BGN Sebut 40 SPPG Ditutup Sementara usai Ramai Insiden Keracunan MBG
Sabtu, 04 Oktober 2025 - 23:46 WIB
loading...
Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola, Badan Gizi Nasional (BGN) Tigor Pangaribuan menyebut 40 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ditutup sementara. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola, Badan Gizi Nasional (BGN) Tigor Pangaribuan menyebut 40 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ditutup sementara. Hal itu dilakukan usai ramai dugaan keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Sampai saat ini sudah ada lebih kurang 40 yang ditutup sementara," kata Tigor saat ditemui seusai diskusi yang digelar Formas bertajuk 'MBG Bermanfaat untuk Siapa?' di Jakarta Selatan, Sabtu (4/10/2025).
Menurut Tigor, penutupan sementara ini guna kepentingan investigasi. Hal itu dilakukan hingga proses investigasi mengeluarkan hasil. "Sementara artinya sampai kapan? sampai proses laboratorium tesnya keluar nanti dan dikonfirmasi itu karena apa," ucapnya.
Baca juga: 9 Bulan Program MBG, Habiskan Anggaran Rp21,64 Triliun
Sementara itu, Guru Besar FEB UGM Agus Sartono menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa menciptakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) baru. Hal itu bisa terwujud jika program tersebut melibatkan masyarakat di sekitar sekolah.
"Belanja bahan bakunya dari sekitar sekolah, maka akan tercipta sirkulasi ekonomi yang bagus, jadi akan tumbuh ekonomi solusi yang merata," kata Agus.
Salah satu target penerima manfaat MBG merupakan pelajar sekolah dengan jumlah yang tidak sedikit. Dengan hal itu, makan akan tercipta demand yang tinggi terhadap bahan pokok untuk memenuhi gizi yang terkandung dalam Program MBG.
Baca juga: Program MBG Bisa Ciptakan Pelaku UMKM Baru dan Cegah Urbanisasi
"Dengan ada komunitas ekonomi di bawah, selain memberikan makan bergizi garis tadi, akan tercipta UMKM baru untuk suplai tadi, tempe, ada peternak telur ayam, sayur-sayuran. Jadi ini akan menciptakan lapangan kerja," ujar Agus.
Selain itu, jika hal tersebut berjalan juga akan berdampak pada berkurangnya angka urbanisasi. "Sekaligus akan mencegah, akan memperlambat laju urbanisasi yang ini menjadi tantangan kota-kota besar," ucapnya.
"Sampai saat ini sudah ada lebih kurang 40 yang ditutup sementara," kata Tigor saat ditemui seusai diskusi yang digelar Formas bertajuk 'MBG Bermanfaat untuk Siapa?' di Jakarta Selatan, Sabtu (4/10/2025).
Menurut Tigor, penutupan sementara ini guna kepentingan investigasi. Hal itu dilakukan hingga proses investigasi mengeluarkan hasil. "Sementara artinya sampai kapan? sampai proses laboratorium tesnya keluar nanti dan dikonfirmasi itu karena apa," ucapnya.
Baca juga: 9 Bulan Program MBG, Habiskan Anggaran Rp21,64 Triliun
Sementara itu, Guru Besar FEB UGM Agus Sartono menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa menciptakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) baru. Hal itu bisa terwujud jika program tersebut melibatkan masyarakat di sekitar sekolah.
"Belanja bahan bakunya dari sekitar sekolah, maka akan tercipta sirkulasi ekonomi yang bagus, jadi akan tumbuh ekonomi solusi yang merata," kata Agus.
Salah satu target penerima manfaat MBG merupakan pelajar sekolah dengan jumlah yang tidak sedikit. Dengan hal itu, makan akan tercipta demand yang tinggi terhadap bahan pokok untuk memenuhi gizi yang terkandung dalam Program MBG.
Baca juga: Program MBG Bisa Ciptakan Pelaku UMKM Baru dan Cegah Urbanisasi
"Dengan ada komunitas ekonomi di bawah, selain memberikan makan bergizi garis tadi, akan tercipta UMKM baru untuk suplai tadi, tempe, ada peternak telur ayam, sayur-sayuran. Jadi ini akan menciptakan lapangan kerja," ujar Agus.
Selain itu, jika hal tersebut berjalan juga akan berdampak pada berkurangnya angka urbanisasi. "Sekaligus akan mencegah, akan memperlambat laju urbanisasi yang ini menjadi tantangan kota-kota besar," ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :