Karier Komjen Rudy Heriyanto, Jenderal Bintang 3 Non Akpol dari Reserse ke Birokrasi

Selasa, 30 September 2025 - 16:59 WIB
loading...
Karier Komjen Rudy Heriyanto,...
Cerita karier Komjen Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho yang saat ini menjabat Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) cukup unik kalau dilihat dari lanskap kepemimpinan Polri secara umum. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Cerita karier Komjen Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho cukup unik kalau dilihat dari lanskap kepemimpinan Polri secara umum. Alumni Sepa Polri 1993 yang berhasil mencapai bintang 3 ini bukan pencapaian biasa di lingkungan yang didominasi lulusan Akpol.

Stigma tentang jalur Sepa memang ada. Secara informal, ada semacam invisible ceiling untuk perwira dari jalur ini. Namun, Rudy memecahkan langit-langit itu. Lulus sebagai yang terbaik di angkatannya mungkin menjadi modal awal, tapi perjalanan setelahnya murni dibangun dari prestasi dan kapasitas.

Baca juga: Rekam Jejak Komjen Pol Rudy Heriyanto, Sekjen KKP yang Diisukan Jadi Pengganti Kapolri

Kariernya dimulai di Bareskrim, fokus ke reserse. Ini bukan jalur yang glamor. Tidak ada spotlight media seperti satuan operasi lapangan. Reserse adalah kerja keras yang detail-oriented, butuh kesabaran tinggi, dan seringkali hasilnya baru terlihat berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun kemudian.

Dari Dirtipidter hingga Dirtipideksus Bareskrim, Rudy menangani kasus-kasus yang sangat sensitif. Kejahatan ekonomi kelas kakap bukan sekadar soal menangkap pelaku. Ini soal membongkar jaringan, melacak aliran uang, memahami modus operandi yang sophisticated, dan membangun bukti yang cukup kuat untuk proses hukum.

Salah satu kasus besar yang pernah ditanganinya melibatkan jaringan investasi ilegal senilai ratusan miliar rupiah sekitar tahun 2016. Prosesnya panjang dan rumit, tapi tuntas.

Transisi kariernya menunjukkan adaptabilitas yang tinggi. Dari reserse, dia naik ke posisi Kadivkum Polri pada 2019-2020. Ini lompatan yang signifikan dari operasional lapangan ke kebijakan hukum institusional.

Di posisi ini dia mulai memasukkan pemikiran akademisnya tentang reformasi hukum kepolisian. Tidak semua di internal setuju dengan pendekatannya yang dianggap terlalu teoritis, tapi dia cukup konsisten untuk tetap mendorong.

Lalu, penugasan sebagai Kapolda Banten dari 2020-2023. Tiga tahun itu menjadi bukti apakah konsep-konsep akademisnya bisa diimplementasikan di lapangan. Dia mencoba pendekatan yang berbeda yakni polisi harus approachable, bukan menjadi entitas yang menakutkan.

Community policing bukan sekadar jargon, tapi diterjemahkan dalam program konkret yakni dialog dengan tokoh masyarakat, pendekatan preventif, dan mediasi untuk kasus-kasus tertentu.

Hasilnya tidak sempurna. Ada yang berhasil, ada yang mentok di tengah jalan. Data resmi menunjukkan penurunan angka kejahatan sekitar 12%, meski angka ini diperdebatkan karena faktor-faktor eksternal seperti pandemi. Yang lebih terukur mungkin adalah perubahan persepsi masyarakat terhadap polisi, dari yang awalnya takut menjadi lebih percaya untuk melaporkan masalah.

Kritik tetap ada. Pengusaha di kawasan industri sering mengeluhkan lambatnya penanganan kasus. Ada juga suara dari internal yang menganggap pendekatannya terlalu soft untuk daerah dengan tantangan premanisme yang nyata. Ini trade-off yang harus dihadapi oleh pemimpin yang memilih jalan tengah antara ketegasan dan humanisme.

Pada Desember 2023 membawa babak baru. Rudy dipindahkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai Sekretaris Jenderal. Jabatan sipil yang sangat teknis mendampingi wakil sang Presiden Prabowo ketika masih menjabat Menteri Pertahanan.

Banyak yang heran dengan penempatan ini. Tapi, kalau dilihat dari rekam jejaknya menangani kejahatan ekonomi, pilihan ini cukup logis. KKP butuh orang yang paham celah-celah penyimpangan dan punya integritas untuk melakukan pengawasan ketat.

Pengalaman lintas sektor ini menjadi nilai tambah yang unik. Tidak banyak perwira tinggi Polri yang punya pengalaman mengelola birokrasi sipil di kementerian teknis. Ini memberinya perspektif yang berbeda tentang bagaimana institusi-institusi negara bekerja dan berkoordinasi.

Pertanyaannya sekarang, apakah pengalaman yang beragam ini cukup untuk memimpin Polri? Atau justru terlalu beragam sehingga kurang fokus? Perdebatan ini akan terus berlanjut hingga pengumuman resmi calon Kapolri dibuat.

Yang pasti, perjalanan kariernya membuktikan satu hal yaitu jalur non-konvensional bukan penghalang untuk mencapai posisi puncak asalkan ada prestasi nyata dan kapasitas yang teruji. Itu pelajaran penting, tidak hanya untuk Polri tapi untuk seluruh birokrasi Indonesia.


Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso mengatakan, dari nama-nama yang beredar, salah satunya Komjen Rudy Heriyanto membuat isu pergantian Kapolri menjadi semakin menarik.

“Dari yang beredar ini saya memperhatikan satu orang yang agak beda, yang tiga lain kan seperti Komjen Suyudi (S) Kepala BNN, Pak Dedi (D) Prasetyo Wakapolri, dan satu lagi Rudi (R) Darmoko Akpol 93. Ini semuanya Akpol dan yang menarik ada satu yang beredar nama yaitu Komjen Rudy (R) Heriyanto, ini yang non Akpol, satu-satunya yang non Akpol,” ujarnya, Senin (29/9/2025).

Meskipun bukan berasal dari Akpol, Rudy tetap memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk menjadi seorang Kapolri. “Kalau Polri mau menjadi sebuah institusi yang terbuka, memberikan kesempatan yang sama, itu bisa semuanya, termasuk Komjen Rudy,” kata Sugeng.

Selain berpangkat jenderal bintang 3, Rudy juga memiliki rekam jejak, kompetensi, dan prestasi yang cukup mumpuni. “Dia pernah menjabat Kapolda, Kadivkum, sebelumnya Dirreskrimsus, Direskrimum Polda, pernah jadi Kapolres. Ini posisi-posisi yang menurut saya cukup strategis. Artinya, sebagai non Akpol, dia diakui setara. Memang kemudian saya meneliti dari rekam jejak Pak Rudy Heriyanto ini, dia saya lihat sebagai lulusan terbaik SEPA Polri 1993 sama seperti Rudi Darmoko, dia kan Akpol 93 Adhy Makayasa, jadi sama,” ungkapnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapolda Riau Gaungkan...
Kapolda Riau Gaungkan Polisi Penjaga Peradaban di Dies Natalis Ke-80 STIK Polri
Wamenkum Ungkap Alasan...
Wamenkum Ungkap Alasan Usia Pensiun Kapolri Bisa Diperpanjang
Rekrutmen Polri 2026...
Rekrutmen Polri 2026 Ketat dan Transparan, Banyak Anak Jenderal Tak Lolos Seleksi
Panja RUU Polri Sepakati...
Panja RUU Polri Sepakati Usia Pensiun Polisi, Jenderal Bintang 4 Bisa 61 Tahun
1 Brigjen dan 2 Kombes...
1 Brigjen dan 2 Kombes Digeser ke Divkum Polri usai Mutasi Mei 2026
2 Perwira Polri Digeser...
2 Perwira Polri Digeser ke Baintelkam setelah Mutasi Mei 2026
3 Mantan Kapolda Jabar...
3 Mantan Kapolda Jabar yang Duduk di Kabinet Prabowo, 1 di Antaranya Wakapolri
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Profil Brigjen Pol Arif...
Profil Brigjen Pol Arif Budiman, Kapolda Maluku Utara Lulusan Akpol 1994
Rekomendasi
Kinerja Solid, Laba...
Kinerja Solid, Laba Bersih MSIN Melonjak 140% Jadi Rp985 Miliar di 2025
UATAS dan AFPI Ajak...
UATAS dan AFPI Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
Dataran Tinggi Tak Lagi...
Dataran Tinggi Tak Lagi Area Pinggiran, UPLAND Jadikannya Pilar Kedaulatan Pangan
Berita Terkini
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Jumhur Hidayat Sampaikan...
Jumhur Hidayat Sampaikan Salam Hangat Presiden Prabowo ke Raja Charles
Prabowo Ajak Seluruh...
Prabowo Ajak Seluruh Elemen Bangsa Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman demi Kemajuan Bangsa
Bertambah, Jumlah Peserta...
Bertambah, Jumlah Peserta SPPI Kopdes Merah Putih yang Meninggal Jadi 4 Orang
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved