Profil Billy Mambrasar, Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua Jebolan Harvard
Rabu, 08 Oktober 2025 - 19:51 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Prabowo Lantik Velix Fernando Wanggai Jadi Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua
Serta aktif menjadi konsultan untuk beberapa perusahaan nasional dan multinasioanal. Kiprah ini menjadikannya salah satu profesional muda Indonesia yang menyeberang lintas sektor dari korporasi global ke ranah kebijakan publik dan sosial.
Pada 2009, Billy mendirikan Yayasan Kitong Bisa atau Kitong Bisa Foundation di Serui, Papua. Lembaga ini bergerak dalam pendidikan non-formal dan pemberdayaan masyarakat, dengan fokus membantu anak-anak dan pemuda di kawasan Indonesia Timur untuk mendapatkan akses pendidikan, pelatihan, dan keterampilan wirausaha. Memberikan akses kepada 600 anak Papua untuk mendapatkan akses pendidikan graris
Selain itu, Billy juga aktif menjadi Duta SDGs Indonesia periode 2019–2024, berkolaborasi dengan Kementerian PPN/Bappenas dalam mendorong penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) di lebih dari 30 provinsi. Billy juga mendirikan containder sebuah perusahaan startup waste management yang memiliki tugas mulia untuk mengurangi sampah dan merawat lingkungan di Indonesia. Melalui perannya, ia mengadvokasi pentingnya pelibatan generasi muda dalam agenda keberlanjutan, terutama di bidang pendidikan, energi bersih, dan pengentasan kemiskinan.
Pada 19 November 2019, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Billy sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Inovasi, Pendidikan, dan Daerah Terluar. Dalam kapasitas tersebut, Billy berperan aktif menyusun dan memberikan 39 rekomendasi kebijakan yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan pendidikan, dan pembangunan ekonomi di daerah tertinggal.
Beberapa di antaranya adalah, Papua Youth Creative Hub (PYCH), pusat inovasi dan pelatihan bagi wirausaha muda di Papua. Program Petani Milenial, yang telah melibatkan lebih dari 200 ribu peserta di seluruh Indonesia.
Selain itu, Manajemen Talenta Papua, kolaborasi lintas kementerian untuk mendata dan mengembangkan potensi generasi muda Papua. Rekomendasi revisi kebijakan UKT perguruan tinggi agar lebih inklusif bagi mahasiswa dari keluarga tidak mampu.
Selain itu, Billy juga aktif menjadi penghubung antara pemerintah pusat dan komunitas masyarakat sipil, khususnya dalam memperkuat peran pemuda sebagai subjek kebijakan. Billy kerap hadir dalam forum-forum seperti G20 Youth Engagement Group, ASEAN Future Leaders Forum, dan World Economic Forum on ASEAN, membawa perspektif Indonesia di tingkat global.
Serta aktif menjadi konsultan untuk beberapa perusahaan nasional dan multinasioanal. Kiprah ini menjadikannya salah satu profesional muda Indonesia yang menyeberang lintas sektor dari korporasi global ke ranah kebijakan publik dan sosial.
Pada 2009, Billy mendirikan Yayasan Kitong Bisa atau Kitong Bisa Foundation di Serui, Papua. Lembaga ini bergerak dalam pendidikan non-formal dan pemberdayaan masyarakat, dengan fokus membantu anak-anak dan pemuda di kawasan Indonesia Timur untuk mendapatkan akses pendidikan, pelatihan, dan keterampilan wirausaha. Memberikan akses kepada 600 anak Papua untuk mendapatkan akses pendidikan graris
Selain itu, Billy juga aktif menjadi Duta SDGs Indonesia periode 2019–2024, berkolaborasi dengan Kementerian PPN/Bappenas dalam mendorong penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) di lebih dari 30 provinsi. Billy juga mendirikan containder sebuah perusahaan startup waste management yang memiliki tugas mulia untuk mengurangi sampah dan merawat lingkungan di Indonesia. Melalui perannya, ia mengadvokasi pentingnya pelibatan generasi muda dalam agenda keberlanjutan, terutama di bidang pendidikan, energi bersih, dan pengentasan kemiskinan.
Pada 19 November 2019, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Billy sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Inovasi, Pendidikan, dan Daerah Terluar. Dalam kapasitas tersebut, Billy berperan aktif menyusun dan memberikan 39 rekomendasi kebijakan yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan pendidikan, dan pembangunan ekonomi di daerah tertinggal.
Beberapa di antaranya adalah, Papua Youth Creative Hub (PYCH), pusat inovasi dan pelatihan bagi wirausaha muda di Papua. Program Petani Milenial, yang telah melibatkan lebih dari 200 ribu peserta di seluruh Indonesia.
Selain itu, Manajemen Talenta Papua, kolaborasi lintas kementerian untuk mendata dan mengembangkan potensi generasi muda Papua. Rekomendasi revisi kebijakan UKT perguruan tinggi agar lebih inklusif bagi mahasiswa dari keluarga tidak mampu.
Selain itu, Billy juga aktif menjadi penghubung antara pemerintah pusat dan komunitas masyarakat sipil, khususnya dalam memperkuat peran pemuda sebagai subjek kebijakan. Billy kerap hadir dalam forum-forum seperti G20 Youth Engagement Group, ASEAN Future Leaders Forum, dan World Economic Forum on ASEAN, membawa perspektif Indonesia di tingkat global.
Lihat Juga :