Nurul Arifin Apresiasi Pidato Prabowo soal Palestina di PBB: Kuat, Jelas, dan Progresif

Selasa, 23 September 2025 - 10:12 WIB
loading...
Nurul Arifin Apresiasi...
Prabowo Subianto dan Nurul Arifin. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin menyampaikan apresiasi tinggi atas pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Internasional Tingkat Tinggi untuk Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9/2025). Sikap tegas Presiden Prabowo yang menyerukan kemerdekaan Palestina sekaligus membuka jalan bagi pengakuan Israel jika mereka mengakui Palestina, menunjukkan keberanian sekaligus kebijaksanaan seorang negarawan.

"Pidato Presiden Prabowo adalah pernyataan yang kuat, jelas, dan progresif. Beliau menempatkan Indonesia pada posisi moral yang tinggi sekaligus realistis dalam memperjuangkan perdamaian dunia. Ini adalah sikap negarawan yang fair dalam mendudukkan Israel secara equal, tanpa mengurangi dukungan penuh Indonesia terhadap perjuangan Palestina," kata Nurul Arifin di Jakarta, Selasa (23/9/2025).

Nurul yang juga Ketua Media Penggalangan Opini (MPO) Partai Golkar menilai, komitmen Indonesia untuk mengirimkan pasukan penjaga perdamaian juga mempertegas peran aktif bangsa ini sebagai bagian dari solusi, bukan sekadar penonton dalam konflik panjang di Timur Tengah.

Baca Juga: Pidato Lengkap Presiden Prabowo di KTT PBB Terkait Palestina

"Bukan hanya retorika, tapi ada tawaran konkret dari Indonesia untuk menjaga perdamaian. Ini sejalan dengan amanat konstitusi kita yang menolak penjajahan dan mendorong ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial," ujarnya.

Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat I ini juga menekankan bahwa apresiasi Presiden Prabowo terhadap negara-negara besar yang telah mengakui Palestina, seperti Inggris dan Prancis, merupakan langkah diplomatis yang tepat untuk memperluas dukungan internasional.

Baca Juga: Prabowo di KTT PBB: Jika Israel Mengakui Palestina, Indonesia Akan Akui Israel

"Presiden Prabowo mampu menggalang simpati dan dukungan global. Ini langkah cerdas agar perjuangan Palestina tidak lagi berjalan sendiri, melainkan bersama-sama dengan komunitas internasional," katanya.

Nurul menyebut pandangan Presiden Prabowo membuka ruang terciptanya solusi dua negara (two state solution) yang adil dan berkelanjutan. Dengan kemerdekaan Palestina dan pengakuan Israel oleh Indonesia, kata Nurul, harapan menuju perdamaian abadi menjadi semakin nyata.

"Pidato ini bukan hanya mencerminkan keberanian, tetapi juga menunjukkan Indonesia sebagai bangsa yang konsisten menjunjung keadilan global. Presiden Prabowo menegaskan bahwa pengakuan kenegaraan harus berarti perdamaian sejati, dan itu adalah pesan yang menggema bagi dunia."

Nurul pun berharap kemerdekaan Palestina segera terwujud. "Semoga cita-cita kemerdekaan segera terwujud dan Palestina menjadi negara yang memiliki harkat dan martabat sebagai bangsa yang memiliki negara," pungkas Nurul.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyerukan agar dunia menjamin berdirinya negara Palestina. Prabowo menegaskan, Indonesia siap mengakui Israel apabila terlebih dahulu mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Palestina.

"Kita harus menjamin negara Palestina, tetapi Indonesia juga menyatakan bahwa begitu Israel mengakui kemerdekaan dan kenegaraan Palestina, Indonesia akan segera mengakui negara Israel dan akan mendukung semua jaminan keamanan Israel," ujar Prabowo yang juga disambut riuh tepuk tangan peserta Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) untuk Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara di Gedung Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat.

Presiden Prabowo juga mendesak agar dunia mengakui Palestina. Prabowo menyinggung Deklarasi New York, bahwa pengakuan kenegaraan berarti membuka jalan menuju perdamaian sejati yang bersifat permanen dan adil bagi semua pihak.



"Deklarasi New York telah menyediakan jalan damai dan adil menuju perdamaian. Pengakuan kenegaraan harus berarti perdamaian. Pengakuan harus berarti peluang nyata untuk perdamaian abadi. Ini harus menjadi perdamaian sejati bagi semua pihak," kata Prabowo dalam pidatonya dengan menggunakan bahasa Inggris.

Prabowo menyatakan sikap tegas Indonesia untuk mendukung penyelesaian damai konflik Palestina dengan Israel. Prabowo menyerukan pengakuan segera terhadap negara Palestina dan penghentian tragedi kemanusiaan yang masih berlangsung di Gaza.

"Kita harus mengakui Palestina sekarang. Kita harus menghentikan bencana kemanusiaan di Gaza. Mengakhiri perang harus menjadi prioritas utama kita," tegas Prabowo.

Pada bagian akhir pidatonya, Presiden Prabowo menutup dengan seruan yang kuat dan mendesak negara-negara anggota PBB untuk bersama-sama mewujudkan perdamaian. "Damai. Perdamaian sekarang. Perdamaian segera. Kita butuh perdamaian!" seru Prabowo.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
Didesak Tegaskan Sikap...
Didesak Tegaskan Sikap ke Pemerintahan Prabowo, PDIP: Memangnya Jazilul Siapa?
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
PKB Minta PDIP Tegas...
PKB Minta PDIP Tegas soal Posisi terhadap Pemerintah: Jangan Abu-abu
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Timwas Sebut Presiden...
Timwas Sebut Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
Yenny Wahid: Dukungan...
Yenny Wahid: Dukungan Prabowo untuk Pelatnas Jangka Panjang Jadi Investasi Masa Depan Olahraga
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
Prabowo Panggil John...
Prabowo Panggil John Herdman ke Hambalang, Bahas Roadmap Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
Rekomendasi
Dukung Rumah Pastori...
Dukung Rumah Pastori GPdI Eklesia Amban, Kemenag Komitmen Pembangunan Sarana Keagamaan
3 Tim Pertama Tersingkir...
3 Tim Pertama Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Dua Jadi Korban Aturan Baru FIFA
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Berita Terkini
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Penahanan dr Tifa: Babak...
Penahanan dr Tifa: Babak Baru atau Babak Terakhir
Dari Ploso, Gus Mashum...
Dari Ploso, Gus Mashum Faqih Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah NU
Infografis
8 Agenda Prioritas Presiden...
8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved