Menuju Indonesia Emas 2045, Generasi Muda Diminta Kawal Pengelolaan APBN dan APBD
Jum'at, 26 September 2025 - 14:01 WIB
loading...
Kemenkeu mengajak generasi muda mengawal pengelolaan APBN dan APBD untuk bangun daerah. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Keuangan ( Kemenkeu ) kembali menggelar kegiatan inovasi flagship DJPK bertajuk Lomba Peran APBN dan APBD Bangun Daerah 2025. Kegiatan tersebut untuk menggali potensi dan mengajak generasi muda mengawal pengelolaan APBN dan APBD.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan, tahun ini menjadi tahun yang spesial karena melakukan rebranding dari sebelumnya bernama “Lomba Bedah Data APBD” menjadi “Lomba Peran APBN dan APBD untuk Bangun Daerah”. Lomba Peran APBN dan APBD untuk Bangun Daerah Tahun 2025 merupakan salah satu cara untuk menunjukkan peran generasi muda dalam hal ini pelajar tingkat SMA/SMK/sederajat dalam menjaga efektivitas APBN dan APBD.
Perjalanan Lomba Peran APBN dan APBD untuk Bangun Daerah Tahun 2025 dimulai sejak 8 Mei 2025. Antusiasme tinggi tampak dari berbagai penjuru Indonesia, tercatat 628 tim mendaftar dari 36 provinsi, bahkan ada yang berasal dari luar negeri (Den Haag, Belanda).
Baca juga: Turun 3,8% Sepanjang 2025, Pemerintah Kantongi Penerimaan Pajak Rp1.135,4 Triliun
Tema yang diusung dalam lomba ini, mulai dari implementasi program makan bergizi gratis, ketahanan pangan, peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan kualitas layanan kesehatan hingga penguatan koperasi desa merah putih.
Dia mengaku sangat senang lomba ini dapat berlangsung dengan baik dan dilangsungkan dengan penggunaan alat digital, kita berlomba secara online.
"Ini tidak mengurangi dari ilmu atau pengetahuan yang Anda dapatkan. Anda bisa mencari ilmu dan pengetahuan dimanapun, di seluruh Indonesia maupun diseluruh dunia, mendapatkan pengetahuan kemudian saling berinteraksi," ujarnya, Jumat (26/9/2025).
Baca juga: Realisasi Transfer ke Daerah Capai Rp571,5 Triliun, Pemda Diminta Percepat Belanja Daerah
Lomba Peran APBN dan APBD Bangun Daerah 2025 diselenggarakan untuk dapat meningkatkan awareness, social control, dan keterlibatan masyarakat, khususnya pelajar sebagai penerus estafet pembangunan bangsa. Dengan lebih familiarnya masyarakat terhadap pengelolaan APBN dan APBD di daerah. Hal ini tentunya dapat meningkatkan partisipasi publik di dalam perencanaan dan penganggaran pembangunan di daerah.
“Para pemenang dari lomba ini mendapatkan jalur khusus untuk masuk ke Politeknik Keuangan Negara STAN, saya akan sangat senang kalau para siswa ada yang berkeinginan dan mengikuti jalur khusus ini, sehingga anda akan masuk lebih dalam lagi dan betul-betul menjalankan menjadi Punggawa Penjaga Keuangan Negara. Itu adalah yang ada di dalam logo Kementerian Keuangan Nagara Dana Rakca," ujarnya saat menghadiri final lomba peran APBN dan APBD Bangun Daerah 2025 di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.
Sinergi Kemenkeu Satu juga terus dilakukan dengan melibatkan unit Kementerian Keuangan di daerah (Kanwil DJPb, KPPN, KPP, hingga Balai Diklat Keuangan) dan UNICEF sebagai mitra eksternal strategis memastikan kegiatan berperan langsung sebagai salah satu aspek edukasi publik.
“Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat, dan kontribusi sebesar-besarnya kepada Kementerian Keuangan khususnya dan masyarakat pada umumnya, menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan, tahun ini menjadi tahun yang spesial karena melakukan rebranding dari sebelumnya bernama “Lomba Bedah Data APBD” menjadi “Lomba Peran APBN dan APBD untuk Bangun Daerah”. Lomba Peran APBN dan APBD untuk Bangun Daerah Tahun 2025 merupakan salah satu cara untuk menunjukkan peran generasi muda dalam hal ini pelajar tingkat SMA/SMK/sederajat dalam menjaga efektivitas APBN dan APBD.
Perjalanan Lomba Peran APBN dan APBD untuk Bangun Daerah Tahun 2025 dimulai sejak 8 Mei 2025. Antusiasme tinggi tampak dari berbagai penjuru Indonesia, tercatat 628 tim mendaftar dari 36 provinsi, bahkan ada yang berasal dari luar negeri (Den Haag, Belanda).
Baca juga: Turun 3,8% Sepanjang 2025, Pemerintah Kantongi Penerimaan Pajak Rp1.135,4 Triliun
Tema yang diusung dalam lomba ini, mulai dari implementasi program makan bergizi gratis, ketahanan pangan, peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan kualitas layanan kesehatan hingga penguatan koperasi desa merah putih.
Dia mengaku sangat senang lomba ini dapat berlangsung dengan baik dan dilangsungkan dengan penggunaan alat digital, kita berlomba secara online.
"Ini tidak mengurangi dari ilmu atau pengetahuan yang Anda dapatkan. Anda bisa mencari ilmu dan pengetahuan dimanapun, di seluruh Indonesia maupun diseluruh dunia, mendapatkan pengetahuan kemudian saling berinteraksi," ujarnya, Jumat (26/9/2025).
Baca juga: Realisasi Transfer ke Daerah Capai Rp571,5 Triliun, Pemda Diminta Percepat Belanja Daerah
Lomba Peran APBN dan APBD Bangun Daerah 2025 diselenggarakan untuk dapat meningkatkan awareness, social control, dan keterlibatan masyarakat, khususnya pelajar sebagai penerus estafet pembangunan bangsa. Dengan lebih familiarnya masyarakat terhadap pengelolaan APBN dan APBD di daerah. Hal ini tentunya dapat meningkatkan partisipasi publik di dalam perencanaan dan penganggaran pembangunan di daerah.
“Para pemenang dari lomba ini mendapatkan jalur khusus untuk masuk ke Politeknik Keuangan Negara STAN, saya akan sangat senang kalau para siswa ada yang berkeinginan dan mengikuti jalur khusus ini, sehingga anda akan masuk lebih dalam lagi dan betul-betul menjalankan menjadi Punggawa Penjaga Keuangan Negara. Itu adalah yang ada di dalam logo Kementerian Keuangan Nagara Dana Rakca," ujarnya saat menghadiri final lomba peran APBN dan APBD Bangun Daerah 2025 di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.
Sinergi Kemenkeu Satu juga terus dilakukan dengan melibatkan unit Kementerian Keuangan di daerah (Kanwil DJPb, KPPN, KPP, hingga Balai Diklat Keuangan) dan UNICEF sebagai mitra eksternal strategis memastikan kegiatan berperan langsung sebagai salah satu aspek edukasi publik.
“Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat, dan kontribusi sebesar-besarnya kepada Kementerian Keuangan khususnya dan masyarakat pada umumnya, menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :