Survei Membuktikan Mayoritas Publik Dukung Gerakan Utusan Indonesia Berlayar ke Palestina
Senin, 22 September 2025 - 23:17 WIB
loading...
Wanda Hamidah tercatat sebagai satu-satunya wakil Indonesia sekaligus perempuan yang berangkat dalam misi kemanusiaan menuju Gaza bersama Global Sumud Flotilla. Foto/Instagram @wandahamidahbsa
A
A
A
JAKARTA - Mayoritas publik mendukung gerakan utusan Indonesia berlayar ke Palestina untuk memberikan bantuan kemanusiaan. Hal tersebut berdasarkan survei terbaru Media Survei Nasional (Median).
Peneliti Median Ade Irfan Abdurahman mengungkapkan tingkat dukungan masyarakat terhadap inisiatif ini tergolong sangat tinggi. Sebanyak 79,9 persen responden menyatakan setuju.
Rinciannya adalah 44,3 persen menyatakan sangat setuju dan 35,6 persen menyatakan setuju. Sementara itu, hanya 10,4 persen yang menyatakan tidak setuju, terdiri dari 7,5 persen tidak setuju dan 3,0 persen sangat tidak setuju.
Baca juga: Kapal Wanda Hamidah Bocor saat Berlayar Menuju Gaza, Terpaksa Putar Balik ke Italia
Sisanya, 9,6 persen responden memilih untuk tidak tahu atau tidak memberikan jawaban. “Angka ini menunjukkan dukungan publik yang sangat solid terhadap misi kemanusiaan untuk Palestina, dengan tingkat penolakan yang relatif kecil,” ujar Ade, Senin (22/9/2025).
Dari sisi alasan, publik yang mendukung langkah ini umumnya didorong oleh semangat solidaritas kemanusiaan dan persaudaraan dengan warga Gaza, sebesar 28,8 persen. Selain itu, 22,0 persen responden menyebut dukungan kuat terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina sebagai motivasi utama.
“Hal ini memperlihatkan bahwa empati publik Indonesia terhadap penderitaan warga Palestina masih sangat tinggi, dan terhubung dengan nilai solidaritas lintas bangsa,” imbuhnya.
Sedangkan kelompok kecil yang menolak inisiatif ini lebih banyak menekankan persoalan domestik. Sebesar 40,3 persen responden yang tidak setuju menilai pemerintah seharusnya memprioritaskan urusan dalam negeri yang masih banyak masalah.
Kemudian, disusul oleh kekhawatiran akan potensi bahaya dari pengiriman bantuan ke wilayah konflik (14,9 persen), serta pandangan bahwa rakyat Indonesia sendiri masih membutuhkan bantuan (disebutkan oleh sebagian responden).
“Survei ini menunjukkan bahwa mayoritas besar publik Indonesia memandang misi bantuan ke Palestina sebagai wujud nyata solidaritas kemanusiaan, meskipun ada sebagian kecil suara kritis yang mengingatkan pemerintah agar tetap fokus pada tantangan dalam negeri,” pungkasnya.
Peneliti Median Ade Irfan Abdurahman mengungkapkan tingkat dukungan masyarakat terhadap inisiatif ini tergolong sangat tinggi. Sebanyak 79,9 persen responden menyatakan setuju.
Rinciannya adalah 44,3 persen menyatakan sangat setuju dan 35,6 persen menyatakan setuju. Sementara itu, hanya 10,4 persen yang menyatakan tidak setuju, terdiri dari 7,5 persen tidak setuju dan 3,0 persen sangat tidak setuju.
Baca juga: Kapal Wanda Hamidah Bocor saat Berlayar Menuju Gaza, Terpaksa Putar Balik ke Italia
Sisanya, 9,6 persen responden memilih untuk tidak tahu atau tidak memberikan jawaban. “Angka ini menunjukkan dukungan publik yang sangat solid terhadap misi kemanusiaan untuk Palestina, dengan tingkat penolakan yang relatif kecil,” ujar Ade, Senin (22/9/2025).
Dari sisi alasan, publik yang mendukung langkah ini umumnya didorong oleh semangat solidaritas kemanusiaan dan persaudaraan dengan warga Gaza, sebesar 28,8 persen. Selain itu, 22,0 persen responden menyebut dukungan kuat terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina sebagai motivasi utama.
“Hal ini memperlihatkan bahwa empati publik Indonesia terhadap penderitaan warga Palestina masih sangat tinggi, dan terhubung dengan nilai solidaritas lintas bangsa,” imbuhnya.
Sedangkan kelompok kecil yang menolak inisiatif ini lebih banyak menekankan persoalan domestik. Sebesar 40,3 persen responden yang tidak setuju menilai pemerintah seharusnya memprioritaskan urusan dalam negeri yang masih banyak masalah.
Kemudian, disusul oleh kekhawatiran akan potensi bahaya dari pengiriman bantuan ke wilayah konflik (14,9 persen), serta pandangan bahwa rakyat Indonesia sendiri masih membutuhkan bantuan (disebutkan oleh sebagian responden).
“Survei ini menunjukkan bahwa mayoritas besar publik Indonesia memandang misi bantuan ke Palestina sebagai wujud nyata solidaritas kemanusiaan, meskipun ada sebagian kecil suara kritis yang mengingatkan pemerintah agar tetap fokus pada tantangan dalam negeri,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :