Kementerian Transmigrasi Bakal Perluas Program Pengiriman Tenaga Kerja ke Jepang

Rabu, 01 Oktober 2025 - 08:11 WIB
loading...
Kementerian Transmigrasi...
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan bakal memperluas program pengiriman tenaga kerja ke Jepang. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Kementerian Transmigrasi bakal memperluas kesempatan bagi warga transmigran di Indonesia untuk bekerja di luar negeri, khususnya di Jepang. Selama ini sudah lebih dari 100 transmigran yang bekerja di berbagai sektor di Jepang, dengan gaji Rp25-55 juta per bulan, tergantung keahliannya.

Rencana ini disampaikan Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara setelah bertemu dengan Asosiasi Penyelenggara Pemagangan Luar Negeri (AP2LN) di Osaka, Jepang, beberapa waktu lalu. Langkah awal tersebut memantik Kementerian Transmigrasi untuk memberikan dukungan penuh kepada para transmigran lainnya yang ingin belajar dan magang ke Jepang.

Kemudian setelah masa magang selesai bisa kembali ke Tanah Air untuk mengembangkan kawasan transmigrasi. "Kami ingin para transmigran itu nanti belajar ke Jepang, melakukan pemagangan, ada beberapa skema, ada yang 2 tahun, 3 tahun, 5 tahun atau bahkan 10 tahun untuk kemudian mereka nanti diberdayakan, balik lagi ke kawasan transmigrasi," ujarnya.

Baca juga: Bertolak ke Jepang, Menteri Transmigrasi Siap Perkenalkan 154 Kawasan

"Sehingga ketika dunia industri sudah settle masuk ke kawasan transmigrasi, mereka juga bisa terserap oleh lapangan kerja yang disediakan oleh industri karena sudah memiliki pengalaman tambahan, wawasan. Kemudian networking-nya juga sudah lebih luas, skill dan pengetahuannya juga sudah cukup tinggi," sambung Mentrans.

Di sisi lain, Mentras menyebut Jepang membutuhkan tenaga kerja hingga 40.000 orang dari Indonesia. Hanya baru terpenuhi 25.000 tenaga kerja asal Indonesia yang bekerja di 24 sektor Negeri Sakura tersebut seperti pertanian, kelautan, konstruksi dan perawatan.

"Dan yang lebih menarik dan membahagiakan kita saat ini adalah bahwa ternyata mereka, masyarakat Jepang sangat nge-value (menilai) tenaga kerja di Indonesia karena keramahtamahannya, hospitality-nya. Bahkan kita dianggap nomor satu di antara bangsa-bangsa yang lain sebagai tenaga kerja yang hadir di Jepang," ungkap Menteri Iftitah.

Baca juga: Menteri Transmigrasi dan Mathlaul Anwar Siap Perkuat Sinergi untuk Bangsa

Masih dalam pertemuan yang sama, Menteri Iftitah mengatakan Jepang membutuhkan banyak lahan untuk pertanian dan hasil laut. Mereka pun menawarkan agar para transmigran magang di Jepang selama 3-5 tahun.



"Jadi transmigran itu dimagangkan di Jepang, dikenalkan dengan teknologi yang cukup baik, baik di bidang pertanian maupun perikanan dan kelautan. Kemudian tenaga kerja ini nanti bekerja untuk perusahaan Jepang yang akan investasi di Indonesia. Nah ini juga yang akan cukup menarik sehingga mereka katakan bahwa nanti sudah terbiasa dengan sistem dan mekanisasi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan Jepang," kata Menteri Iftitah.

Jadi, kata dia, bisa mendapat double benefit. Satu benefit skill yang betul-betul nanti terlatih dari teknologi dan sistem kerja budaya Jepang. Yang kedua adalah investor yang nanti akan berinvestasi di Indonesia di kawasan transmigrasi.

"Itu kira-kira pembicaraan yang kami lakukan. Sebagai langkah konkret, insya Allah bulan Oktober mereka akan datang ke Indonesia untuk kita melakukan (penandatanganan) nota kesepahaman," ucapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Serdik Sebasa Lemdiklat...
Serdik Sebasa Lemdiklat Polri Dalami Peluang Beasiswa YLP di Kedubes Jepang
Kunjungan Prabowo ke...
Kunjungan Prabowo ke Korsel Hasilkan 10 Kerja Sama, Ini Rinciannya
Prabowo Tegaskan Indonesia...
Prabowo Tegaskan Indonesia dan Jepang Bakal Upayakan Deeskalasi dan Perdamaian Dunia
Di Depan Pengusaha Jepang,...
Di Depan Pengusaha Jepang, Prabowo Tegaskan Indonesia Negara Nonblok
Prabowo Bicara Arah...
Prabowo Bicara Arah Transformasi Besar Indonesia di Depan Pengusaha Jepang
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Anggap China Jadi Ancaman,...
Anggap China Jadi Ancaman, Menhan Jepang: Kita Hadapi Tantangan Baru
Rekomendasi
Astra Masuk Daftar Tempat...
Astra Masuk Daftar Tempat Kerja Terbaik di Asia, Borong 3 Penghargaan Sekaligus
Beredar Video Utuh UIN...
Beredar Video Utuh UIN Jakarta Visit ke Triguna dan SDIP, Kuasa Hukum: Meluruskan Informasi
Huawei Luncurkan MPV...
Huawei Luncurkan MPV Supermewah ala Rolls-Royce
Berita Terkini
Canda Prabowo ke HIPMI:...
Canda Prabowo ke HIPMI: Pengusaha Indonesia Banyak Dosanya
Hakim Ingatkan Tersangka...
Hakim Ingatkan Tersangka Bea Cukai Tak Berdusta: Di Akhirat Nanti Masuk Neraka
Hanura Bantah Punya...
Hanura Bantah Punya Yayasan Pengelola MBG, Sebut Narasi yang Beredar Hoaks
Kejagung Pelajari Bukti...
Kejagung Pelajari Bukti Terkait Pengajuan Justice Collaborator Eks Waka BGN Sony Sonjaya
Sidang PLK di PTUN,...
Sidang PLK di PTUN, Ahli Tegaskan Pencabutan Badan Hukum oleh Kemenkum Sudah Tepat
Sony Sonjaya Belum Ajukan...
Sony Sonjaya Belum Ajukan Permohonan Perlindungan Justice Collaborator ke LPSK
Infografis
Jepang Uji Coba 4 Hari...
Jepang Uji Coba 4 Hari Kerja untuk Ubah Stigma Negara Pekerja Keras
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved