Balitbang Motor Penggerak Partai Raih Suara Milenial dan Generasi Z
Jum'at, 26 September 2025 - 12:45 WIB
loading...
A
A
A
Tak hanya itu, Henry juga mendorong agar Balitbang memperkuat perannya sebagai jembatan komunikasi antara partai dengan masyarakat. Baginya, riset yang dilakukan Balitbang harus mampu diterjemahkan menjadi kebijakan yang nyata, sekaligus narasi politik yang bisa dipahami publik secara luas. Dengan begitu, Partai Golkar bukan hanya hadir di ruang kekuasaan, tetapi juga di ruang kesadaran masyarakat sehari-hari.
“Balitbang tidak boleh bekerja di menara gading. Hasil kajian harus membumi, menjawab kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat citra Golkar sebagai partai yang peka dan adaptif. Jika ini dijalankan konsisten, maka saya optimistis Golkar bisa menjaga eksistensinya sebagai partai besar sekaligus memimpin arah perubahan bangsa,” paparnya.
Sebelumnya, dalam Rapat Kerja II Balitbang DPP Partai Golkar yang digelar di Kota Cirebon pada 20-21 September 2025, Ketua Balitbang DPP Partai Golkar Yuddy Chrisnandi menyoroti pergeseran karakter pemilih yang didominasi oleh generasi milenial dan Gen Z. Hal ini menjadi keniscayaan, menurutnya pada cara Partai Golkar beradaptasi terhadap pemilih di Pemilu 2029 nanti.
“Perlu disadari, pada Pemilu 2029 mayoritas pemilih adalah generasi milenial akhir dan generasi Z. Cara pandang mereka terhadap politik, aspirasi, dan masa depan tentu berbeda dengan generasi yang saat ini memimpin Partai Golkar. Karena itu, rapat kerja ini tidak hanya memberikan rekomendasi praktis, tapi juga menyusun pemikiran strategis agar Partai Golkar bisa tetap relevan, bertahan, dan menang,” tutur Yuddy Chrisnandi.
Dengan demikian, Raker II Balitbang Golkar di Cirebon tidak hanya menjadi ajang konsolidasi internal, melainkan juga momentum merumuskan strategi jangka panjang. Golkar ingin memastikan diri hadir sebagai partai yang siap menjawab tantangan zaman, sekaligus menjaga warisan sejarah untuk mengantarkan Indonesia menuju cita-cita besar di 2045.
“Balitbang tidak boleh bekerja di menara gading. Hasil kajian harus membumi, menjawab kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat citra Golkar sebagai partai yang peka dan adaptif. Jika ini dijalankan konsisten, maka saya optimistis Golkar bisa menjaga eksistensinya sebagai partai besar sekaligus memimpin arah perubahan bangsa,” paparnya.
Sebelumnya, dalam Rapat Kerja II Balitbang DPP Partai Golkar yang digelar di Kota Cirebon pada 20-21 September 2025, Ketua Balitbang DPP Partai Golkar Yuddy Chrisnandi menyoroti pergeseran karakter pemilih yang didominasi oleh generasi milenial dan Gen Z. Hal ini menjadi keniscayaan, menurutnya pada cara Partai Golkar beradaptasi terhadap pemilih di Pemilu 2029 nanti.
“Perlu disadari, pada Pemilu 2029 mayoritas pemilih adalah generasi milenial akhir dan generasi Z. Cara pandang mereka terhadap politik, aspirasi, dan masa depan tentu berbeda dengan generasi yang saat ini memimpin Partai Golkar. Karena itu, rapat kerja ini tidak hanya memberikan rekomendasi praktis, tapi juga menyusun pemikiran strategis agar Partai Golkar bisa tetap relevan, bertahan, dan menang,” tutur Yuddy Chrisnandi.
Dengan demikian, Raker II Balitbang Golkar di Cirebon tidak hanya menjadi ajang konsolidasi internal, melainkan juga momentum merumuskan strategi jangka panjang. Golkar ingin memastikan diri hadir sebagai partai yang siap menjawab tantangan zaman, sekaligus menjaga warisan sejarah untuk mengantarkan Indonesia menuju cita-cita besar di 2045.
(shf)
Lihat Juga :