DPR Gandeng Pemerintah Bantu Penanganan Musala Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo yang Ambruk
Rabu, 01 Oktober 2025 - 09:32 WIB
loading...
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengaku telah berkoordinasi dengan pemerintah terkait penanganan ambruknya Musala Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengaku telah berkoordinasi dengan pemerintah terkait penanganan ambruknya Musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur pada Senin, 29 September 2025. Dasco mengaku perihatin atas musibah tersebut.
"Pertama kita menyatakan perhatian dan tadi kita sudah koordinasi dengan pemerintah untuk bergerak membantu dan juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah," kata Dasco, Rabu (1/10/2025).
Dasco berharap musibah ini menjadi yang terakhir dan tidak terulang lagi dikemudian hari. Dengan bantuan dari DPR dan Pemerintah harapan Dasco juga musibah ini bisa ditangani dengan maksimal. "Mudah-mudahan kejadian ini cepat diatasi dan tidak terulang lagi di tempat-tempat yang lain," sambungnya.
Baca juga: BNPB: 91 Santri Masih Tertimbun Reruntuhan Ponpes Al Khozyni Sidoarjo
Sebelumnya, Tim gabungan terus melakukan upaya evakuasi terhadap korban insiden reruntuhan di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, hingga Selasa, 30 September 2025 pukul 19.00 WIB. Berdasarkan data absensi santri, sebanyak 91 orang diduga diduga tertimbun material bangunan.
Personel pencarian dan pertolongan gabungan sebanyak 332 dikerahkan dengan metode kerja bergantian untuk menjaga ketahanan tim. Peralatan berat juga telah disiagakan, namun penggunaannya sementara belum dapat dilakukan karena dikhawatirkan getaran dapat memperparah kondisi reruntuhan.
"Upaya penyelamatan saat ini difokuskan secara manual dengan menggali lubang dan celah untuk mengevakuasi korban yang masih hidup," ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
Baca juga: Update Musala Ponpes Al-Khoziny Ambruk: 102 Korban Dievakuasi, 3 di Antaranya Meninggal
Aam sapaan Abdul Muhari mengatakan, tim SAR gabungan mendeteksi adanya indikasi enam orang korban yang masih bertahan di salah satu segmen reruntuhan. Melalui celah yang ada, petugas telah menyalurkan makanan dan minuman untuk menjaga kondisi para korban.
Sementara itu, proses evakuasi juga menunggu asesmen dari pihak berwenang di bawah komando Basarnas. Jika hasil asesmen menyatakan tidak ada lagi korban yang masih hidup, tahapan selanjutnya akan dilakukan dengan menggunakan alat berat untuk mengevakuasi korban meninggal dunia yang masih tertimbun.
Di sisi lain, tim tengah merumuskan langkah teknis bersama ahli konstruksi untuk membersihkan puing pada jalur evakuasi secara aman tanpa memicu reruntuhan susulan.
"Pertama kita menyatakan perhatian dan tadi kita sudah koordinasi dengan pemerintah untuk bergerak membantu dan juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah," kata Dasco, Rabu (1/10/2025).
Dasco berharap musibah ini menjadi yang terakhir dan tidak terulang lagi dikemudian hari. Dengan bantuan dari DPR dan Pemerintah harapan Dasco juga musibah ini bisa ditangani dengan maksimal. "Mudah-mudahan kejadian ini cepat diatasi dan tidak terulang lagi di tempat-tempat yang lain," sambungnya.
Baca juga: BNPB: 91 Santri Masih Tertimbun Reruntuhan Ponpes Al Khozyni Sidoarjo
Sebelumnya, Tim gabungan terus melakukan upaya evakuasi terhadap korban insiden reruntuhan di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, hingga Selasa, 30 September 2025 pukul 19.00 WIB. Berdasarkan data absensi santri, sebanyak 91 orang diduga diduga tertimbun material bangunan.
Personel pencarian dan pertolongan gabungan sebanyak 332 dikerahkan dengan metode kerja bergantian untuk menjaga ketahanan tim. Peralatan berat juga telah disiagakan, namun penggunaannya sementara belum dapat dilakukan karena dikhawatirkan getaran dapat memperparah kondisi reruntuhan.
"Upaya penyelamatan saat ini difokuskan secara manual dengan menggali lubang dan celah untuk mengevakuasi korban yang masih hidup," ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
Baca juga: Update Musala Ponpes Al-Khoziny Ambruk: 102 Korban Dievakuasi, 3 di Antaranya Meninggal
Aam sapaan Abdul Muhari mengatakan, tim SAR gabungan mendeteksi adanya indikasi enam orang korban yang masih bertahan di salah satu segmen reruntuhan. Melalui celah yang ada, petugas telah menyalurkan makanan dan minuman untuk menjaga kondisi para korban.
Sementara itu, proses evakuasi juga menunggu asesmen dari pihak berwenang di bawah komando Basarnas. Jika hasil asesmen menyatakan tidak ada lagi korban yang masih hidup, tahapan selanjutnya akan dilakukan dengan menggunakan alat berat untuk mengevakuasi korban meninggal dunia yang masih tertimbun.
Di sisi lain, tim tengah merumuskan langkah teknis bersama ahli konstruksi untuk membersihkan puing pada jalur evakuasi secara aman tanpa memicu reruntuhan susulan.
(cip)
Lihat Juga :