Bertemu Dasco hingga Jajaran Menteri, Petani Usul Pembentukan Lembaga Khusus Reforma Agraria

Rabu, 24 September 2025 - 14:44 WIB
loading...
Bertemu Dasco hingga...
Pimpinan DPR RI menerima perwakilan massa petani yang berunjuk rasa di depan gerbang utama Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2025) siang. Foto/Achmad Al Fiqri
A A A
JAKARTA - Pimpinan DPR RI menerima perwakilan massa petani yang berunjuk rasa di depan gerbang utama Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2025) siang. Perwakilan petani mengusulkan pembentukan lembaga khusus yang mengurusi reforma agraria.

Usulan itu dilayangkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Kartika yang mewakili para perwakilan massa petani, saat beraudiensi dengan tiga Wakil Ketua DPR RI yakni Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa, dan Cucun Ahmad Syamsurizal.

Dalam audiensi ini, ada pula jajaran anggota Kabinet Merah Putih yakni Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni, Menteri Desa Yandri Susanto, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, hingga Kepala Staf Kepresidenan M Qodari .

"Soal kelembagaan Bapak Dasco, Pak Saan kemudian Pak Cucun, kami menginginkan ada kelembagaan khusus Untuk menjalankan reforma agraria," ujar Dewi.

Dewi menjelaskan, usulan itu sempat dilayangkan sejak Presiden ke-5 RI Megawati Soekarmoputri. Namun, kata dia, usulan itu ditolak Megawati lantaran Kementerian ATR diperkuat dengan adanya Direktorat Penanganan Sengketa.

"Tapi itu tidak terbukti bisa, karena tadi konflik agraria itu lintas sektoral. Ada yang berkaitan dengan kehutanan, ketambang dan segala macam," ucapnya.

Baca Juga: Petani Milenial

Dewi berkata, usulan itu pernah dilayangkan saat masa transisi pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Namun, ia berkata, usulan itu juga ditolak hingga saat ini.

"Tetapi terbukti bahwa kelembagaan gugus tugas reforma agraria yang sekarang itu tidak jalan, sedikit sekali yang jalan, tapi lebih banyak yang tidak jalan, hanya rapat ke rapat, outputnya pembentukan GTRA di tingkat kabupaten, di tingkat provinsi," tutur Dewi.

Kata Dewi, pihaknya meminta perlu ada kepemimpinan langsung dari presiden. "Badan Pelaksana Reforma Agraria yang langsung dipimpin dan bertanggung jawab langsung kepada presiden, untuk melakukan kerja-kerja terkait reforma agraria," ujar Dewi.

Menurutnya, akan ada bias kepentingan bila badan itu bertanggung jawab pada Kemenko. Ia meyakini, akan ada target pengadaan tanah untuk investasi skala besar bila Kemenko memimpin basan tersebut.



"Jadi memang perlu ada kelembagaan khusus yang otoritatif, bersifat ad hoc. Di berbagai negara reforma agraria itu ada time framenya, misalnya kalau mau 9 juta hektare targetnya, mau dicapai dalam jangka waktu berapa? 10 tahun, 20 tahun, dan seterusnya," ujar Dewi.

Kata Dewi, di Indonesia ini tidak ada time framenya dan tidak bersifat ad hoc. "Harusnya ada lembaga khusus yang memang itu dipimpin langsung oleh presiden, sehingga bisa mengecek progres dari setiap menteri dan lembaga," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Dasco Ungkap Pimpinan...
Dasco Ungkap Pimpinan DPR akan Temui Mahasiswa Besok
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran:...
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran: Program Perhutanan Sosial Jangkau 2 Juta Keluarga Petani
Kantor BGN Digeledah...
Kantor BGN Digeledah Kejagung setelah Dadan Dicopot, Dasco: Kita Serahkan kepada Aparat
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Dasco Terima Audiensi...
Dasco Terima Audiensi Massa Mahasiswa di Gedung DPR
Rekomendasi
Pascapemadaman Listrik...
Pascapemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa, PLN Update Kondisi Perbaikan
Meriahkan HUT ke-499...
Meriahkan HUT ke-499 Jakarta, 2.000 Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis
Gelar Upacara HUT ke-499...
Gelar Upacara HUT ke-499 di Monas, Pemprov DKI Jakarta Tampilkan Tarian dan Defile OPD
Berita Terkini
Jokowi Minta PSI Dukung...
Jokowi Minta PSI Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, AHY: Pemilu 2029 Masih Lama
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Izin Tinggal WNA, Dirjen Imigrasi Minta Buka Akses Seluas-luasnya untuk KPK
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
Gugat Penetapan Capres...
Gugat Penetapan Capres 2014 dan 2019, Bonatua Bawa Novum Baru ke PTUN
Polisi Sebut Pelimpahan...
Polisi Sebut Pelimpahan Roy Suryo dan Tifa Sesuai Prosedur KUHAP
BPIP Umumkan 76 Calon...
BPIP Umumkan 76 Calon Paskibraka 2026 Tingkat Pusat, Ini Nama-namanya
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved