Kapolri Bentuk Tim Transformasi Reformasi Polri, Ini Respons Istana
Selasa, 23 September 2025 - 16:52 WIB
loading...
Personel Polri saat Peringatan ke-79 Hari Bhayangkara. Foto/Aldhi Chandra
A
A
A
JAKARTA - Istana melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi tak mempermasalahkan adanya Tim Transformasi Reformasi Polri. Menurutnya, tim tersebut punya kesamaan dengan Komite Reformasi Polri yang akan dibentuk Presiden Prabowo Subianto .
Prasetyo berkata, tim tersebut punya semangat yang sama dengan tim yang dibentuk oleh Presiden Prabowo. Ia pun mengapresiasi Polri yang membentuk tim tersebut.
"Iya, kan semangatnya sebenarnya sama ya, tapi kemudian kan internal Kepolisian juga menginisiasi ya kita apresiasi dengan membentuk tim reformasi," kata Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (23/9/2025).
Baca Juga: Kapolri Bentuk Tim Transformasi Reformasi Polri, Kalemdiklat Jadi Ketua
Kendati demikian, ia mengatakan, Komite Reformasi Polri masih belum dibahas lebih lanjut. Prasetyo mengatakan, pembentukan tim itu akan dibahas kembali setelah Presiden Prabowo pulang dari lawatan luar negeri.
"Kalau dari Istana tunggu, mungkin sekembalinya Pak Presiden, berkenaan dengan Komisi Reformasi Kepolisian," katanya.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk Tim Transformasi Reformasi Polri melalui Surat Perintah bernomor Sprin/2749/IX/TUK.2.1/2025. Dalam tim itu, terdapat 52 perwira tinggi dan menengah. Sigit bertindak sebagai pelindung dan Wakapolri, Komjen Dedi Prasetyo, jadi penasihat. Sedangkan, Kalemdiklat Polri, Komjen Chryshnanda Dwilaksana, ditunjuk sebagai ketua tim.
"Publik sebaiknya tidak terjebak isu yang menyesatkan. Ini adalah agenda resmi Presiden untuk mendorong reformasi Polri secara terstruktur dan menyeluruh,” kata Pengamat Intelijen dan Geopolitik Amir Hamzah dalam keterangannya kepada iNews Media Group, Selasa (23/9/2025).
Dalam hal ini, Prabowo disebut telah secara khusus menginstruksikan Kapolri untuk membentuk tim ini guna melakukan pemetaan menyeluruh mengenai kondisi internal kepolisian.
“Pemetaan itu mencakup institusi, organisasi, manajemen, sumber daya manusia, hingga regulasi yang berkaitan dengan eksistensi Polri,” ujarnya.
Menurutnya, laporan lengkap hasil kerja tim akan disampaikan langsung oleh Kapolri kepada Presiden Prabowo setelah kepala negara kembali dari lawatan luar negeri.
"Laporan inilah yang akan menjadi dasar Presiden membentuk Komisi Reformasi Polri, yang keputusannya akan diumumkan segera setelah beliau tiba di Tanah Air," jelasnya.
Prasetyo berkata, tim tersebut punya semangat yang sama dengan tim yang dibentuk oleh Presiden Prabowo. Ia pun mengapresiasi Polri yang membentuk tim tersebut.
"Iya, kan semangatnya sebenarnya sama ya, tapi kemudian kan internal Kepolisian juga menginisiasi ya kita apresiasi dengan membentuk tim reformasi," kata Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (23/9/2025).
Baca Juga: Kapolri Bentuk Tim Transformasi Reformasi Polri, Kalemdiklat Jadi Ketua
Kendati demikian, ia mengatakan, Komite Reformasi Polri masih belum dibahas lebih lanjut. Prasetyo mengatakan, pembentukan tim itu akan dibahas kembali setelah Presiden Prabowo pulang dari lawatan luar negeri.
"Kalau dari Istana tunggu, mungkin sekembalinya Pak Presiden, berkenaan dengan Komisi Reformasi Kepolisian," katanya.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk Tim Transformasi Reformasi Polri melalui Surat Perintah bernomor Sprin/2749/IX/TUK.2.1/2025. Dalam tim itu, terdapat 52 perwira tinggi dan menengah. Sigit bertindak sebagai pelindung dan Wakapolri, Komjen Dedi Prasetyo, jadi penasihat. Sedangkan, Kalemdiklat Polri, Komjen Chryshnanda Dwilaksana, ditunjuk sebagai ketua tim.
Komitmen Kepatuhan
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dinilai menujukkan komitmen kepatuhannya kepada Presiden Prabowo Subianto seusai membentuk Tim Transformasi Reformasi Polri. Oleh karenanya, munculnya isu yang menarasikan bahwa pembentukan tersebut merupakan bentuk kekecewaan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terhadap pemerintah dianggap tak mendasar."Publik sebaiknya tidak terjebak isu yang menyesatkan. Ini adalah agenda resmi Presiden untuk mendorong reformasi Polri secara terstruktur dan menyeluruh,” kata Pengamat Intelijen dan Geopolitik Amir Hamzah dalam keterangannya kepada iNews Media Group, Selasa (23/9/2025).
Dalam hal ini, Prabowo disebut telah secara khusus menginstruksikan Kapolri untuk membentuk tim ini guna melakukan pemetaan menyeluruh mengenai kondisi internal kepolisian.
“Pemetaan itu mencakup institusi, organisasi, manajemen, sumber daya manusia, hingga regulasi yang berkaitan dengan eksistensi Polri,” ujarnya.
Menurutnya, laporan lengkap hasil kerja tim akan disampaikan langsung oleh Kapolri kepada Presiden Prabowo setelah kepala negara kembali dari lawatan luar negeri.
"Laporan inilah yang akan menjadi dasar Presiden membentuk Komisi Reformasi Polri, yang keputusannya akan diumumkan segera setelah beliau tiba di Tanah Air," jelasnya.
(zik)
Lihat Juga :