Prabowo: Gubernur DKI Beda Partai, tapi Saya Bisa Bekerja Sama
Senin, 29 September 2025 - 19:04 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kedewasaan dalam berpolitik dan bernegara. Foto/Binti Mufarida
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kedewasaan dalam berpolitik dan bernegara. Dia menegaskan bahwa perbedaan partai politik tidak boleh menjadi penghalang dalam membangun kerja sama demi kepentingan rakyat.
Hal tersebut disampaikan Prabowo ketika berpidato di acara akad massal 26.000 KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Serah Terima Kunci yang berlangsung di daerah Bogor, Jawa Barat, pada Senin (29/9/2025).
Dalam sambutannya, Prabowo mengingatkan para pemimpin dan pejabat publik untuk tidak menyimpan dendam politik. Dia pun menganalogikan kontestasi politik seperti pertandingan sepak bola, yakni hanya satu pihak yang menjadi juara.
Baca juga: Prabowo Terkesan Sama PKS Sodorkan Nama Yassierli Masuk Kabinet: Boleh juga Ini
"Jangan dendam. Tadi saya katakan, bersaing kita semua mau menang, nggak mungkin semua menang. Dalam sepak bola cuma satu juara umum. Jadi kita harus paham itu, politik kita harus politik dewasa, demokrasi kita harus demokrasi Indonesia, demokrasi yang santun, berbeda partai tidak masalah, yang menang ngajak yang kalah, yang kalah dukung yang menang," kata Prabowo.
Prabowo juga menyinggung hubungan kerja sama dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Meski berasal dari partai politik yang berbeda, dia menyebut kolaborasi dengan Pramono tetap berjalan dengan baik.
"Rakyat kita enggak suka pemimpin yang dendam, rakyat nggak suka pemimpin di atas gontok-gontokan. Gubernur DKI partai lain tidak masalah, saya bisa bekerja sama dengan Pramono Anung," ujarnya.
Prabowo pun mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Menurutnya, kepala daerah yang enggan bekerja sama justru akan merugikan daerahnya sendiri.
"Kalau beliau enggak mau kerja sama, beliau rugi sendiri. Rakyatnya marah sama beliau," pungkasnya.
Hal tersebut disampaikan Prabowo ketika berpidato di acara akad massal 26.000 KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Serah Terima Kunci yang berlangsung di daerah Bogor, Jawa Barat, pada Senin (29/9/2025).
Dalam sambutannya, Prabowo mengingatkan para pemimpin dan pejabat publik untuk tidak menyimpan dendam politik. Dia pun menganalogikan kontestasi politik seperti pertandingan sepak bola, yakni hanya satu pihak yang menjadi juara.
Baca juga: Prabowo Terkesan Sama PKS Sodorkan Nama Yassierli Masuk Kabinet: Boleh juga Ini
"Jangan dendam. Tadi saya katakan, bersaing kita semua mau menang, nggak mungkin semua menang. Dalam sepak bola cuma satu juara umum. Jadi kita harus paham itu, politik kita harus politik dewasa, demokrasi kita harus demokrasi Indonesia, demokrasi yang santun, berbeda partai tidak masalah, yang menang ngajak yang kalah, yang kalah dukung yang menang," kata Prabowo.
Prabowo juga menyinggung hubungan kerja sama dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Meski berasal dari partai politik yang berbeda, dia menyebut kolaborasi dengan Pramono tetap berjalan dengan baik.
"Rakyat kita enggak suka pemimpin yang dendam, rakyat nggak suka pemimpin di atas gontok-gontokan. Gubernur DKI partai lain tidak masalah, saya bisa bekerja sama dengan Pramono Anung," ujarnya.
Prabowo pun mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Menurutnya, kepala daerah yang enggan bekerja sama justru akan merugikan daerahnya sendiri.
"Kalau beliau enggak mau kerja sama, beliau rugi sendiri. Rakyatnya marah sama beliau," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :