DPR: Tidak Benar Informasi BIN Bentuk Pasukan Khusus

Sabtu, 12 September 2020 - 15:53 WIB
loading...
DPR: Tidak Benar Informasi...
Anggota DPR Evita Nursanty, meyakini informasi yang menyebut Badan Intelijen Negara (BIN) membentuk pasukan khusus adalah informasi yang tidak benar. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Anggota DPR Evita Nursanty, meyakini informasi yang menyebut Badan Intelijen Negara (BIN) membentuk pasukan khusus adalah informasi yang tidak benar. Apa yang ditampilkan pada 10 September 2020 yang videonya dishare oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo adalah demo keterampilan dari para agen/ siswa Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), bukan pasukan khusus.

“Enggak lah, saya yakin 100%, tidak ada pasukan khusus, itu salah pengertian saja. Mereka yang tampil mendemokan keahlian itu adalah agen atau siswa STIN yang sedang mendemokan keterampilan mereka sesuai tugas mereka,” kata Evita di Jakarta. (Baca juga: Dankormar Mayjen TNI Suhartono Diangkat Menjadi Warga Kehormatan BIN)

Menurut anggota Komisi VI DPR yang sebelumnya selama 10 tahun duduk sebagai anggota Komisi I DPR dan bermitra dengan BIN ini, siswa STIN memang dilatih dengan sangat terampil. Misalnya ahli pencak silat, ahli karate, ahli cyber, dan soft sklil lainnya. Keahlian seperti ini diperlukan kelak ketika mereka terjun di lapangan. (Baca juga: Kepala BIN Wujudkan STIN Menjadi Kampus Bertaraf Internasional)

“Jadi keahlian itulah yang dipertunjukkan sebagai bagian dari ceremony, bukan membuat pasukan khusus. Kita memang membutuhkan siswa STIN yang terampil karena mereka sumber utama SDM BIN sesuai UU Intelijen. Coba lihat juga di film - film itu, bagaimana anggota CIA, FBI atau badan intelijen lain punya keterampilan khusus ketika mereka bertugas misalnya dalam penyusupan ke komunitas apapun,” sambung Evita.

Hal itu sesuai UU No17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara yang menyebut STIN sebagai sumber utama SDM untuk BIN, sehingga STIN terus mengembangkan pendidikan untuk mencapai tujuan lulusan yang berdaya saing internasional dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sementara BIN sendiri terus mendorong pengembangan profesi atau kemampuan profesional personel intelijen melalui pendidikan, pelatihan dan penugasan.

“Perlunya rekrutmen dan pengembangan profesi dan kemampuan profesional personel intelijen yang tangguh dan yang memiliki keahlian khusus ini sejalan dengan perubahan, perkembangan situasi, dan kondisi lingkungan strategis, yang memang perlu melakukan deteksi dini dan peringatan dini terhadap berbagai bentuk dan sifat ancaman, baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang bersifat kompleks serta memiliki spektrum yang sangat luas,” ucap Evita.

Dikatakan, setiap warga STIN memiliki nilai dasar bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, nasionalisme, berintegritas, tangguh, profesional, setia, loyal, solid, semangat dan kerahasiaan. Mereka tangguh artinya memiliki sikap pantang menyerah, tabah dan kuat pendiriannya, dan profesional artinya memiliki pengetahuan dan keterampilan, sehingga mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya seusai dengan profesi yang diembannya.

Karena itu, Evita Nursanty malah berharap, sistem rekrutmen dan sistem pelatihan keterampilan khusus ini bisa diterapkan di kampus lain yang berkaitan dengan intelijen pertahanan dan keamanan negara. “Justru kita senang BIN punya siswa dilatih keterampilan khusus, soft skill. Sistem ini bagus jika diterapkan di institusi pendidikan lain, seperti Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) yang sudah bertransformasi menjadi Politeknik Siber dan Sandi Negara atau Universitas Pertahanan. Setiap lulusan memang harus memiliki keahlian khusus.”

Evita juga menyambut sangat baik pengembangan program studi baru di STIN seperti Intelijen Medik, kemudian Intelijen Cyber, S-2 Intelijen Ekonomi maupun S3 Ilmu Intelijen Strategis. Itu semua sangat bagus sebagai antisipasi terhadap ancaman pada masa depan, dan bentuk pembaruan dan modernisasi untuk mewujudkan STIM sebagai kampus bertaraf internasional, memberikan kemampuan menghadapi tantangan dan ancaman NKRI.

Bahkan bukan hal yang mustahil alumni sekolah tinggi atau universitas yang berkaitan dengan intelijen pertahanan dan keamanan ini bisa mengabdi di berbagai institusi negara lainnya, karena mereka sudah dibekali dengan nasionalisme, cinta Tanah Air, loyal, kepribadian tangguh, bermoral tinggi, dan tentunya karena siswa pun memiliki keterampilan khusus tadi.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakar Hukum: UU Polri...
Pakar Hukum: UU Polri yang Baru Akomodasi Kepentingan Masyarakat dan Kepolisian
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
Dadan Hindayana Cs Terjerat...
Dadan Hindayana Cs Terjerat Korupsi, DPR Perketat Pengawasan Tata Kelola di BGN
Trimedya Panjaitan Sebut...
Trimedya Panjaitan Sebut RUU HPI Sejalan dengan Semangat Prabowo Perkuat Posisi Hukum Indonesia
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Antisipasi Ancaman PHK Massal di Industri Hasil Tembakau
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
Negara Mayoritas Islam...
Negara Mayoritas Islam Ini Sangkal Jadi Markas Pasukan Elite Israel untuk Perang Melawan Iran
Terungkap, Israel Kerahkan...
Terungkap, Israel Kerahkan Pasukan Elite ke Azerbaijan untuk Perang Melawan Iran
Rekomendasi
Akhirnya Eropa Izinkan...
Akhirnya Eropa Izinkan Fitur FSD Tesla Digunakan
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Berita Terkini
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Infografis
Pasukan Khusus Inggris...
Pasukan Khusus Inggris Diam-diam Beroperasi di Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved