Malam Ini Prabowo Panggil Menteri Bahas Swasembada Pangan dan Pemberdayaan Masyarakat
Minggu, 05 Oktober 2025 - 23:35 WIB
loading...
Malam Ini Prabowo Panggil Menteri Bahas Swasembada Pangan dan Pemberdayaan Masyarakat
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah Menteri kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Minggu (5/10/2025) malam. Pemanggilan pembantu presiden ini fokus pada program-program yang telah dicanangkan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut jika diskusi presiden dengan menteri ini tidak membahas soal pertemuan sebelumnya antara Presiden Prabowo dengan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Sabtu (4/10/2025) sore. Pertemuan ini, lanjut dia, membahas program swasembada pangan dengan menteri terkait.
Baca juga: Pertemuan Prabowo dan Jokowi, Luhut: Bagus Kalau Presiden Ketemu Mantan Presiden
"Malam ini benar-benar fokus ke beberapa program pemerintah yang sudah kita canangkan. Di antaranya mengenai swasembada pangan. Sekali lagi pangan bagi kita itu menjadi hal yang utama, kita harus menjamin ketersediaan pangan," kata Prasetyo Hadi kepada wartawan, Minggu (5/10/2025).
Selain Swasembada pangan, presiden juga menyoroti soal pentingnya ketahanan energi. Presiden menekankan pentingnya peta jalan yang jelas agar Indonesia mengurangi ketergantungan pasokan energi dari luar negeri.
"Kemudian tadi juga bicara mengenai ketahanan energi, bagaimana kita roadmap yang jelas untuk bisa mengurangi ketergantungan energi kita dari luar negeri," ucapannya.
Baca juga: Presiden Beri Instruksi Khusus Penanganan Ambruknya Gedung Musala Ponpes Al Khoziny
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar turut menyampaikan langsung laporan program instansinya. Beberapa program soal penguatan pemberdayaan manusia ada yang disepakati Presiden.
"Kemudian tadi juga kita membahas mengenai pemberdayaan masyarakat yang dilaporkan oleh Menko Muhaimin Iskandar. Beberapa tadi kita mencapai kesepakatan untuk melakukan upaya-upaya pemberdayaan," kata Prasetyo.
Mensesneg menyebut program padat karya, khususnya di sektor pertanian dan perikanan juga dilakukan pembahasan saat pertemuan itu. Sebab program ini bukan hanya sekedar membuka lapangan kerja baru, memiliki nilai ekonomi yang besar dan dampak positif bagi masyarakat.
"Ini adalah sektor yang selain padat karya, secara ekonomi ini potensinya sangat besar, dan terutama kita berharap akan meningkatkan asupan protein dari ikan untuk rakyat kita. Itu beberapa hal yang tadi dibahas," pungkasnya.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut jika diskusi presiden dengan menteri ini tidak membahas soal pertemuan sebelumnya antara Presiden Prabowo dengan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Sabtu (4/10/2025) sore. Pertemuan ini, lanjut dia, membahas program swasembada pangan dengan menteri terkait.
Baca juga: Pertemuan Prabowo dan Jokowi, Luhut: Bagus Kalau Presiden Ketemu Mantan Presiden
"Malam ini benar-benar fokus ke beberapa program pemerintah yang sudah kita canangkan. Di antaranya mengenai swasembada pangan. Sekali lagi pangan bagi kita itu menjadi hal yang utama, kita harus menjamin ketersediaan pangan," kata Prasetyo Hadi kepada wartawan, Minggu (5/10/2025).
Selain Swasembada pangan, presiden juga menyoroti soal pentingnya ketahanan energi. Presiden menekankan pentingnya peta jalan yang jelas agar Indonesia mengurangi ketergantungan pasokan energi dari luar negeri.
"Kemudian tadi juga bicara mengenai ketahanan energi, bagaimana kita roadmap yang jelas untuk bisa mengurangi ketergantungan energi kita dari luar negeri," ucapannya.
Baca juga: Presiden Beri Instruksi Khusus Penanganan Ambruknya Gedung Musala Ponpes Al Khoziny
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar turut menyampaikan langsung laporan program instansinya. Beberapa program soal penguatan pemberdayaan manusia ada yang disepakati Presiden.
"Kemudian tadi juga kita membahas mengenai pemberdayaan masyarakat yang dilaporkan oleh Menko Muhaimin Iskandar. Beberapa tadi kita mencapai kesepakatan untuk melakukan upaya-upaya pemberdayaan," kata Prasetyo.
Mensesneg menyebut program padat karya, khususnya di sektor pertanian dan perikanan juga dilakukan pembahasan saat pertemuan itu. Sebab program ini bukan hanya sekedar membuka lapangan kerja baru, memiliki nilai ekonomi yang besar dan dampak positif bagi masyarakat.
"Ini adalah sektor yang selain padat karya, secara ekonomi ini potensinya sangat besar, dan terutama kita berharap akan meningkatkan asupan protein dari ikan untuk rakyat kita. Itu beberapa hal yang tadi dibahas," pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :