BMKG Ingatkan Ancaman Krisis Pangan di Tahun 2050 Akibat Perubahan Iklim
Minggu, 28 September 2025 - 06:58 WIB
loading...
A
A
A
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menuturkan Indonesia tengah menghadapi tantangan besar dari alam. Bibit dan siklon tropis yang muncul bukan sekadar fenomena meteorologis biasa melainkan membawa dampak nyata di berbagai wilayah.
Data BMKG menunjukkan bahwa setiap tahun hujan harian maksimum terus mengalami peningkatan. Di kawasan seperti Puncak dan Bali, curah hujan ekstrem telah memicu banjir bandang, longsor, hingga kerusakan infrastruktur. “Ini bukan sekadar angka statistik melainkan alarm nyata bahwa kita harus segera bertindak,” kata Dwikorita.
Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti mengatakan, pembangunan infrastruktur harus benar-benar memperhitungkan perubahan pola curah hujan, potensi longsor, dan risiko kekeringan.
“Informasi dari BMKG sangat relevan untuk perencanaan irigasi, bendungan, hingga pengendalian banjir. Jika ancaman kekeringan meningkat, maka kita harus memastikan pembangunan irigasi dan bendungan dilakukan tepat sasaran. Demikian juga terkait banjir, perlu peningkatan operasi dan pemeliharaan agar sedimentasi tidak mengganggu fungsi sungai dan jembatan,” ujar Diana.
Dia juga menyoroti pentingnya penguatan konstruksi infrastruktur terhadap bencana hidrometeorologi, termasuk banjir, longsor, serta risiko terhadap fondasi jembatan akibat luapan sungai. “Standar SNI, desain jembatan, serta sistem peringatan dini harus terus diperbarui agar lebih adaptif terhadap dinamika iklim,” ucapnya.
Data BMKG menunjukkan bahwa setiap tahun hujan harian maksimum terus mengalami peningkatan. Di kawasan seperti Puncak dan Bali, curah hujan ekstrem telah memicu banjir bandang, longsor, hingga kerusakan infrastruktur. “Ini bukan sekadar angka statistik melainkan alarm nyata bahwa kita harus segera bertindak,” kata Dwikorita.
Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti mengatakan, pembangunan infrastruktur harus benar-benar memperhitungkan perubahan pola curah hujan, potensi longsor, dan risiko kekeringan.
“Informasi dari BMKG sangat relevan untuk perencanaan irigasi, bendungan, hingga pengendalian banjir. Jika ancaman kekeringan meningkat, maka kita harus memastikan pembangunan irigasi dan bendungan dilakukan tepat sasaran. Demikian juga terkait banjir, perlu peningkatan operasi dan pemeliharaan agar sedimentasi tidak mengganggu fungsi sungai dan jembatan,” ujar Diana.
Dia juga menyoroti pentingnya penguatan konstruksi infrastruktur terhadap bencana hidrometeorologi, termasuk banjir, longsor, serta risiko terhadap fondasi jembatan akibat luapan sungai. “Standar SNI, desain jembatan, serta sistem peringatan dini harus terus diperbarui agar lebih adaptif terhadap dinamika iklim,” ucapnya.
(jon)
Lihat Juga :