Komisi X DPR Minta Menpora Bangun Budaya Pemuda Indonesia yang Suportif
Senin, 29 September 2025 - 19:21 WIB
loading...
A
A
A
“Di dunia hiburan maupun olahraga, banyak talenta hebat, tapi karena terbiasa merasa rendah diri, kita selalu membandingkan diri dengan negara lain dan lupa menghargai potensi kita sendiri,” ujarnya.
Verrell juga menyinggung fenomena crab mentality yang masih kuat di kalangan pemuda. "Faktanya, ketika masyarakat mengetahui salah satu yang mendalangi hadiah adalah sesama WNI, yang terjadi bukannya didukung oleh sesama pemuda-pemudi Indonesia, tetapi malah di-report akunnya sampai akun itu menghilang," ungkapnya.
Baca juga: 5 Perwira Tinggi Kopassus Naik Pangkat, Ini Nama-Namanya
Verrell menyebut paradoks terbesar generasi muda sekarang adalah perilaku digital yang bertolak belakang dengan nilai-nilai ketimuran.
“Kita dikenal ramah dan gotong royong, tapi di media sosial justru terkenal paling julid. Nilai-nilai ketimuran harus kembali ditanamkan di dunia digital,” katanya.
Terkait arah kebijakan kepemudaan ke depan, Verrell mengusulkan tiga hal penting jika nantinya ada pembahasan RUU Kepemudaan. Pertama, Mandat Resiliensi Digital yang tidak sekadar pelatihan teknis, melainkan fokus pada penguatan critical thinking dan kemampuan verifikasi fakta agar pemuda Indonesia memiliki ketahanan informasi yang berkelanjutan.
Verrell juga menyinggung fenomena crab mentality yang masih kuat di kalangan pemuda. "Faktanya, ketika masyarakat mengetahui salah satu yang mendalangi hadiah adalah sesama WNI, yang terjadi bukannya didukung oleh sesama pemuda-pemudi Indonesia, tetapi malah di-report akunnya sampai akun itu menghilang," ungkapnya.
Baca juga: 5 Perwira Tinggi Kopassus Naik Pangkat, Ini Nama-Namanya
Verrell menyebut paradoks terbesar generasi muda sekarang adalah perilaku digital yang bertolak belakang dengan nilai-nilai ketimuran.
“Kita dikenal ramah dan gotong royong, tapi di media sosial justru terkenal paling julid. Nilai-nilai ketimuran harus kembali ditanamkan di dunia digital,” katanya.
Terkait arah kebijakan kepemudaan ke depan, Verrell mengusulkan tiga hal penting jika nantinya ada pembahasan RUU Kepemudaan. Pertama, Mandat Resiliensi Digital yang tidak sekadar pelatihan teknis, melainkan fokus pada penguatan critical thinking dan kemampuan verifikasi fakta agar pemuda Indonesia memiliki ketahanan informasi yang berkelanjutan.
Lihat Juga :