Waketum Perindo AYP Berharap Sekber Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat Dapat Koreksi Penyelenggaraan Pemilu
Kamis, 25 September 2025 - 06:42 WIB
loading...
Waketum Bidang Jaringan dan Diplomasi Politik DPP Partai Perindo Andi Yuslim Patawari (AYP) berharap Sekber Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat mampu mengoreksi penyelenggaraan pesta demokrasi ke depan. Foto/Refi Sandi
A
A
A
JAKARTA - Sebanyak sembilan parpol nonparlemen sepakat membentuk Sekretariat Bersama (Sekber) Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat. Wakil Ketua Umum (Waketum) Bidang Jaringan dan Diplomasi Politik DPP Partai Perindo Andi Yuslim Patawari (AYP) berharap Sekber Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat mampu mengoreksi penyelenggaraan pesta demokrasi ke depan.
AYP mengatakan, pertemuan yang digelar di kediaman Ketua Umum DPP Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) di Jakarta Selatan, Rabu (24/9/2025) malam itu merupakan pertemuan kedua. Pertemuan pertama diinisiasi Partai Perindo.
"Jadi dari 12 partai, yang hadir 9 partai, sepakat untuk membuat Sekber Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat . Gerakan ini akan melakukan gerakan perjuangan secara yuridis dan tentu akan melakukan pergerakan lainnya yang kita harapkan gerakan melakukan koreksi terhadap penyelenggaraan pemilu ke depan," ujar AYP.
Baca Juga: 9 Parpol Nonparlemen Termasuk Perindo Bentuk Sekber Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat
AYP menilai, 17 juta suara rakyat hilang dalam Pemilu 2024. "Tentu target kita karena kita berkaca ke belakang ada 17 juta suara itu tidak bermanfaat, jadinya sementara ada istilah vox populi vox dei, suara rakyat adalah suara Tuhan ini menjadi tidak bermakna. Inilah yang coba kami koreksi dengan berkumpul malam ini yang dilakukan oleh Ketum Hanura Oesman Sapta sepakat membuat gerakan tersebut," jelasnya.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Perindo Ferry Kurnia Rizkiyansyah menilai tujuan utama dari gerakan itu tak lain agar suara rakyat saat pesta demokrasi tidak terbuang sia-sia serta mendorong pemilu yang adil dan setara. Dalam Pemilu 2024, setidaknya 17.304.303 suara berakhir sia-sia.
"Saya pikir dalam konteks pemilu soal keadilan, kesetaraan yang menjadi penting. Ketika berkontestasi tidak ada lagi partai partai nonparlemen, kan seperti itu. Oleh karena itu, dalam konteks ini kita bangun terkait aktivitas yang ada salah satunya jangan sampai nanti ke depan suara rakyat banyak yang terbuang," kata Ferry Kurnia seusai pertemuan.
Ferry mengatakan, pada Pemilu 2019 ada sekitar 13 juta suara rakyat yang terbuang. Selanjutnya, pada Pemilu 2024 jumlahnya bertambah menjadi 17 juta. "Jangan sampai itu tersia-siakan. Oleh karenanya, kita bangun sinergitas memberikan kontribusi positif bahwa kita bisa menjadi bagian dalam membangun sebuah bangsa yang betul-betul memastikan kedaulatan rakyatnya," katanya.
Ferry berharap kehadiran Sekber ini menjadi pintu untuk memberikan catatan terkait aspek politik, hukum dan lainnya. "Mudah-mudahan Sekber ini menjadi suatu pintu untuk kita memberikan catatan penting baik itu terkait aspek politik, hukum, dan aspek lainnya untuk sama-sama proses RUU yang sekarang sedang diinisiasi oleh DPR," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) mengumpulkan sembilan dari 12 partai nonparlemen termasuk Partai Perindo di kediamannya kawasan Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Rabu (24/9/2025) malam. Dalam pertemuan itu, disepakati pembentukan Sekretariat Bersama (Sekber) Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat untuk menyongsong Pemilu 2029. Adapun partai yang tergabung dalam Sekber yakni Partai Perindo, PPP, PBB, PKN, Partai Gelora, Partai Ummat, Partai Hanura, Partai Prima, Partai Buruh, Partai Garuda, Partai Berkarya, dan PSI.
AYP mengatakan, pertemuan yang digelar di kediaman Ketua Umum DPP Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) di Jakarta Selatan, Rabu (24/9/2025) malam itu merupakan pertemuan kedua. Pertemuan pertama diinisiasi Partai Perindo.
"Jadi dari 12 partai, yang hadir 9 partai, sepakat untuk membuat Sekber Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat . Gerakan ini akan melakukan gerakan perjuangan secara yuridis dan tentu akan melakukan pergerakan lainnya yang kita harapkan gerakan melakukan koreksi terhadap penyelenggaraan pemilu ke depan," ujar AYP.
Baca Juga: 9 Parpol Nonparlemen Termasuk Perindo Bentuk Sekber Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat
AYP menilai, 17 juta suara rakyat hilang dalam Pemilu 2024. "Tentu target kita karena kita berkaca ke belakang ada 17 juta suara itu tidak bermanfaat, jadinya sementara ada istilah vox populi vox dei, suara rakyat adalah suara Tuhan ini menjadi tidak bermakna. Inilah yang coba kami koreksi dengan berkumpul malam ini yang dilakukan oleh Ketum Hanura Oesman Sapta sepakat membuat gerakan tersebut," jelasnya.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Perindo Ferry Kurnia Rizkiyansyah menilai tujuan utama dari gerakan itu tak lain agar suara rakyat saat pesta demokrasi tidak terbuang sia-sia serta mendorong pemilu yang adil dan setara. Dalam Pemilu 2024, setidaknya 17.304.303 suara berakhir sia-sia.
"Saya pikir dalam konteks pemilu soal keadilan, kesetaraan yang menjadi penting. Ketika berkontestasi tidak ada lagi partai partai nonparlemen, kan seperti itu. Oleh karena itu, dalam konteks ini kita bangun terkait aktivitas yang ada salah satunya jangan sampai nanti ke depan suara rakyat banyak yang terbuang," kata Ferry Kurnia seusai pertemuan.
Ferry mengatakan, pada Pemilu 2019 ada sekitar 13 juta suara rakyat yang terbuang. Selanjutnya, pada Pemilu 2024 jumlahnya bertambah menjadi 17 juta. "Jangan sampai itu tersia-siakan. Oleh karenanya, kita bangun sinergitas memberikan kontribusi positif bahwa kita bisa menjadi bagian dalam membangun sebuah bangsa yang betul-betul memastikan kedaulatan rakyatnya," katanya.
Ferry berharap kehadiran Sekber ini menjadi pintu untuk memberikan catatan terkait aspek politik, hukum dan lainnya. "Mudah-mudahan Sekber ini menjadi suatu pintu untuk kita memberikan catatan penting baik itu terkait aspek politik, hukum, dan aspek lainnya untuk sama-sama proses RUU yang sekarang sedang diinisiasi oleh DPR," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) mengumpulkan sembilan dari 12 partai nonparlemen termasuk Partai Perindo di kediamannya kawasan Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Rabu (24/9/2025) malam. Dalam pertemuan itu, disepakati pembentukan Sekretariat Bersama (Sekber) Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat untuk menyongsong Pemilu 2029. Adapun partai yang tergabung dalam Sekber yakni Partai Perindo, PPP, PBB, PKN, Partai Gelora, Partai Ummat, Partai Hanura, Partai Prima, Partai Buruh, Partai Garuda, Partai Berkarya, dan PSI.
(zik)
Lihat Juga :