Novel Baswedan: Memulangkan Riza Chalid Mudah Bagi Negara
Jum'at, 03 Oktober 2025 - 09:36 WIB
loading...
Wakil Kepala Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara Mabes Polri Novel Baswedan. Foto/SIndoNews
A
A
A
JAKARTA - Tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah M. Riza Chalid (MRC) hingga kini keberadaannya masih misteri. Sejumlah upaya dilakukan pemerintah untuk memulangkan Riza Chalid yang dikabarkan masih berada di luar negeri.
Wakil Kepala Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara Mabes Polri Novel Baswedan mengatakan, negara seharusnya memiliki kemampuan untuk menghadirkan.
“Perkaranya kan melibatkan beberapa orang, fakta perbuatannya sudah ada, ajukan di pengadilan dulu agar terlihat perkaranya sekuat apa. Setelah itu, pararel bersamaan dengan itu, siapa pun yang perlu dihadirkan, kita negara memiliki kemampuan untuk menghadirkan,” katanya dalam Podcat SindoNews To The Po!nt Aja, Jumat (3/10/2025).
Baca juga: 9 Tersangka Korupsi Minyak Mentah Termasuk Anak Riza Chalid Segera Diadili
Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini menjelaskan, agar perkara yang sudah ada harus berjalan lebih dahulu untuk dilihat, fakta sebenarnya.
“Kejahatannya seperti apa, biar publik juga paham. Yang disebut pelaku ada beberapa jenis. Kadangkala ada pelaku yang bertugas sebagai operator atau tindakan awal, dan ada aktor intelektual. Itu ada strategi untuk bagaimana menanganinya. Kalau ada pihak yang di atasnya belum tertangani yang di bawah mesti jelas dulu agar kita tahu langkah berikutnya akan seperti apa,” katanya.
Novel menambahkan, penanganan perkara korupsi harus tuntas. Siapa pun yang terlibat ditangani. Salah satunya mafia migas, banyak fakta-fakta yang diungkap di media namun tidak ditemukan pengungkapan yang tuntas.
Baca juga: Kapan Red Notice Riza Chalid Terbit? Polri: Dalam Waktu Tidak Lama
“Walaupun tidak mudah karena biasanya mafia migas ini lintas yuridiksi di beberapa negara pastinya tidak mudah. Terlepas dari kesulitannya, upaya itu dilakukan dengan sungguh-sungguh dan menyeluruh karena ada juga yang terlibat beberapa sektor yang didenda Cuma satu area. Penindakan harus dilakukan dengan jujur dan objektif,” tegasnya.
Saat ditanya soal kemampuan negara, Novel menegaskan, negara harus mampu melakukan itu.
“Ya harus mampu, kita punya banyak orang yang punya keahlian untuk investigator atau penegak hukum atau penuntut itu tidak kalah dengan negara-negara lain. Dan kita orangnya hebat-hebat, sudah diakui,” tegasnya.
Wakil Kepala Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara Mabes Polri Novel Baswedan mengatakan, negara seharusnya memiliki kemampuan untuk menghadirkan.
“Perkaranya kan melibatkan beberapa orang, fakta perbuatannya sudah ada, ajukan di pengadilan dulu agar terlihat perkaranya sekuat apa. Setelah itu, pararel bersamaan dengan itu, siapa pun yang perlu dihadirkan, kita negara memiliki kemampuan untuk menghadirkan,” katanya dalam Podcat SindoNews To The Po!nt Aja, Jumat (3/10/2025).
Baca juga: 9 Tersangka Korupsi Minyak Mentah Termasuk Anak Riza Chalid Segera Diadili
Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini menjelaskan, agar perkara yang sudah ada harus berjalan lebih dahulu untuk dilihat, fakta sebenarnya.
“Kejahatannya seperti apa, biar publik juga paham. Yang disebut pelaku ada beberapa jenis. Kadangkala ada pelaku yang bertugas sebagai operator atau tindakan awal, dan ada aktor intelektual. Itu ada strategi untuk bagaimana menanganinya. Kalau ada pihak yang di atasnya belum tertangani yang di bawah mesti jelas dulu agar kita tahu langkah berikutnya akan seperti apa,” katanya.
Novel menambahkan, penanganan perkara korupsi harus tuntas. Siapa pun yang terlibat ditangani. Salah satunya mafia migas, banyak fakta-fakta yang diungkap di media namun tidak ditemukan pengungkapan yang tuntas.
Baca juga: Kapan Red Notice Riza Chalid Terbit? Polri: Dalam Waktu Tidak Lama
“Walaupun tidak mudah karena biasanya mafia migas ini lintas yuridiksi di beberapa negara pastinya tidak mudah. Terlepas dari kesulitannya, upaya itu dilakukan dengan sungguh-sungguh dan menyeluruh karena ada juga yang terlibat beberapa sektor yang didenda Cuma satu area. Penindakan harus dilakukan dengan jujur dan objektif,” tegasnya.
Saat ditanya soal kemampuan negara, Novel menegaskan, negara harus mampu melakukan itu.
“Ya harus mampu, kita punya banyak orang yang punya keahlian untuk investigator atau penegak hukum atau penuntut itu tidak kalah dengan negara-negara lain. Dan kita orangnya hebat-hebat, sudah diakui,” tegasnya.
(cip)
Lihat Juga :