Momen Macron Kepalkan Tangan usai Prabowo Pidato di KTT PBB
Selasa, 23 September 2025 - 08:47 WIB
loading...
Presiden Prancis Emmanuel Macron terlihat mengepalkan tangan ke udara sebagai bentuk apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang berpidato di KTT PBB, New York, Amerika Serikat, pada Selasa (23/9/2025).. Foto/Setpres
A
A
A
NEW YORK - Ada momen menarik seusai Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) untuk Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara. Pertemuan ini digelar di Gedung Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, pada Selasa (23/9/2025).
Setelah Prabowo menutup pidatonya dengan seruan kuat agar dunia segera menghentikan perang di Gaza dan mengakui Palestina, Presiden Prancis Emmanuel Macron terlihat mengepalkan tangan ke udara sebagai bentuk apresiasi.
Baca juga: Prabowo di KTT PBB: Jika Israel Mengakui Palestina, Indonesia Akan Akui Israel
Gestur Macron tersebut sontak menjadi perhatian para delegasi dan hadirin di ruang sidang. Pidato Prabowo sendiri menekankan pentingnya solusi dua negara sebagai jalan menuju perdamaian abadi.
Dia menegaskan bahwa pengakuan kenegaraan Palestina harus dimaknai sebagai langkah nyata untuk mengakhiri konflik dan menjamin keadilan bagi seluruh pihak.
“Kita harus menjamin kenegaraan Palestina, tetapi Indonesia juga menyatakan bahwa setelah Israel mengakui kemerdekaan dan kenegaraan Palestina, Indonesia akan segera mengakui negara Israel dan kami akan mendukung segala jaminan keamanan bagi Israel,” tegas Prabowo, diikuti tepuk tangan hadirin.
Baca juga: Prabowo Beri Standing Ovation saat Macron Umumkan Prancis Akui Negara Palestina
Menurut Prabowo, sikap tersebut konsisten dengan perjalanan Indonesia yang terus menawarkan solusi dua negara untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina, sehingga kemerdekaan Palestina merupakan jalan menuju kedamaian.
“Kami mengutuk segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil tak berdosa, oleh karena itu, Indonesia sekali lagi menegaskan kembali komitmennya terhadap solusi dua negara dalam masalah Palestina. Hanya solusi dua negara inilah yang akan membawa perdamaian,” ujarnya.
Di akhir, Prabowo kembali menegaskan bahwa pengakuan kemerdekaan terhadap Palestina adalah bentuk persatuan. Pidato ini mempertegas posisi Indonesia sebagai negara yang berkomitmen pada perdamaian dan kemanusiaan.
“Kita harus menghentikan bencana kemanusiaan di Gaza. Mengakhiri perang harus menjadi prioritas utama kita. Kita harus mengatasi kebencian, ketakutan, kita harus mengatasi kecurigaan. Kita harus mencapai perdamaian yang dibutuhkan umat manusia. Kami siap mengambil bagian dalam perjalanan menuju perdamaian ini,” ungkapnya.
“Kita butuh perdamaian itu sekarang! Perdamaian segera! Kita butuh mewujudkan perdamaian!” ujar Prabowo menutup pidatonya disambut tepuk tangan meriah dari peserta sidang.
Setelah Prabowo menutup pidatonya dengan seruan kuat agar dunia segera menghentikan perang di Gaza dan mengakui Palestina, Presiden Prancis Emmanuel Macron terlihat mengepalkan tangan ke udara sebagai bentuk apresiasi.
Baca juga: Prabowo di KTT PBB: Jika Israel Mengakui Palestina, Indonesia Akan Akui Israel
Gestur Macron tersebut sontak menjadi perhatian para delegasi dan hadirin di ruang sidang. Pidato Prabowo sendiri menekankan pentingnya solusi dua negara sebagai jalan menuju perdamaian abadi.
Dia menegaskan bahwa pengakuan kenegaraan Palestina harus dimaknai sebagai langkah nyata untuk mengakhiri konflik dan menjamin keadilan bagi seluruh pihak.
“Kita harus menjamin kenegaraan Palestina, tetapi Indonesia juga menyatakan bahwa setelah Israel mengakui kemerdekaan dan kenegaraan Palestina, Indonesia akan segera mengakui negara Israel dan kami akan mendukung segala jaminan keamanan bagi Israel,” tegas Prabowo, diikuti tepuk tangan hadirin.
Baca juga: Prabowo Beri Standing Ovation saat Macron Umumkan Prancis Akui Negara Palestina
Menurut Prabowo, sikap tersebut konsisten dengan perjalanan Indonesia yang terus menawarkan solusi dua negara untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina, sehingga kemerdekaan Palestina merupakan jalan menuju kedamaian.
“Kami mengutuk segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil tak berdosa, oleh karena itu, Indonesia sekali lagi menegaskan kembali komitmennya terhadap solusi dua negara dalam masalah Palestina. Hanya solusi dua negara inilah yang akan membawa perdamaian,” ujarnya.
Di akhir, Prabowo kembali menegaskan bahwa pengakuan kemerdekaan terhadap Palestina adalah bentuk persatuan. Pidato ini mempertegas posisi Indonesia sebagai negara yang berkomitmen pada perdamaian dan kemanusiaan.
“Kita harus menghentikan bencana kemanusiaan di Gaza. Mengakhiri perang harus menjadi prioritas utama kita. Kita harus mengatasi kebencian, ketakutan, kita harus mengatasi kecurigaan. Kita harus mencapai perdamaian yang dibutuhkan umat manusia. Kami siap mengambil bagian dalam perjalanan menuju perdamaian ini,” ungkapnya.
“Kita butuh perdamaian itu sekarang! Perdamaian segera! Kita butuh mewujudkan perdamaian!” ujar Prabowo menutup pidatonya disambut tepuk tangan meriah dari peserta sidang.
(shf)
Lihat Juga :