda profesional Indonesia yang mampu menggabungkan kapasitas teknis, empati sosial, dan visi kebijakan publik untuk pembangunan nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ubedilah Badrun: Kritik...
Ubedilah Badrun: Kritik Rocky Gerung pada Tiyo Ardianto Itu Keliru
Presiden Lukashenko...
Presiden Lukashenko Sebut Indonesia Mitra Penting Belarus di Asia Tenggara
Balas Kunjungan Presiden...
Balas Kunjungan Presiden Lukashenko, Prabowo Bakal ke Belarus
Prabowo: Indonesia-Belarus...
Prabowo: Indonesia-Belarus Sepakat Mendukung Perdamaian dan Stabilitas Dunia
Prabowo dan Lukashenko...
Prabowo dan Lukashenko Luncurkan Roadmap Bilateral Indonesia-Belarus 2026-2030
Kapolri Anugerahi Medali...
Kapolri Anugerahi Medali Kehormatan ke Prabowo, Bukti Kuatnya Sinergi Pemerintah-Polri
Pemerintah Perkuat Kopdes...
Pemerintah Perkuat Kopdes Merah Putih untuk Bangun Papua
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Ketum IPSI Sambut Komitmen...
Ketum IPSI Sambut Komitmen Presiden Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang, Optimistis Pencak Silat Mendunia
Rekomendasi
Pemerintah Rusia Buka...
Pemerintah Rusia Buka Beasiswa S1 hingga S3 untuk Dosen dan Mahasiswa UNEJ
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Rumah Sakit IHC Jember...
Rumah Sakit IHC Jember Dinilai Berhasil Hadirkan Layanan Kesehatan yang Humanis
Berita Terkini
DPR Desak Pengadaan...
DPR Desak Pengadaan Gembok Rp92,5 Miliar di Ditjenpas Diaudit
Roy Suryo Soroti Karya...
Roy Suryo Soroti Karya Jurnalistik Dijadikan Bukti dalam Dakwaan Dokter Tifa
Menhut Tegaskan Amplop...
Menhut Tegaskan Amplop Bupati Kuansing Dikembalikan dan Tak Ada Pelepasan Hutan
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Transformasi Polri di Era Listyo Sigit Dapat Apresiasi
Kemandirian Fiskal Tertinggi...
Kemandirian Fiskal Tertinggi Kategori Kota se-Indonesia, Semarang Ditetapkan Jadi Transformer City
Menhut Ngaku Sempat...
Menhut Ngaku Sempat Diberi Amplop oleh Bupati Kuansing: Sudah Dikembalikan 17 Hari sebelum OTT
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved